kisah

Satu atap dua Tuhan

Tidak kuat bayar sewa, jemaat Yahudi menumpang sembahyang di masjid.

20 Februari 2015 12:05

Pemandangan pada sebuah Sabtu di Januari 2012 itu pastinya tidak lazim. Sekelompok lelaki Yahudi ultra-orthodox (berjubah panjang dan bertopi serba hitam dengan brewok lebat, serta berjanggut panjang) memasuki sebuah masjid di kawasan Bronx, Kota New York, Amerika Serikat.

Mereka adalah anggota the Chabad of East Bronx dan ingin bersembahyang di Masjid Al-Iman. “Orang memiliki pandangan salah muslim membenci Yahudi,” kata Yaakov Wayne Baumann, 42 tahun. “Tapi inilah contoh mereka mau bekerja sama dengan kami.”

Dulunya terdapat sekitar 630 ribu orang Yahudi di Bronx. Tapi sejak 2002 jumlah mereka menurun menjadi 45.100 menurut hasil penelitian Dewan Hubungan Masyarakat Yahudi (JCRC). Sebaliknya warga muslim makin banyak. Di Parkchester saja terdapat lima masjid, termasuk Masjid Al-Iman.

Tempat ibadah ini berlokasi dekat pojok simpang jalan antara Wetchester Avenue dan Pugsley Street. Bangunan bercat hijau daun ini kelihatan kusam dan dipenuhi coretan.

“Di mana-mana tidak ada orang Yahudi dan muslim beribadah dalam satu bangunan,” ujar Patricia Tomasulo, pemimpin the Catholic Democratic. Dialah mempertemukan pemimpin komunitas Yahudi itu dengan pihak Al-Iman. “Ini benar-benar unik.”

Hubungan antara jemaat Yahudi dan Masjid Al-Iman diawali beberapa tahun lalu. Ketika itu masih bernama Jemaat the Young Israel. Menurut mantan bendarahara mereka, Leon Blackman (78 tahun), komunitas memiliki sinagoge di Virginia Avenue, Parkchester, kerap membagi-bagikan pakaian bekas buat orang-orang membutuhkan. Salah satu penerima tetap sumbangan itu adalah Syekh Musa Drammih, pendiri masjid Al-Iman. Jamaahnya kebanyakan imigran dari Afrika.

Imam masjid berusia 49 tahun ini berasal dari Gambia, Afrika Barat. Dia menetap di Amerika Serikat sejak 1946. Mulanya di Harlem sebelum pindah ke Parkchester. Di sinilah dia mendirikan masjid, pusat kajian Islam, dan madrasah.

Lantaran anggotanya banyak keluar, the Young Israel pada 2003 terpaksa menjual sinagoge mereka di 1375 Virginia Avenue. Semua aset selain barang-barang berhubungan dengan ibadah dibagi-bagikan, termasuk kursi dan meja buat Drammih.

Bleckman dan pengikutnya – kebanyakan orang-orang tua – lantas pindah ke gedung seberang dengan sewa US$ 2 ribu saban bulan. Namun mereka hanya mampu bertahan empat tahun. Selama 6-7 pekan, mereka tidak bisa beribadah karena tidak memiliki sinagoge.

Tiga bulan sebelum akhirnya keluar, Bleckman sempat meminta bantuan dana ke the Chabad Lubavitch. Konsekuensinya, mereka memakai nama baru the Chabad of East Bronx. "Orang-orang dari the Chabad mengatakan mereka datang untuk menolong kami,” katanya. “Kami menangis.”

Drammih mengetahui hal itu menawarkan tempat ibadah gratis di Masjid Al-Iman. “Tidak semua muslim seperti kami karena tidak semua muslim percaya muslim dan Yahudi tidak seharusnya saling membenci,” ujarnya.

Awalnya, Hana Kakabow tidak percaya dengan kenyataan itu. “Saya benar-benar terkejut,” ucap istri dari Rabbi Meir Kakabow. Perempuan 26 tahun ini dilahirkan dan besar di Israel. Rabbi Meir sudah memimpin ibadat di sana sejak pindah dari Brooklyn pada 2010.

Jangan-jangan Tuhan pun berganti jadwal melihat kenyataan di Al-Iman.

Prasasti soal Kerajaan Himyar di Bir Hima, Arab Saudi. (You Tube)

Kerajaan Yahudi di tanah suci

Arab Saudi dulunya masuk wilayah Himyar, kerajaan Yahudi.

Mariam Halabi di sebuah klinik di Kota Istanbul, Turki, bersama Moti Kahana, pengusaha membantu dia sekeluarga keluar dari Aleppo, Suriah. (Moti Kahana  buat Albalad.co)

Yahudi buncit dari Aleppo

"Saya tidak hanya menolong orang Yahudi. Saya sudah menyumbang US$ 100 ribu hingga US$ 2 juta buat rakyat Suriah," kata Moti Kahana.

Karl Marx, pencipta paham komunis, juga orang Yahudi. (Wikimedia)

Seencer otak Yahudi

Sejak abad pertama, seluruh anak lelaki Yahudi wajib disekolahkan paling lambat umur enam tahun.

Perempuan Haredim di Yerusalem. (Al-Arabiya)

Cinta gadis Yahudi saleha

Orang tua sang gadis menolak Moshe karena dia belajar di sekolah umum dan tidak mengenakan yarmulke.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Saat Iran dan Israel masih bersahabat

Iran memasok minyak dan balasannya Israel menyuplai senjata.

01 Agustus 2018
Nestapa Syekha Latifah
25 Juli 2018
Sapa Muqtada
21 Mei 2018

TERSOHOR