kisah

Palagan Sulaimani

Qasim Sulaimani seperti hampir tinggal di Damaskus karena saking seringnya bertemu Assad dan bolak balik ke pusat komando operasi.

02 Desember 2015 14:26

Dalam sebuah pertemuan Juli lalu di Ibu Kota Moskow, Rusia, seorang jenderal asal Iran membentangkan sebuah peta Suriah di atas meja kepada tuan rumahnya. Dia menjelaskan bagaimana kekalahan Presiden Basyar al-Assad bisa diubah menjadi kemenangan dengan bantuan Rusia.

Lawatan Mayor Jenderal Qasim Sulaimani ke Moskow itu adalah langkah pertama dalam merencanakan intervensi militer Rusia dan telah mengubah jalannya perang di Suriah. Sekaligus kian menguatkan aliansi Iran-Rusia dalam menyokong Assad, seperti dilansir kantor berita Reuters.

Hasilnya terlihat sekarang. Rusia menggempur para pemberontak lewat udara dan pasukan khusus Iran melancarkan serangan dari darat.

Rusia kini kian mempunyai alasan kuat setelah pesawat penumpangnya akhir Oktober lalu jatuh akibat ledakan bom di Semenanjung Sinai. Milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) mengaku bertanggung jawab atas insiden itu. Kremlin kian murka setelah Turki menembak jatuh satu Sukhoi Su-24 Rusia Selasa pekan lalu.

Sulaimani adalah komandan Pasukan Quds, pasukan khusus menjadi sayap operasi di luar negeri dari Garda Revolusi Iran. Dia melaporkan langsung segalanya kepada pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei.

Perannya di kawasan sebagai komandan lapangan telah diperluas untuk membantu pasukan Assad menumpas pemberontak, termasuk milisi ISIS. Sulaimani pula merencanakan sekaligus mengomandoi perang atas ISIS di Irak.

Dalam pertemuan di Moskow itu Sulaimani meyakinkan Rusia, kian merangseknya kaum pemberontak ke arah Latakia membahayakan basis dukungan pemerintah di kampung halaman Assad itu. Satu-satunya pangkalan Angkatan Laut Rusia di Laut Mediterania, yaksi di Tartus, juga terancam.

"Pihak Rusia merasa sangat cemas dan menyadari bahaya bagi rezim Assad. Iran meyakinkan mereka masih ada kesempatan buat membalikkan keadaaan," kata seorang pejabat senior di kawasan itu. "Waktu itu Sulaimani berperan meyakinkan Rusia mereka belum kehilangan semua kartu."

Tiga pejabat senior di Timur Tengah mengungkapkan lawatan Sulaimani ke Moskow Juli lalu itu sudah didahului oleh kontak tingkat tinggi antara kedua negara, sehingga menghasilkan kesepakatan politik untuk menggenjot dukungan buat Assad.

Sebelum membujuk Rusia untuk terlibat langsung, Iran sudah memobilisasi milisi Hizbullah dan Pasukan Quds untuk berperang bareng pasukan Assad.

Rusia, sekutu Damaskus sejak Perang Dingin, telah memasok persenjataan kepada pasukan Suriah dan melindungi negara itu secara diplomatik dari ancaman sanksi Barat.

Keputusan untuk melakukan intervensi militer gabungan Iran-Rusia dicapai dalam pertemuan antara Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei beberapa bulan lalu. "Sulaimani ditugaskan oleh Khamenei untuk memimpin operasi di pihak Iran, terbang ke Moskow untuk membahas detail perencanaan," ujar seorang pejabat keamanan senior di kawasan itu. "Dia juga beberapa kali berkunjung ke Suriah sejak saat itu."

Pemerintah Rusia bilang intervensi militer mereka lakukan karena ada permintaan resmi dari Assad. Presiden Suriah ini Juli lalu mengatakan angkatan bersenjatanya kekurangan personel.

Khamenei juga mengirim seorang utusan senior ke Moskow untuk menemui Presiden Vladimir Putin. "Putin bilang kepada dia 'Oke, kami akan ikut campur. Kirim Qasim Sulaimani ke sini'. Dia kemudian datang untuk menjelaskan peta perencanaan perang di Suriah," tutur seorang pejabat senior lainnya.

Jet-jet tempur Rusia, ditempatkan di pangkalan udara di Provinsi Latakia, sejak akhir September lalu mulai membombardir para pemberontak di Suriah.

Sejumlah sumber bilang ratusan tentara dari Iran sudah tiba di Suriah sejak akhir September untuk ikut melancarkan serangan darat besar-besaran di barat dan barat daya negara itu. Sekitar tiga ribu serdadu Hizbullah juga bergabung dengan pasukan Assad.

Seorang sumber keamanan senior membisikkan sesuai kesepakatan Moskow dan Teheran, serangan udara Rusia bakal mendukung serbuan darat dilancarkan Iran, Suriah, dan Hizbullah.

Kesepakatan itu juga termasuk memasok persenjataan Rusia lebih canggih kepada angkatan darat Suriah dan membangun pusat komando operasi bersama, juga untuk memantau operasi militer atas ISIS di Irak. Satu pusat komando di Damaskus, satunya lagi di Ibu Kota Baghdad.

Satu sumber senior lainnya bilang Sulaimani seperti hampir tinggal di Damaskus karena saking seringnya bertemu Assad dan bolak balik ke pusat komando operasi.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir menggendong Hanan, anak pengungsi Suriah tinggal bersama orang tuanya di sebuah kamp di Distrik Zajla, Lembah Bekaa, Libanon. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Derma Zionis buat pemberontak Suriah

Jumlah senjata dan dana diberikan Israel kepada para pemberontak Suriah kecil ketimbang bantuan diberikan negara-negara lain, termasuk Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Amerika Serikat.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir menggendong Hanan, 4 tahun, anak pengungsi Suriah tinggal di sebuah kamp di Lembah Bekaa, Libanon, 11 April 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Kenangan pahit di negara Syam

Perang memang cuma menyisakan kenangan pahit bagi pelaku dan korban.

Mayor Jenderal Qasim Sulaimani, komandan Pasukan Quds, sayap luar negeri dari Garda Revolusi Iran. (YouTube/BBC Newsnight)

Haji Qasim, kolega rahasia Amerika

Sulaimani lazim mengirim pesan-pesan singkat kepada para komandan Amerika di Irak.

Seorang lelaki memegang elang di resor di gurun Al-Maha, Dubai. (weekenduae.com)

Sandera ningrat Qatar dan konflik Suriah

Pembebasan 26 pangeran Qatar diculik di Irak terkait pertukaran penduduk Syiah dan Sunni di Suriah. Qatar membayar tebusan jutaan dolar Amerika.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Lika-liku pembunuhan Jamal Khashoggi

"Kami mengetahui kapan Jamal (wartawan Saudi Jamal Khashoggi) dibunuh, di ruangan mana dia dibunuh, dan di mana mayatnya dibawa untuk dimutilasi,"

12 Oktober 2018
Nihil Jamal di Istanbul
05 Oktober 2018
Bungkam ulama guncang Al-Haram
26 September 2018

TERSOHOR