kisah

Karena Ali Syiah

Ali an-Nimr divonis hukuman pancung dan salib.

19 Oktober 2015 04:26

Kasusnya menarik perhatian masyarakat internasional. Dia masih anak-anak, 17 tahun, saat divonis hukuman mati tiga tahun lalu: dipancung dan disalib.

Pihak keluarga kian deg-degan karena Ali bin Muhammad an-Nimr sudah dipindahkan ke sel isolasi dalam sebuah penjara di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. Kunjungan keluarga dan komunikasi lewat telepon sudah dilarang.

"Pemerintah tidak memberi penjelasan soal pemindahan Ali," kata sang ayah, Muhammad an-Nimr, kepada surat kabar the Times. "Saya takut dia bisa dieksekusi kapan saja."

Ali ditangkap saat ikut berunjuk rasa memprotes diskriminasi terhadap kaum minoritas Syiah di Qatif. Pengadilan menjatuhkan hukuman mati atas dakwaan perampokan bersenjata, memiliki sebuah senapan mesin, menyerang pasukan keamanan, dan mengikuti demonstrasi ilegal.

Padahal hukum internasional melarang menjatuhkan vonis mati bagi terdakwa berusia di bawah 18 tahun. Namun hukuman berlaku di negara Kabah itu - mengklaim melaksanakan syariat Islam - membolehkan vonis ajal meski pelaku belum genap 18 tahun asal sudah menunjukkan tanda-tanda pubertas.

Dakwaan itu terdengar akal-akalan. Pihak keluarga meyakini tuduhan dan hukuman mati buat Ali lantaran dia anak dari keluarga Syiah. "Putra saya lelaki baik. Mereka memaksa dia meneken surat pengakuan atas kejahatan tidak pernah dia lakoni," ujar Muhammad.

Bagi rezim Wahabi berkuasa di Saudi, Syiah adalah sesat dan ingkar terhadap agama Islam. Bahkan mereka meyakini darah penganut Syiah halal ditumpahkan.

Nusrah al-Ahmad mengaku melihat bukti penyiksaan terhadap anaknya. Ada bekas luka di keningnya dan beberapa giginya patah dan hilang. "Dia (Ali) bilang kepada saya selama diinterogasi dia ditendang dan ditampar. Selama sebulan dia kencing darah," tuturnya.

Mahkamah Agung Saudi bulan lalu menolak banding diajukan kuasa hukum Ali. Amnesty International dan Perdana Menteri Inggris David Cameron sudah mendesak Ali dibebaskan.

Arab Saudi berkukuh vonis dijatuhkan sesuai hukum. Riyadh menegaskan tidak boleh ada campur tangan terhadap urusan dalam negeri mereka.

Karena Ali berpaham Syiah, hukuman pancung dan salib tinggal menghitung hari.

Ali Khamenei (kiri) saat Perang Iran-Irak. (Wikipedia)

Saat Iran dan Israel masih bersahabat

Iran memasok minyak dan balasannya Israel menyuplai senjata.

Basrah pada 1913, dipotret oleh pengusaha Swedia bernama Arne C Waern. (Wikimedia Commons)

Kanal Basrah, riwayatmu dulu

Di awal abad ke-20, tepian kanal-kanal di Basrah - menjadi pintu keluar menuju Teluk Persia - dihuni orang-orang Yahudi, Nasrani, dan muslim dengan damai.

Sheikha Latifa, daughter of Dubai Emir Sheikh Muhammad bin Rashid al-Maktoum, with her Finnish friend, Tiina Jauhiainen. (@detainedindubai for Albalad.co)

Nestapa Syekha Latifah

Bahkan sepanjang hidupnya, Syekha Latifah baru sekali keluar Dubai, yakni saat kabur tahun ini.

Menteri Luar Negeri Qatar Syekh Muhamnad bin Abdurrahman ats-Tsani. (Saudi Gazette)

Duit sebukit tebusan pangeran

Uang tebusan untuk pembebasan rombongan pemburu asal Qatar itu sebesar US$ 1 miliar ditambah US$ 150 juta.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Saat Iran dan Israel masih bersahabat

Iran memasok minyak dan balasannya Israel menyuplai senjata.

01 Agustus 2018
Nestapa Syekha Latifah
25 Juli 2018
Sapa Muqtada
21 Mei 2018

TERSOHOR