kisah

Diintimidasi agen Mossad

F masuk daftar hitam Mossad lantaran berhubungan dengan Mordechai Vanunu, pembocor program rahasia nuklir Israel.

26 Januari 2015 09:48

F sudah lupa bulan apa. Yang jelas kejadiannya di semester kedua 2004. Ceritanya begini. Suatu hari lelaki berinisial Y menghubungi dia. Entah dari mana Y mendapatkan nomor telepon seluler F.

Lebih mengejutkan lagi, dia juga tahu nama F meski baru pertama kali mengontak. "Ada orang dari Tel Aviv mau bertemu kamu. Ini terkait wawancara kamu dengan Mordechai Vanunu," katanya, seperti diceritakan F kepada Albalad.co Sabtu pekan lalu.

F sudah menduga orang mau bertemu dia adalah agen Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel). Sang istri mengingatkan agar F berhati-hati. F menyanggupi permintaan itu dan menyaratkan pertemuan berlangsung di tempat terbuka.

Akhirnya disetujui pertemuan dengan agen Mossad itu dilakukan di fountaine lounge Hotel Grand Hyatt, Jakarta Pusat. Di sana pula F bertemu Y, pria keturunan Yahudi. Dia datang bersama seorang lelaki bernama David Ben Luhu, orang ingin menemui F.

David muncul dengan setelan celana panjang jins biru dan kaus ketat ditutup jas berwarna gelap. Tingginya hampir dua meter. Dia mengaku baru pulang tugas dari Afrika. Y meninggalkan mereka berdua.

Tanya jawab semacam interogasi terjadi. David menanyakan bagaimana F bisa mewawancarai Vanunu. Dia menakut-nakuti F, hubungan dengan Vanunu bisa membahayakan jiwa F. "Kamu telah mewawancarai musuh negara kami," ujar David. "Memangnya kenapa? Saya wartawan. Saya bebas mewawancarai siapa saja," jawab F.

Bukan sekadar intimidasi lisan, David juga memperlihatkan Beretta tersembunyi di balik jasnya. Melihat F tidak takut, David lantas bertanya, "Siapa kamu kenal di Israel?" F lantas menunjukkan daftar kontak di Israel tertera dalam telepon selulernya. Di sana ada nama Raanan Gissin (penasihat Perdana Menteri Ariel Sharon), Tzipi Livni (Menteri Luar Negeri), Yuval Steinitz (Menteri Keuangan), dan Gideon Ezra (Menteri Keamanan Dalam Negeri). Sikap David lantas melunak. "Kamu harus hati-hati karena kamu masih muda," tuturnya.

Vanunu adalah ahli nuklir Israel membocorkan program rahasia senjata nuklir negara Zionis itu. Dia dianggap berkhianat dan dipenjara 18 tahun. Setelah dibebaskan pada April 2004, Vanunu dikenai tahanan kota. Dia tidak boleh meninggalkan Yerusalem. Meski begitu F masih menjalin kontak lewat telepon seluler dan surat elektronik. Vanunu kini tinggal di sebuah flat di Yerusalem Timur.

Karena berhubungan dengan Vanunu pula, nama F masuk dalam daftar hitam di Israel. “Saya tahu hal itu dari Y, Vanunu, dan Gissin,” tutur F. “Padahal saya cuma mau melanjutkan kuliah ke Israel.”

Rabbi Avraham Sinai bersama putranya, Amos Sinai, pada Mei 2016 berdiri memandang ke arah Libanon dari wilayah perbatasan di Israel. (Channel 2)

Rabbi pengkhianat Partai Tuhan

Selama sepuluh tahun, Ibrahim Yasin bergabung dengan Hizbullah sekaligus menjadi informan Israel. Sejak 1997, dia dan keluarganya pindah ke Israel.

Gideon Fan, orang Cina berdarah Yahudi, tengah berdoa di Tembok Ratapan di Kota Yerusalem Timur. (Courtesy)

Yahudi bermata sipit

Untuk pertama kalinya militer Israel menerima tujuh orang Yahudi berdarah Cina menjadi tentara.

Logo Mossad. (mysticpolitics.com)

Melawat ke markas Mossad

Mossad hanya memiliki hampir 1.200 pegawai, termasuk sekretaris dan sopir.

Pendiri sekaligus pemimpin senior Hamas di Jalur Gaza Mahmud Zahar tengah memegang senapan AK-47 milik mendiang putranya, Husam, di rumahnya, Kota Gaza, Rabu, 24 Oktober 2012. (faisal assegaf/albalad.co)

Kenangan Perang Gaza

Waktu perang meledak tahun lalu, kediaman Zahar rata dengan tanah akibat gempuran udara Israel.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Lika-liku pembunuhan Jamal Khashoggi

"Kami mengetahui kapan Jamal (wartawan Saudi Jamal Khashoggi) dibunuh, di ruangan mana dia dibunuh, dan di mana mayatnya dibawa untuk dimutilasi,"

12 Oktober 2018
Nihil Jamal di Istanbul
05 Oktober 2018
Bungkam ulama guncang Al-Haram
26 September 2018

TERSOHOR