kisah

Nila di tanah suci

Anak-anak muda kaya Saudi juga doyan menenggak pil Captagon buatan Suriah. Narkotik jenis ini juga digemari para jihadis milisi ISIS untuk menjaga stamina biar bisa bertempur lebih lama.

21 Oktober 2015 10:41

Foto itu begitu mengagetkan dan belum pernah terbit sekalipun di media. Suatu malam di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, seorang perempuan berpakaian khas kaum hawa di negara Kabah itu - berabaya dan berjilbab serba hitam - tergeletak di pinggir jalan. Terkapar karena mabuk berat.

Bagi orang awam barangkali sulit dipercaya. di negara mengklaim melaksanakan syariat Islam secara ketat, ada perempuan bisa teler berat. Tapi itulah kenyataan kerap ditutup-tutupi.

Seorang ekspatriat asal Inggris bekerja di Arab Saudi mengungkapkan kalangan elite di negeri Dua Kota Suci itu sudah biasa pesta seks dan mabuk-mabukkan. Menyewa pelacur lewat media sosial Tinder, mengisap ganja, membeli pil aborsi di pasar gelap, hingga menenggak minuman beralkohol sudah lazim bagi mereka.

"Arab Saudi selalu membanggakan diri dengan tampil sebagai negara religius di depan dunia internasional, padahal aslinya semua diharamkan itu tersedia asal harganya cocok," katanya kepada surat kabar the Sunday Mirror. "Orang-orang menutup mata terhadap kebobrokan di salah satu negara paling tajir sejagat itu karena uang (buat tutup mulut) bagi mereka bukan masalah."

Padahal berzina, menenggak minuman beralkohol, atau memakai narkotik bisa diancam hukuman mati di sana. Tapi sering kali polisi syariat atau mutawa cuma berani bertindak terhadap kaum papa dan para imigran.

Foto itu keluar di tengah kontroversi menimpa warga Inggris bernama Karl Andree, 74 tahun. Dia ditangkap Agustus tahun lalu di Kota Jeddah ketika tengah membawa anggur buatan rumah dalam mobilnya. Penderita kanker dan asma ini divonis 350 kali cambukan dan sudah mendekam dalam penjara lebih dari setahun.

Sumber itu mengungkapkan minuman keras produksi rumahan di Arab Saudi juga dijual secara ilegal dan gampang ditemukan di semua kota, termasuk Makkah dan Madinah. Anggur lokal berbahan baku kentang ini berkadar alkohol 99 persen.

Tony, 49 tahun, konsultan bisnis pernah bekerja di Arab Saudi selama lima tahun, membenarkan soal tradisi mabuk-mabukkan di kalangan papan atas di negara itu. "Kebanyakan dari kaum adam saya kenal memiliki stok Jack Daniels dan minuman keras lainnya," ujar lelaki Inggris ini.

Budaya pesta seks di Saudi juga bukan hal baru. Lima tahun lalu Wikileaks membocorkan kawat rahasia dari seorang diplomat bertugas di Konsul Jenderal Amerika di Kota Jeddah.

Seorang pangeran dari keluarga At-Thunayan menggelar pesta Halloween pada 2009, dihadiri lebih dari 150 lelaki dan perempuan Saudi berusia 20-an dan 30-an tahun. Pesta liar itu berlangsung di sebuah vila dijaga ketat para pengawal.

Para tamu dilayani sejumlah bartender asal Filipina. Minuman beralkohol berlimpah di sana dan sejumlah pelacur didatangkan. Termasuk vodka Smirnoff sebotol harganya 1.500 riyal atau kini setara Rp 5,5 juta, sedangkan vodka lokal seharga 100 riyal (Rp 365 ribu) per botol.

Anak-anak muda kaya Saudi juga doyan menenggak pil Captagon buatan Suriah. Narkotik jenis ini juga digemari para jihadis milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) untuk menjaga stamina biar bisa bertempur lebih lama. "Ini memicu kematian karena serelah minum Captagon mereka melakoni Drifting," tutur sumber yang sama.

Jadi jangan tertipu dengan status Arab Saudi memiliki tanah suci Makkah dan Madinah. Sebab yang disucikan adalah kotanya bukan penghuninya.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Proyek fantasi Bin Salman di tepi Laut Merah

"Dia mengira dirinya seperti Tuhan ingin membuat peradaban baru," tutur Alia al-Huwaiti. "Atau seperti Firaun, siapa saja menolak pikirannya akan mati atau lenyap."

Lukisan wajah Yesus berjudul Salvator Mundi. (The Art Newspaper)

Lukisan palsu Da Vinci kepunyaan Bin Salman

Bin Salman menuntut Salvator Mundi miliknya dipajang di sebelah lukisan berjudul Mona Lisa. Calon raja kedelapan Saudi ini menjanjikan fulus dalam jumlah sangat banyak kalau Prancis setuju.

Seorang tentara Myanmar memakai Uzi, senapan serbu buatan Israel, saat menghadapi demonstran antikudeta. (Twitter)

Teknologi militer Israel, darah demonstran Myanmar

Jenderal Senior Ming Aung Hlain, panglima angkatan bersenjata Myanmar memimpin kudeta awal bulan lalu, pernah mengunjungi kantor Elbit saat melawat ke Israel pada 2015.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Al-Arabiya)

Tiga isyarat Biden agar Bin Salman lakukan kudeta

Kalau mau dianggap selevel dengan Biden, dia mesti buru-buru naik takhta dan tentu harus menyingkirkan ayahnya dari singgasana.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Proyek fantasi Bin Salman di tepi Laut Merah

"Dia mengira dirinya seperti Tuhan ingin membuat peradaban baru," tutur Alia al-Huwaiti. "Atau seperti Firaun, siapa saja menolak pikirannya akan mati atau lenyap."

10 Mei 2021

TERSOHOR