kisah

Petak umpet Jakarta-Tel Aviv

Neraca perdagangan kedua negara mencapai puncaknya pada 2008, hampir US$ 900 juta, dan US$ 800 jutanya adalah nilai ekspor Indonesia ke Israel.

04 September 2015 16:30

Hubungan gelap Indonesia-Israel kembali diuji saat penyelenggaraan Kejuaraan Dunia Bulutangkis di Jakarta bulan lalu. Pebulutangkis asal Israel Misha Zilberman nyaris tidak bisa tampil di sana.

Setengah tahun mengajukan aplikasi visa, tidak ada jawaban. Dua pekan menjelang turnamen digelar, Zilberman mencoba lagi dan dia hampir putus asa. Di menit-menit akhir IBF (Federasi Bulutangkis Internasional) campur tangan dan dia akhirnya bisa ikut di hari kedua meski langsung gugur di laga pertama.

Kejadian seperti ini bukan hal baru. Indonesia – negara berpenduduk muslim terbesar sejagat – memang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Namun urusan politik juga berbuntut panjang hingga ke masalah olahraga. Jakarta selalu menolak memberi visa bagi atlet Israel atau atlet Indonesia kerap menolak bertanding menghadapi lawannya dari negara Zionis itu.

Gara-gara Palestina masih dijajah Israel, Indonesia menolak tawaran membina hubungan resmi. Jakarta beralasan sesuai amanat pembukaan Undang-undang Dasar 1945, pembukaan kantor perwakilan diplomatik baru dapat dilakoni bila Palestina sudah merdeka.

Tentu saja boleh dikatakan mustahil itu tercapai. Sebab Palestina hanya mau menjadi sebuah negara dan beribu kota di Yerusalem Timur. Namun Israel sudah menetapkan sepihak Yerusalem adalah ibu kota abadi mereka dan tidak bisa dibagi dua dengan Palestina.

Meski begitu, Jakarta dan Tel Aviv diam-diam sudah lama membina hubungan, terutama di bidang perdagangan. "Hubungan dagang itu kemungkinan sudah dimulai oleh Shaul Eisenberg pada 1960-an dan 1970-an," kata Ketua Dewan Perdagangan Israel-Indonesia Emanuel Shahaf kepada Albalad.co kemarin melalui surat elektronik. "Tapi saya tidak tahu siapa saja kontaknya di Indonesia."

Shaul Nehamia Eisenberg merupakan konglomerat Yahudi kelahiran Jerman pada 1921. Ketika Nazi berkuasa dia pindah ke Jepang dan menikah dengan gadis setempat. Pada 1950-an dia mulai melebarkan bisnisnya ke Timur Jauh, terutama Korea Selatan.

Shahaf menjelaskan hubungan itu berjalan bagus sejak zaman Soeharto hingga sekitar 2010. Ekspor utama Indonesia ke Israel adalah batu bara dan minyak sawit. Sedangkan Indonesia mengimpor perlatan berteknologi mutakhir. "Puncaknya pada 2008, neraca perdagangan kedua negara hampir US$ 900 juta, US$ 800 jutanya adalah nilai ekspor Indonesia ke Israel," ujarnya.

Dia menyebutkan tidak ada kantor perwakilan dagang di masing-masing negara. Hanya ada Dewan Perdagangan Israel-Indonesia. "Tapi pemerintah Indonesia meminta nama itu tidak digunakan saat kami di Indonesia," ujarnya.

Hubungan dagang Indonesia-Israel menjadi resmi saat Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur berkuasa. Shahaf termasuk ikut berperan dalam mewujudkan itu hingga masa pemerintahan Megawati Soekanoputeri.

Selain hubungan dagang, kedua negara juga menjalin relasi di bidang militer dan intelijen. Pengusaha Yahudi Yan Mandari - sudah meninggal tahun lalu - pernah memperlihatkan foto-foto kepada Albalad.co berisi para pejabat Indonesia tengah mengunjungi sejumlah fasilitas militer dan intelijen Israel.

Israel sejatinya sudah berupaya mengajak Indonesia meresmikan hubungan mereka namun selalu ditampik. Dua menteri luar negeri - Ali Alatas dan Hassan Wirajuda - pernah bertemu secara informal dengan rekan kerjanya dari negara Zionis itu. Bahkan Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin pernah menemui Presiden Soeharto pada 1993 di Cendana, setelah meneken Perjanjian Oslo dengan pemimpin Palestina Yasir Arafat.

Namanya juga hubungan gelap, Jakarta dan Tel Aviv bakal selalu bermain petak umpet.

Ali Khamenei (kiri) saat Perang Iran-Irak. (Wikipedia)

Saat Iran dan Israel masih bersahabat

Iran memasok minyak dan balasannya Israel menyuplai senjata.

Basrah pada 1913, dipotret oleh pengusaha Swedia bernama Arne C Waern. (Wikimedia Commons)

Kanal Basrah, riwayatmu dulu

Di awal abad ke-20, tepian kanal-kanal di Basrah - menjadi pintu keluar menuju Teluk Persia - dihuni orang-orang Yahudi, Nasrani, dan muslim dengan damai.

Peserta program pendidikan pertanian di the Arava International Center of Agriculture Training (AICAT), berlokasi di selatan Israel. (aicat-arava.com)

52 mahasiswa Indonesia belajar pertanian di Israel

Mereka belajar selama sepuluh bulan dan lulus Juni lalu.

Sheikha Latifa, daughter of Dubai Emir Sheikh Muhammad bin Rashid al-Maktoum, with her Finnish friend, Tiina Jauhiainen. (@detainedindubai for Albalad.co)

Nestapa Syekha Latifah

Bahkan sepanjang hidupnya, Syekha Latifah baru sekali keluar Dubai, yakni saat kabur tahun ini.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Saat Iran dan Israel masih bersahabat

Iran memasok minyak dan balasannya Israel menyuplai senjata.

01 Agustus 2018
Nestapa Syekha Latifah
25 Juli 2018
Sapa Muqtada
21 Mei 2018

TERSOHOR