kisah

Liburan wah Arab supertajir

Sekali berbelanja mereka bisa menghabiskan Rp 2,1 miliar.

17 Agustus 2015 23:57

Mobil ini amat langka, cuma ada seratus di dunia. Pekan lalu mobil beroda enam itu diparkir di luar pusat belanja mewah Harrods berlokasi di kawasan elite Knightsbridge, Ibu Kota London, Inggris.

Mercedes G63 AMG 6x6 itu seharga 400 ribu pound sterling atau kini setara Rp 8,6 miliar. Mobil ini sejatinya dibikin untuk memenuhi pesanan angkatan darat Australia. Sangat bertenaga dan di gurun bisa melaju hingga 117 kilometer per jam.

Mobil ini mengundang decak kagum banyak orang melintas. Karena itu bukan sekadar menjadi tontotan tapi juga sasaran kamera. "Cukup, sudah cukup," kata seorang pengawal berkulit gelap dan berbadan tinggi besar.

Pemiliknya seorang miliarder Arab Saudi, saat ditemui bersetelan celana jins dan kaus obolong abu-abu. Dia tidak mau memberitahu nama aslinya dan hanya minta dipanggil dengan sebutan Angelo saja. Dia mengaku saban tahun menghabiskan libur musim panas selama tiga pekan di London: berbelanja, pesta-pesta, dan berkeliling mengendarai mobil bikin ngiler banyak orang.

Memang seperti inilah suasana kawasan elite di London saban musim panas Juli-Agustus. Orang-orang Arab supertajir dari Saudi, Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (UEA) tumplek blek di sana. Hotel, toko perhiasan, perancang pakaian, restoran, dan semua jenis penyedia barang dan layanan supermewah menangguk untung besar dari kaum bisa menghabiskan total 120 juta pound sterling (Rp 2,6 triliun) hanya dalam dua bulan itu saja.

Karen Jones, editor majalah Citywealth, menggambarkan mereka seperti anak-anak sedang bermain di taman. Mereka dari kalangan elite dan fulus bukan masalah.  "Sebagian besar sengaja ingin menghabiskan seratus ribu pound sterling (Rp 2,1 miliar) sekali berbelanja. Uang buat mereka tidak menjadi persoalan," ujarnya. "Satu orang Qatar saya kenal membelikan pacarnya sebuah Porsche hanya karena dia minta mobil itu."

Membanjirnya pelancong Arab supertajir selama beberapa pekan dalam setahun ini bukan fenomena baru. Namun musim panas kali ini ada penambahan 22 persen dari Saudi dan sepuluh persen asal UEA. Mereka juga lebih pamer, menyolok, dan flamboyan dibanding sebelumnya.

Saat istri-istri membeli kalung satunya bisa seharga enam ribu pound sterling (Rp 130 juta) di Chopard dan memborong tas tangan Gucci senilai 12 ribu pound sterling (Rp 260 juta) per buah, suami mereka berkeliling Knightsbridge, Kensington, dan Chelsea dengan mobil mengkilat.

Mulai Mercedes berlapis berlian hingga Range Rover berwarna neon, Ferrari merah menyala sampai Lamborghini berknalpot bising. Makin mengkilap dan mahal kian bergengsi.

Beberapa hanya membawa satu saja, namun sebagian mengangkut empat sampai lima mobil supermewah mereka menggunakan pesawat kargo. Ongkosnya 25 ribu pound sterling (Rp 542,2 juta) tiap satu mobil.

Tapi inilah jeleknya, kaum Arab supertajir ini suka mengebut, menyetel musik keras-keras, dan parkir sembarangan. Karena itu banyak tiket tanda bukti pelanggaran terselip di kaca mobil-mobil supermewah mereka. Buat mengatasi masalah ini, pemerintah setempat sudah menerapkan aturan denda di tempat dan penyitaan mobil jika pelanggaran serupa diulangi.

Sejatinya denda 100 pound sterling (Rp 2,1 juta) sekadar recehan bagi mereka. Tapi nyatanya, banyak yang mengabaikan.

Dewan Kota Westminster mengungkapkan sejak 2010 denda belum dibayar berjumlah 3.776.490 pound sterling (Rp 81,5 miliar). Kebanyakan utang denda itu dimiliki kaum Arab supertajir dari Timur Tengah, termasuk 18 tiket denda diterima pemilik Rolls-Royce seharga 300 ribu pound sterling (Rp 6,5 miliar).

Tahun lalu saja mobil-mobil berpelat UEA masih memiliki utang denda 62 ribu pound sterling (Rp 1,3 miliar). Ketika para pemilik mobil ini sudah kembali ke negara asal mereka, pemerintah setempat tidak bisa berbuat apa-apa.

Pengusaha asal Qatar Muhammad al-Kubaisyi, 26 tahun, berlibur ke London dengan membawa Aston Martin Vanquish modifikasi seharga 200 ribu pound sterling (Rp 4,3 miliar), mengakui para pemilik mobil supermewah itu mestinya menaati aturan. "Kita perlu menghargai hukum di Inggris dan para penduduk di sini," tuturnya. "Jika peraturan dibuat, kami akan patuh."

Muhammad an-Nasr, 38 tahun, taipan minyak dari Arab Saudi, sedang di balik kemudi Pagani Huayra hitam putih seharga 840 ribu pound sterling (Rp 18,2 miliar) saat ditemui. Pintu mobil ini membuka otomatis ke atas. "Saya suka Inggris," katanya dengan bahasa Inggris terbata-bata. "Saya datang ke sini bukan untuk membikin masalah. Saya kemari buat berbelanja."

Ghanim ath-Thani, 20 tahun, asal Syarjah, UEA, terlihat gugup setelah memarkirkan Mercedes AMG Coupe hitamnya di luar pusat belanja Harrods. Maklum saja, para juru foto dikenal dengan sebutan carparrazi segera mengerubungi mobil senilai 300 ribu pound sterling (Rp 6,5 miliar) ini. "Saya tidak ingin menjadi perhatian."

Kebanyakan kaum Arab supertajir ini tertutup. Banyak dari mereka kelewat kaya dan datang berlibur diiringi banyak staf: mulai pengawal hingga sopir pribadi.

"Para pemilik mobil supermewah itu berumur 25-55 tahun," ujar Jon Oakley, pemilik Oakley Design di Essex. Bengkelnya biasa mendandani mobil-mobil supermewah kepunyaan kaum Arab supertajir. Ongkosnya bisa 200 ribu pound sterling (Rp 4,3 miliar) untuk sekali kerjaan.

Ali Khamenei (kiri) saat Perang Iran-Irak. (Wikipedia)

Saat Iran dan Israel masih bersahabat

Iran memasok minyak dan balasannya Israel menyuplai senjata.

Basrah pada 1913, dipotret oleh pengusaha Swedia bernama Arne C Waern. (Wikimedia Commons)

Kanal Basrah, riwayatmu dulu

Di awal abad ke-20, tepian kanal-kanal di Basrah - menjadi pintu keluar menuju Teluk Persia - dihuni orang-orang Yahudi, Nasrani, dan muslim dengan damai.

Sheikha Latifa, daughter of Dubai Emir Sheikh Muhammad bin Rashid al-Maktoum, with her Finnish friend, Tiina Jauhiainen. (@detainedindubai for Albalad.co)

Nestapa Syekha Latifah

Bahkan sepanjang hidupnya, Syekha Latifah baru sekali keluar Dubai, yakni saat kabur tahun ini.

Menteri Luar Negeri Qatar Syekh Muhamnad bin Abdurrahman ats-Tsani. (Saudi Gazette)

Duit sebukit tebusan pangeran

Uang tebusan untuk pembebasan rombongan pemburu asal Qatar itu sebesar US$ 1 miliar ditambah US$ 150 juta.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Saat Iran dan Israel masih bersahabat

Iran memasok minyak dan balasannya Israel menyuplai senjata.

01 Agustus 2018
Nestapa Syekha Latifah
25 Juli 2018
Sapa Muqtada
21 Mei 2018

TERSOHOR