kisah

Modernisasi runtuhkan Makkah

Paling menyedihkan, modernisasi Makkah telah melenyapkan beragam warisan sejarah peninggalan zaman Nabi Muhammad dan para sahabat.

14 September 2015 09:50

Jatuhnya sebuah derek raksasa Jumat pekan lalu di Masjid Al-Haram, Makkah, Arab Saudi, telah membongkar bobroknya proyek modernisasi kota suci itu. Sebagian orang Saudi mengeluhkan pembangunan buat menyulap Makkah menjadi megapolitan malah kian membikin kota paling disucikan umat Islam sejagat - selain Madinah - ini berantakan.

Selama bertahun-tahun penduduk Makkah hidup dikelilingi pembangunan merajalela. Bukan hanya soal perluasan Masjid Al-Haram tapi juga Kota Makkah secara keseluruhan.

"Tiap dua tahun mereka memiliki sebuah rencana baru tidak terkait rencana sebelumnya," kata seorang aktivis, seperti kebanyakan warga Saudi takut menyebut nama mereka. "Jadi mereka harus menghancurkan masa lalu. Itulah kenapa orang Makkah dan jamaah haji menderita selama 15 tahun terakhir."

Hingar bingar pengerjaan proyek terlihat di mana-mana di Makkah. Bahkan hingga jauh dari kawasan Masjid Al-Haram, tengah diperluas sampai 400 ribu meter persegi sehingga mampu memuat 2,2 juta jamaah sekaligus.

Tragedi Masjid Al-Haram menewaskan 107 jamaah haji dan melukai 238 lainnya memang tidak bakal mengganggu pelaksanaan haji. Namun banyak warga Makkah menahan geram akibat pembangunan serampangan di kota mereka. "Ada beberapa insiden kecil, para pekerja terbunuh tapi tidak pernah ketahuan oleh pers," ujar pegiat itu. "Kali ini mereka tidak bisa menyembunyikan musibah itu (robohnya sebuah derek raksasa di Masjid Al-Haram)."

Proyek modernisasi Makkah senilai 17,2 juta pound sterling atau kini setara Rp 379 miliar itu dikerjakan oleh kontraktor terbesar di Saudi, yakni Saudi BinLadin Group, perusahaan milik keluarga mendiang Usamah Bin Ladin. Setelah proyek ini selesai, Makkah akan memiliki kawasan permukiman, jalan lingkar, areal parkir, dan jaringan kereta baru.

"Apa yang terjadi di Masjid Al-Haram Jumat pekan lalu adalah sebuah tragedi," kata Dr Irfan al-Alawi, Direktur Eksekutif Yayasan Penelitian Warisan Sejarah Islam, lembaga berkantor di Ibu Kota London, Inggris, kepada Albalad.co melalui WhatsApp sehari setelah kejadian. "Musibah itu bukan sebuah kejutan. Ada banyak kecelakaan sebelumnya."

Dia mencontohkan paling mutakhir adalah kebakaran beberapa lantai sebuah gedung tengah dibangun di sebelah Menara Jam Makkah. Tapi untuk mematikan api, mereka mesti memanggil armada pemadam kebakaran dari Taif, sekitar 45 menit jauhnya dari Makkah.

Dia menjelaskan mesin-mesin proyek di Makkah berada di wilayah bisa dimasuki masyarakat sehingga tidak aman. Bahkan sejumlah pekerja tidak mempunyai perangkat standar keamanan, seperti helm atau sarung tangan. "Tidak ada sistem kesehatan dan keamanan di lokasi proyek pembangunan," ujar Alawi.

Sejarawan kelahiran Makkah ini bilang tiga tahun terakhir 15 derek raksasa tertinggi di dunia berada di atas Masjid Al-Haram. "Jika sebuah derek raksasa bisa jatuh, apa yang bisa menghentikan derek lainnya agar tidak roboh kecuali kekuasaan Tuhan?"

Tahun depan di Makkah bakal berdiri hotel terbesar di dunia dengan sepuluh ribu kamar dan sekarang sedang dibangun. Dia mempersoalkan pula soal kesehatan dan keamanan dalam pengerjaan proyek itu.

Dia pun prihatin dengan kian banyaknya bangunan pencakar langit di Makkah. Ini telah menyulap Makkah menjadi seperti Manhattan, jantung Kota New York, Amerika Serikat. Contohnya adalah Menara Jam Makkah berlantai 76 dan kompleks Abraj al-Bait, terdiri dari enam menara berisi antara lain hotel mewah dan pusat belanja. "Makkah bukan kota biasa," dia menegaskan.

Seorang warga Makkah menilai proyek pembangunan ini untuk membagi-bagi kekayaan minyak di antara para pangeran dan kroni mereka. "Tidak ada manfaat nyata bagi orang Makkah," tuturnya.

Harga properti di sekitar Masjid Al-Haram merupakan salah satu yang termahal di dunia. Padahal tidak jauh dari sana ada permukiman imigran tidak tersentuh pembangunan. Kumuh.

"Bani Saud sangat ahli membenturkan satu pihak dengan pihak lain," kata warga Makkah lainnya. "Bila sebuah komunitas membikin masalah, mereka ditawarkan pekerjaan. Ini membuat mereka setia."

Visa dan izin tinggal juga menjadi alat kontrol sosial paling ampuh. Pemerintah Saudi dengan mudah membungkam komunitas imigran dengan ancaman deportasi massal.

Biarkan anjing Anda lapar dan ia membuntuti Anda," ujar penduduk Makkah lainnya. "Itulah pesan diterima Bani Saud dari ayah mereka."

Tapi paling menyedihkan, menurut Alawi, modernisasi Makkah telah melenyapkan beragam warisan sejarah peninggalan zaman Nabi Muhammad dan para sahabat. Termasuk rumah kelahiran Rasulullah dan kediaman Khadijah disulap menjadi toilet Masjid Al-Haram.

Sampai-sampai dia menegaskan umat Islam sudah terlambat buat selamatkan Makkah. "Kita sudah kehilangan 98 persen tempat bersejarah di Makkah dan Madinah," tuturnya kepada Albalad.co dalam wawancara khusus malam tahun baru lalu.

Rezim Bani Saud beraliran Wahabi selalu mengklaim sebagai pelaksana ajaran Islam murni dibawa Nabi Muhammad. Mereka kerap menyatakan diri sebagai pecinta nabi, namun malah meluluhlantakkan peninggalannya.

Padahal pecinta sejati mestinya menyimpan semua kenangan dari kekasihnya telah tiada sebagai pengingat.

Nura, bukan nama sebenarnya, menjadi cacat akibat serangan udara pasukan koalisi Arab Saudi di Yaman pada 2015. (Save the Children)

Sentuhan Zionis dalam Perang Yaman

Israel secara rahasia menjual senjata dan amunisi kepada Arab Saudi, termasuk bom fosfor merupakan senjata terlarang.

Salah, putra sulung mendiang Jamal Khashoggi. (Twitter)

Jamaah Masjid Al-Haram dan Masjid Nabawi salat gaib buat Khashoggi

Kejaksaan Agung Arab Saudi menuntut hukuman mati terhadap lima dari 21 tersangka pembunuh Khashoggi.

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz dari Arab Saudi. (huseofsaud.com)

Berpadu buat kudeta putera mahkota

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz pulang dengan misi menggulingkan Pangeran Muhammad bin Salman. Dia mendapat jaminan keamanan dari Amerika dan Inggris.

Wartawan pengkritik Arab Saudi Jamal Khashoggi. (Twitter)

Lika-liku pembunuhan Jamal Khashoggi

"Kami mengetahui kapan Jamal (wartawan Saudi Jamal Khashoggi) dibunuh, di ruangan mana dia dibunuh, dan di mana mayatnya dibawa untuk dimutilasi,"





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Sentuhan Zionis dalam Perang Yaman

Israel secara rahasia menjual senjata dan amunisi kepada Arab Saudi, termasuk bom fosfor merupakan senjata terlarang.

21 November 2018
Nihil Jamal di Istanbul
05 Oktober 2018

TERSOHOR