kisah

Seencer otak Yahudi

Sejak abad pertama, seluruh anak lelaki Yahudi wajib disekolahkan paling lambat umur enam tahun.

07 Oktober 2015 17:15

Banyak orang, termasuk kaum muslim, mengakui dan meyakini orang Yahudi memang lebih pintar ketimbang ras lain. Bahkan dalam Al-Quran juga disebut kaum Yahudi adalah bangsa pilihan Tuhan.

Semua nabi dan rasul setelah Ibrahim adalah orang Yahudi dari keturunan Nabi Ishak. Hanya Muhammad, nabi sekaligus rasul akhir zaman, berdarah Arab dari keturunan Nabi Ismail.

Karena cerdas, banyak tokoh Yahudi memainkan peran penting dalam membentuk dunia modern saat ini, meski tidak semuanya positif. Di abad ke-20 saja ada ahli fisika Albert Einstein, Bapak Analisa Kejiwaan Sigmund Freud, pencipta paham komunis Karl Marx, pencipta vaksin polio Dr Jonas Salk dan Dr Albert Sabin serta penemu bom atom pertama Felix Bloch, Niels Bohr, Otto Frisch, Robert Oppenheimer, Leo Szilard, dan Edward Teller.

Ilmuwan-ilmuwan Yahudi begitu mendominasi ilmu fisika nuklir di Eropa selama 1930-an. Sampai-sampai masa itu dikenal dengan sebutan Fisika Yahudi.

Bahkan beberapa bukti menguatkan dugaan sebagian orang, pemusik legendaris Elvis Presley juga berdarah Yahudi.

Ada banyak kelebihan orang Yahudi ketimbang ras atau etnik lain. Proporsi orang Yahudi dengan tingkat kecerdasan 140 atau lebih diperkirakan enam kali lebih banyak dibanding kelompok etnik lain.

Meski jumlah orang Yahudi cuma seperlima ratus dari total tujuh miliar penduduk Bumi, mereka meraih 29 persen dari keseluruhan hadiah Nobel dibagikan sepanjang paruh kedua abad ke-20. Statistiknya meningkat di abad ini menjadi 32 persen.

Sedikitnya ada 194 orang Yahudi atau berdarah campuran Yahudi telah menerima hadiah Nobel di beragam bidang sejak 1901-2014. Mereka paling banyak meraih Nobel di bidang kedokteran, yakni 55 orang, disusul fisika (51), dan kimia (36).

Cpntph lainnya adalah pada 1954 sebanyak 24 dari 28 pelajar sekolah negeri di Kota New York, Amerika Serikat, mempunyai tingkat kecerdasan 170 atau lebih adalah orang Yahudi.

Charles Murray, penulis Yahudi berdarah campuran Skotlandia dan Irlandia, pernah menulis esai berjudul Yahudi Jenius dan dimuat di majalah Commentary. Dia bilang kebanyakan orang Yahudi cerdas lantaran keturunan bukan karena faktor lingkungan.

Kaum Yahudi, khususnya Ashkenazi (Yahudi keturunan Eropa) di Eropa Tengah dan Eropa Barat, selama berabad-abad sangat ketat menjaga kebiasaan untuk memilih istri atau suami jenius. Sehingga bisa menghasilkan anak berotak encer.

Tradisi ini dikuatkan oleh ajaran agama Yahudi. Seperti tertulis dalam Talmud: "Seorang lelaki harus menjual semua hartanya buat menikahi anak perempuan dari seorang ilmuwan dan mesti mengawini anak perempuannya dengan seorang cendekiawan."

Di kalangan masyarakat Yahudi pada Abad Pertengahan, pria-pria terpandai kerap menjadi rabbi sehingga mereka bisa menikahi anak-anak perempuan dari pengusaha sukses.

Dalam sebuah artikel berjudul Jewish Occupational Selection, dua ilmuwan Yahudi Maristella Botticini and Zvi Eckstein membahas mengenai dekrit dikeluarkan Joshua ben Gamla pada tahun 64. Kepala rabbi di Kuil Sulaiman, Yerusalem, ini mewajibkan seluruh anak lelaki bersekolah paling lambat umur enam tahun. "Dalam seabad saja, semua pria Yahudi sudah mahir membaca dan berhitung," kata Murray.

Selama berabad-abad pula lelaki Yahudi menjalankan kebiasaan harus mempelajari masalah hukum dan membaca dengan suara keras di tempat umum. Kedua hal ini untuk mempraktekkan keyakinan dan mengajari anak-anak mereka.

Tradisi mencerdaskan kepunyaan bangsa Yahudi, menurut ahli genetik Cyril Darlington, sebenarnya sudah berlangsung sejak 586 tahun sebelum kelahiran Yesus, yakni saat Raja Nebuchadnezzar dari Babilonia menguasai Yerusalem. Alkitab bilang sang raja memboyong semua orang-orang Yahudi cerdas ke Babilonia dan membiarkan kaum pandir tetap di Yerusalem.

Sebuah penelitian berjudul Dari Peluang ke Pilihan: Genetik dan Keadilan oleh Universitas Cambridge, Inggris, menemukan rata-rata tingkat kecerdasan Yahudi Ashkenazi adalah 117. Angka ini lebih tinggi seperlima ketimbang rata-rata kecerdasan penduduk Bumi.

Dari total orang Yahudi sejagat, 80 persennya adalah Yahudi Ashkenazi. Mereka keturunan Jerman di Abad Pertengahan dan seluruh Eropa. Sisanya merupakan Yahudi Sephardi asal Timur Tengah.

Riset lain menunjukkan tingkat kecerdasan Yahudi Ashkenazi sedikit di bawah 117, meski begitu mereka tetap paling jenius dibanding kelompok etnik lain.

Surat kabar USA Today pernah melansir walau jumlah orang Yahudi hanya 2,2 persen dari total penduduk Amerika Serikat, 30 persen dari mereka kuliah di kampus-kampus elite, 23 persen tergolong orang paling kaya di Amerika, dan 36 persennya menjadi sutradara film peraih Piala Oscar.

Albalad.co pernah mendapat cerita dari seorang pemuka Yahudi di Indonesia soal tradisi jempolan membikin Yahudi lebih jenius ketimbang etnik lain. "Kalau istri kami hamil, dia mesti makan ikan tanpa kepala dan mengerjakan soal matematika. Tingkat kesulitan soalnya dinaikkan terus saban selesai."

Prasasti soal Kerajaan Himyar di Bir Hima, Arab Saudi. (You Tube)

Kerajaan Yahudi di tanah suci

Arab Saudi dulunya masuk wilayah Himyar, kerajaan Yahudi.

Mariam Halabi di sebuah klinik di Kota Istanbul, Turki, bersama Moti Kahana, pengusaha membantu dia sekeluarga keluar dari Aleppo, Suriah. (Moti Kahana  buat Albalad.co)

Yahudi buncit dari Aleppo

"Saya tidak hanya menolong orang Yahudi. Saya sudah menyumbang US$ 100 ribu hingga US$ 2 juta buat rakyat Suriah," kata Moti Kahana.

Perempuan Haredim di Yerusalem. (Al-Arabiya)

Cinta gadis Yahudi saleha

Orang tua sang gadis menolak Moshe karena dia belajar di sekolah umum dan tidak mengenakan yarmulke.

Perempuan Haredim di Yerusalem. (Al-Arabiya)

Ongkos mahal menjadi Yahudi sekuler

Dalam masyarakat Haredim semua berbau sekuler dilarang, termasuk radio dan televisi.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Saat Iran dan Israel masih bersahabat

Iran memasok minyak dan balasannya Israel menyuplai senjata.

01 Agustus 2018
Nestapa Syekha Latifah
25 Juli 2018
Sapa Muqtada
21 Mei 2018

TERSOHOR