kisah

Teka teki pangeran Dubai

Gelar putera mahkota buat Syekh Rasyid al-Maktum dicopot karena dia kecanduan narkotik dan membunuh seorang asisten pribadinya.

23 September 2015 17:14

Dia putra tertua dari Wakil Presiden sekaligus Perdana Menteri Uni Emirat Arab (UEA) dan Emir Dubai Syekh Muhammad bin Rasyid al-Maktum. Pangeran ganteng dengan masa depan cerah.

Namun Sabtu pekan lalu Syekh Rasyid bin Muhammad bin Rasyid al-Maktum, 33 tahun, dikuburkan. Dia dinyatakan meninggal lantaran serangan jantung di rumahnya.

Daily Mail Online berhasil mengungkap banyak pertanyaan tidak terjawab: bagaimana lelaki sehat dan doyan berolahraga itu bisa mati muda. Dia rajin berlatih di pusat kebugaran dan menggemari olahraga berkuda seperti ayahnya.

Meski alasan resminya Syekh Rasyid menemui ajal karena serangan jantung, tapi selentingan beredar menyebut di kalangan kelas atas UEA, sang pangeran kecanduan kokain dan ganja, serta doyan memakai steroid.

Syekh Rasyid, tadinya memegang jabatan penting, diam-diam jarang muncul di depan publik beberapa tahun belakangan.

Dilahirkan pada November 1981, Syekh Rasyid merupakan putra sulung dari 12 bersaudara, anak dari pasangan Emir Dubai Syekh Muhammad bin Rasyid al-Maktum dan permaisuri Syekha Hind binti Maktum bin Juma al-Maktum. Keduanya bersepupu satu kali.

Mereka menikah saat Syekha Hind berusia 17 tahun. Pesta perkawinan ini diperkirakan menghamburkan fulus US$ 100 juta.

Dari dua istri, Syekh Muhammad bin Rasyid al-Maktum dikaruniai 24 anak. Tidak seperti istri muda suaminya, Puteri Haya binti Husain asal Yordania, Syekha Hind binti Maktum tipe perempuan Arab tradisional. Perempuan 53 tahun ini nyaris tidak pernah kelihatan di depan umum.

Setelah menamatkan pendidikan di sekolah bergengsi Rasyid School for Boys di Nad asy-Syiba, Syekh Rasyid melanjutkan ke akademi militer Sandhurst di Inggris hingga lulus pada 2002.

Sepulangnya ke Dubai, dia mulai menjalani peran penting, termasuk menggeluti bisnis. Salah satunya adalah United Holdings Group bergerak di bidang investasi.

Syekh Rasyid juga mendirikan tim berkuda Zabil Racing International. Dengan kekayaan pribadi US$ 1,9 miliar atau kini setara Rp 27,8 triliun, tidak sukar buat memacu prestasi tim kudanya. Hingga kini sudah memenangi 428 kejuaraan.

Syekh Rasyid pun joki jempolan. Pada Asian Games 2006 dia meraih dua medali emas.

Legenda hidup sepak bola Argentina Diego Maradona mengakui kehebatan Syekh Rasyid dalam cabang olahraga berkuda. Selama melatih klub Al-Wasl, Dubai, pada 2011, dia beberapa kali bertemu Syekh Rasyid. "Saya menyadari kemudian dia memiliki pengalaman kelas satu dan tahu banyak mengenai olahraga," ujar Maradona dalam pernyataan tertulis kepada surat kabar Al-Ittihad.

Namun kurang dari setahun kemudian, Syekh Rasyid mundur dari depan publik dan pada 2008 gelar putera mahkotanya dicopot. Putra ketiga, Syekh Maktum bin Muhammad al-Maktum, diangkat sebagai wakil emir Dubai.

Segalanya menjadi jelas buat kalangan elite UEA soal apa yang sebenarnya menimpa Syekh Rasyid. Menurut memo rahasia ditulis pelaksana tugas Konsul Jenderal Amerika Serikat untuk Dubai David Williams, Pangeran Hamdan bin Muhammad al-Maktum diangkat sebagai putera mahkota menggantikan kakaknya itu lantaran dia kian mencorong di acara-acara penting.

"Rasyid diduga membunuh seorang pembantunya," kata Wlliams. "Sehingga kesempatannya menjadi pewaris dihapus."

Walau nama korban tidak pernah terungkap tapi pembunuhan ini terjadi lantaran Syekh Rasyid suka mengamuk.

Cerita buruk Syekh Rasyid juga muncul dari Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. Kabel diplomatik bikinan Konsul Jenderal Amerika Martin Quinn menyebut para pangeran dari negara-negara Arab kerap menggelar pesta seks. Syekh Rasyid termasuk salah satu pesertanya.

Meski Istana Zabil tidak pernah berkomentar soal dugaan Syekh Rasyid menjadi pecandu narkotik, tudingan itu kian diyakini setelah pada 2011 dia mundur dari jabatannya sebagai Presiden Komite Olimpiade UEA dengan alasan beban kerja dia panggul terlalu berat.

Menurut Ali, mantan asisten pribadi keluarga Al-Maktum dan bekerja di Istana Longross di Surrey, Inggris, alasan sebenarnya karena Syekh Rasyid kecanduan obat terlarang. Saking akutnya, sang pangeran sejak 2009 sudah mulai menjalani pengobatan.

Ali dipaksa berhenti dari pekerjaan bergaji US$ 93 ribu (Rp 1,4 miliar) setahun itu. Namun dia kalah dalam sidang gugatan terhadap keluarga penguasa Dubai ini.

Hingga dia diumumkan wafat Jumat pekan lalu, Syekh Rasyid sudah lama bersembunyi di balik Istana Zabil. Apa pun kebenarannya soal masa kelam Syekh Rasyid, kematian sang pangeran di usia emasnya itu tetaplah sebuah tragedi.

Presiden Chad mengadakan pertemuan dengan tamunya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, di Ibu Kota N'Djamena, 20 Januari 2019. (Twitter/@netanyahu)

Antre berdamai dengan Israel

Turki menjadi negara muslim pertama mengakui Israel tapi puncak keberhasilan diplomasi Netanyahu kalau mampu menggaet Arab Saudi.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Skuad Macan binaan Bin Salman

Kewajiban 50 anggota Skuad Macan cuma satu: menaati perintah Bin Salman buat menculik atau menghabisi para pembangkang.

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

Kuasa Erdogan jaya ISIS

Ada kesepakatan antara ISIS dan intelijen Turki untuk membuka perbatasan bagi jihadis-jihadis ISIS cedera untuk dirawat di Turki.

Museum Hagia Sophia di Kota istanbul, Turki, saat musim dingin. (Maurice Flesier via Wikimedia Commons)

Makan malam pengubah status Hagia Sophia

Erdogan pada 10 Juli lalu seperti mengobati luka itu. Menjadikan Hagia Sophia masjid lagi bak sebuah kemenangan untuk kaum muslim.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Antre berdamai dengan Israel

Turki menjadi negara muslim pertama mengakui Israel tapi puncak keberhasilan diplomasi Netanyahu kalau mampu menggaet Arab Saudi.

14 Agustus 2020
Kuasa Erdogan jaya ISIS
05 Agustus 2020

TERSOHOR