kisah

Mengorek kehidupan janda Baghdadi

Saja ad-Dulaimi menikah dengan pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi enam tahun lalu, namun perkawinan mereka cuma bertahan tiga bulan.

16 Februari 2015 23:14

Selama berbulan-bulan, janda dari mungkin buronan nomor wahid di dunia ini mengirim uang tunai secara rahasia dari Libanon, menurut sejumlah pejabat militer Libanon.

Dia memalsukan identitasnya. Dia memakai nama Mallak Abdullah, warga negara Suriah. Namun setelah diinterogasi, para pejabat itu memastikan dia adalah Saja ad-Dulaimi, perempuan Irak enam tahun lalu pernah menikah dengan pemimpin ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) Abu Bakar al-Baghdadi.

November tahun lalu, angkatan darat Libanon menangkap Saja bersama satu anak perempuannya merupakan putri kandung Baghdadi. Keduanya ditahan di kompleks Kementerian Pertahanan di Ibu Kota Beirut.

Saja setidaknya pernah memiliki tiga suami dan tinggal di beberapa negara di Timur Tengah. Dia berkemauan keras dan independen.

"Dia bukan perempuan biasa digambarkan dalam dunia militan Islam," kata Fawaz A. Gerges, profesor studi Timur Tengah di the London School of Economics. Dia menggambarkan profil Saja sebagai jihadis terhormat.

Dia menjelaskan kebanyakan perempuan semacam itu melaksanakan serangan bunuh diri dan membantu mengumpulkan informasi intelijen serta mengirim dana bagi kelompok-kelompok radikal.

Pengadilan militer di Libanon telah mengadili Saja dan dia tidak dikasih pengacara. Dia didakwa membiayai terorisme.

Saja, 30-an tahun, bermukim di Arsal, kota di Libanon berbatasan dengan Suriah. Dia mudah berbaur di kamp-kamp pengungsi Suriah jumlah penghuninya melebihi 35 ribu penduduk Arsal.

"Ada banyak orang (pengungsi Suriah) tinggal di wilayah ini, jadi dia bisa hidup di sini tanpa dikenali," ujar seorang warga setempat tidak mau ditulis identitasnya demi alasan keamanan.

Warga lain mengaku bernama Bahjat bilang Arsal telah menjadi rumah bagi banyak anggota keluarga ekstremis tengah bertempur di Suriah. "Kami semua tahu istri-istri dan keluarga pejuang serta komandan menetap di Arsal karena mereka tidak tahu mau menempatkan mereka di mana lagi," tuturnya.

Sekitar enam tahun lalu, menurut para pejabat militer Libanon, Saja menikah dengan Baghdadi, lelaki dari Kota Samarra, utara Ibu Kota Baghdad, Irak. Namun rumah tangga mereka cuma bertahan tiga bulan, kata Syekh Hasan ad-Dulaimi, sesepuh dari Provinsi Anbar berasal dari suku sama dengan Saja.

Pernikahan itu memang dipaksakan oleh Hamid ad-Dulaimi, ayah Saja. Di kawasan-kawasan terpencil di Irak, perkawinan bisa bermotif politik buat memperkuat ikatan keluarga. Hamid waktu itu mungkin meyakini menikahkan Saja dengan Baghdadi sangat bermanfaat bagi keluarga besarnya.

Tapi Labib Kamhawi, pengamat tinggal di Yordania, berpendapat lain. Dia melihat Baghdadi memaksakan pernikahan itu lantaran kesohoran suku Dulaimi. Dia menekankan mudahnya bercerai sudah merupakan tradisi di Irak.

Para pejabat militer Libanon menilai Saja benar-benar cantik. Perempuan tidak bercadar ini kerap melawan saat diinterogasi. "Karena dia benar-benar memegang teguh keyakinannya," kata seorang pejabat militer berwenang dalam kasus Saja.

Sebelum tinggal serumah dengan Baghdadi, Saja telah menikah dengan lelaki Irak dan dikaruniai dua putra. Anak perempuan dari hasil perkawinan dengan Baghdadi mungkin berusia lima tahun.

Banyak anggota keluarga Saja terlibat dalam kegiatan militan di Irak. Ayahnya, Hamid, akhirnya bergabung dengan ISIS. Dia tewas lebih dari setahun lalu dalam pertempuran dekat Kota Homs, Suriah.

Saat itu pasukan Suriah menangkap Saja di dekat Homs di mana dia tinggal bareng ayah dan seorang kakak perempuannya. Maret tahun lalu, Saja termasuk di antara 150 orang dibebaskan dalam pertukaran tawanan dengan Jabhat Nusrah. Kelompok ini melepaskan sembilan biarawati Yunani mereka sandera.

Saja kemudian pindah ke Arsal, Libanon. Milisi terkait ISIS dan Jabhat Nusrah Agustus tahun lalu mengepung Arsal dan berhasil menculik lebih dari 20 tentara Libanon.

Menurut seorang pejabat intelijen militer senior, Saja menerima duit sedikitnya US$ 200 ribu kemudian dikirim bagi kaum militan tengah berperang di Suriah. Dia mengungkapkan beberapa dari jumlah itu kiriman dari warga negara-negara Arab Teluk. Fulus ini dikirim lewat organisasi-organisasi di Libanon menyamar membantu pengungsi Suriah.

Salim Zahran, pengamat asal Libanon dekat dengan para pejabat militer, mengatakan Saja mudah saja mengirim uang bagi kelompok radikal di Suriah karena dia perempuan. Tradisi konservatif berlaku di negara-negara Arab membikin pasukan di pos pemeriksaan atau perbatasan hanya bisa memandangi perempuan dan gadis tanpa bisa memeriksa langsung. "Kelompok-kelompok seperti Al-Qaidah menggunakan perempuan untuk memanfaatkan tradisi ini, seperti dilakukan Saja," katanya.

Untuk memastikan kedua tahanan berharga itu benar-benar kerabat Baghdadi, militer Libanon melakukan uji DNA menggnakan beberapa contoh DNA Baghdadi diambil saat dia ditahan pasukan Amerika Serikat di Irak satu dasawarsa lalu. Hasilnya positif.

Menteri Dalam Negeri Libanon Nuhad Machnouk pada Desember 2014 mengumumkan di stasiun televisi setempat: Saja adalah janda Baghdadi dan putrinya adalah anak kandung mereka.

Belum diketahui apakah Baghdadi telah mengeluarkan ancaman lantaran Libanon menahan mantan istri dan putri kandungnya itu. Yang jelas, Saja sudah memiliki pria idaman lain.

Setelah pindah ke Arsal tahun lalu, Saja menjalin asmara dengan seorang lelaki dari kamp pengungsi Palestina. Dia juga memiliki sejarah dengan kaum militan. Libanon pun telah menahan kekasihnya itu dengan tuduhan membantu Saja mendanai kelompok ekstremis.

Saja hamil lagi dan bayi dia kandung hasil dari hubungan dengan pria itu. "Yang sedang kita hadapi adalah generasi penerus dari Al-Qaidah," kata seorang perwira tinggi angkatan darat Libanon.

Poster Huzaifah al-Badri, putra pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi, tewas dalam pertempuran di Homs, Suriah. (Amaq)

Putra pemimpin ISIS tewas di Suriah

Baghdadi memiliki empat anak dari istri pertama dan satu putra dari iatri kedua.

Pemimpin ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) Abu Bakar al-Baghdadi saat berpidato di Masjid Agung An-Nuri di Kota Mosul, Irak, Juni 2014. (Al-Arabiya)

ISIS benarkan Abu Bakar al-Baghdadi tewas

Dia dinyatakan terbunuh akibat serangan udara di Provinsi Ninawih, Irak.

Pemimpin ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) Abu Bakar al-Baghdadi saat berpidato di Masjid Agung An-Nuri di Kota Mosul, Irak, Juni 2014. (Al-Arabiya)

Calon pengganti Baghdadi

Iyad al-Ubaidi dan Ayad al-Jumaili sebagai dua kandidat terkuat merupakan bekas perwira angkatan darat zaman Saddam Husain.

Pemimpin ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) Abu Bakar al-Baghdadi saat berpidato di Masjid Agung An-Nuri di Kota Mosul, Irak, Juni 2014. (Al-Arabiya)

Rusia sangat yakin serangan udaranya tewaskan pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi

Serangan udara itu terjadi pada 28 Mei dini hari di pinggiran selatan Kota Raqqah.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Sentuhan Zionis dalam Perang Yaman

Israel secara rahasia menjual senjata dan amunisi kepada Arab Saudi, termasuk bom fosfor merupakan senjata terlarang.

21 November 2018
Nihil Jamal di Istanbul
05 Oktober 2018

TERSOHOR