kisah

Karena Ali Syiah

Ali an-Nimr divonis hukuman pancung dan salib.

18 Oktober 2015 21:26

Kasusnya menarik perhatian masyarakat internasional. Dia masih anak-anak, 17 tahun, saat divonis hukuman mati tiga tahun lalu: dipancung dan disalib.

Pihak keluarga kian deg-degan karena Ali bin Muhammad an-Nimr sudah dipindahkan ke sel isolasi dalam sebuah penjara di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. Kunjungan keluarga dan komunikasi lewat telepon sudah dilarang.

"Pemerintah tidak memberi penjelasan soal pemindahan Ali," kata sang ayah, Muhammad an-Nimr, kepada surat kabar the Times. "Saya takut dia bisa dieksekusi kapan saja."

Ali ditangkap saat ikut berunjuk rasa memprotes diskriminasi terhadap kaum minoritas Syiah di Qatif. Pengadilan menjatuhkan hukuman mati atas dakwaan perampokan bersenjata, memiliki sebuah senapan mesin, menyerang pasukan keamanan, dan mengikuti demonstrasi ilegal.

Padahal hukum internasional melarang menjatuhkan vonis mati bagi terdakwa berusia di bawah 18 tahun. Namun hukuman berlaku di negara Kabah itu - mengklaim melaksanakan syariat Islam - membolehkan vonis ajal meski pelaku belum genap 18 tahun asal sudah menunjukkan tanda-tanda pubertas.

Dakwaan itu terdengar akal-akalan. Pihak keluarga meyakini tuduhan dan hukuman mati buat Ali lantaran dia anak dari keluarga Syiah. "Putra saya lelaki baik. Mereka memaksa dia meneken surat pengakuan atas kejahatan tidak pernah dia lakoni," ujar Muhammad.

Bagi rezim Wahabi berkuasa di Saudi, Syiah adalah sesat dan ingkar terhadap agama Islam. Bahkan mereka meyakini darah penganut Syiah halal ditumpahkan.

Nusrah al-Ahmad mengaku melihat bukti penyiksaan terhadap anaknya. Ada bekas luka di keningnya dan beberapa giginya patah dan hilang. "Dia (Ali) bilang kepada saya selama diinterogasi dia ditendang dan ditampar. Selama sebulan dia kencing darah," tuturnya.

Mahkamah Agung Saudi bulan lalu menolak banding diajukan kuasa hukum Ali. Amnesty International dan Perdana Menteri Inggris David Cameron sudah mendesak Ali dibebaskan.

Arab Saudi berkukuh vonis dijatuhkan sesuai hukum. Riyadh menegaskan tidak boleh ada campur tangan terhadap urusan dalam negeri mereka.

Karena Ali berpaham Syiah, hukuman pancung dan salib tinggal menghitung hari.

Dua pendiri perusahaan es krim Ben & Jerry's, Jerry Greenfield (kiri) dan Ben Cohen, tampil bareng pada 2010. (Wikimedia Commons)

Ben & Jerry's dan Anti-Zionis

Ben dan Jerry menegaskan mereka menyokong Israel tapi menentang penjajahan di Tepi Barat.

Demonstrasi antirezim di Provinsi Khuzestan, Iran. (Video screencapture)

Revolusi Air di negeri Mullah

Ahwaz sebelum Perang Dunia Kedua meletup adalah negara merdeka dan berdaulat bernama Ka'abi. Penguasa terakhirnya adalah Pangeran Khazal al-Kaabi.

Dua Mercedes Benz milik warga Gaza. (Albalad.co/Supplied)

Masih ada surga dunia di Gaza

Keluarga berkocek tebal di Gaza bisa menyewa vila dilengkapi kolam renang di daerah sejuk di utara Gaza. Terdapat satu-satunya klub Mercedes di Gaza.

Perempuan Arab Saudi tengah menggunakan telepon seluler. (Arab News)

Berburu seks halal dan murah meriah di negara Kabah

"Teman saya orang Saudi sudah sebelas kali menikah misyar," ujarnya. Dia ceraikan dan menikah lagi, cerai kemudian menikah kembali."





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Ben & Jerry's dan Anti-Zionis

Ben dan Jerry menegaskan mereka menyokong Israel tapi menentang penjajahan di Tepi Barat.

30 Juli 2021

TERSOHOR