kisah

Mimpi Muhammad bangun kembali Aleppo

Muhammad Qatisy bercita-cita menjadi arsitek atau insinyur.

30 Desember 2015 19:44

Bagi Fauzi, mahasiswa Indonesia di Suriah, Aleppo amat berkesan. Dia sudah beberapa kali melawat ke sana, terakhir pada 2013, dua tahun setelah pecah perang saudara di negara Syam itu.

Kalau ke Aleppo, dia paling suka ke Masjid Agung Aleppo atau Masjid Umayyah, masjid terbesar di kota terbesar kedua di Suriah. "Saya juga gemar makan kebab Halabi," katanya kepada Albalad.co melalui WhatsApp pekan lalu.

Ahsin, juga dari Indonesia, sependapat. Dia paling senang duduk santai di Benteng Aleppo sambil minum teh.

Kota kuno Aleppo memang indah dan bersejarah. Karena posisinya strategis, sejak masa lalu ia menjadi rebutan beragam bangsa.

Aleppo - dulu bernama Halab - termasuk kota tertua di dunia, sudah ada sejak tahun 2000 sebelum Masehi. Dalam naskah Babilonia (750 sebelum Masehi), nama Halab sudah disebut. Begitu pula nama Aleppo ada dalam inskripsi Mesir kuno.

Namun kota ini sudah luluh lantak dihantam perang sejak 2011. Barangkali butuh bertahun-tahun untuk menjadikan Aleppo kembali menjadi kota metropolitan seperti semula.

Tapi Muhammad Qatisy, 13 tahun, tinggal di Aleppo, sudah membangun lagi kota itu dengan menggunakan kertas, kayu, mainan, dan barang-barang bekas lain dalam kamar tidurnya. Dia bercita-cita menjadi insinyur untuk mewujudkan mimpi membangun lagi kota kelahirannya itu dalam kehidupan nyata.

"Ketika saya mulai membangun miniatur kota, saya berpikir soal masa depan saya," kata Muhammad kepada Al-Jazeera saat ditemui di Aleppo. Dia berharap bisa kuliah di luar negeri dan pulang untuk membangun Aleppo. "Saya mau menjadi arsitek atau insinyur."

Muhammad mulai membangun miniatur Aleppo musim panas tahun ini dan masih berlangsung sampai kini. Semua bangunan dia bikin dari kertas disimpan dalam kamar tidurnya. Tinggi bangunan itu rata-rata beberapa sentimeter dan untuk rumput dia kasih warna hijau.

Pintu dan jendela dari bangunan-bangunan itu dia cat dan jalan-jalan Aleppo masa depan, dalam bayangannya, dpenuhi mobil-mobilan.

Dari sekian banyak bangunan dia bikin, termasuk sebuah stadion sepak bola. "Saya biasa ke sana dengan ayah saya," ujar Muhammad. Tapi karena perang kian sengit, ritual itu tidak dia kerjakan lagi.

Dia juga membuat miniatur Citadel of Aleppo dan bangunan-bangunan ikonik lainnya di dunia, termasuk Gedung Putih di Washington D.C. dan Masjid Al-Aqsa di Yerusalem. "Ini bangunan paling berpengaruh di dunia," ucapnya.

Kawan-kawan sebayanya kadang datang melihat dan memotret hasil kerajinan tangan Muhammad. Mustafa, teman sekelasnya, juga ingin menjadi insinyur. "Saya ingin membangun rumah-rumah hancur karena dibom," tuturnya.

Wail Qatisy, ayah dari Muhammad, menyokong betul impian putranya itu. "Saya ingin dia keluar dari Aleppo."

Pertempuran segitiga antara pasukan pemerintah, pemberontak, dan milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) masih menjadi pemandangan saban hari di Aleppo. Keinginan Muhammad membangun kembali kota kelahirannya ini pun masih sebatas angan.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir menggendong Hanan, 4 tahun, anak pengungsi Suriah tinggal di sebuah kamp di Lembah Bekaa, Libanon, 11 April 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Kenangan pahit di negara Syam

Perang memang cuma menyisakan kenangan pahit bagi pelaku dan korban.

Seorang lelaki memegang elang di resor di gurun Al-Maha, Dubai. (weekenduae.com)

Sandera ningrat Qatar dan konflik Suriah

Pembebasan 26 pangeran Qatar diculik di Irak terkait pertukaran penduduk Syiah dan Sunni di Suriah. Qatar membayar tebusan jutaan dolar Amerika.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir pada 3 April 2017 mengunjungi keluarga Abu Muhammad, pengungsi asal Suriah kini menetap di kamp Azraq, Yordania. (Faisal Assegaf, Albalad.co)

Harap syahid puja Yesus

Muhammad mengaku lebih tenang setelah membaca Injil ketimbang Al-Quran.

Desain Stadion Sports City bakal dipakai dalam Piala Dunia 2022 di Qatar. (qatar.to/Ilustrasi)

Bola bergulir lagi di Aleppo

Ittihad menang 2-1 atas tim sekota Hurriyah.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Sapa Muqtada

Ali Akbar Velayati, penasihat utama Pemimpin Agung Iran Ali Khamenei, Februari lalu bilang Teheran akan mencegah Sadr dan aliansi politiknya memerintah Irak.

21 Mei 2018

TERSOHOR