kisah

Rebah Santo Elijah

Penghancuran terhadap Biara Santo Elijah berlangsung pada 27 Agustus-28 September 2014.

27 Januari 2016 16:33

Usianya hampir setua penanggalan Islam. Selama 1.400 tahun, Biara Santo Elijah di Kota Mosul, utara Irak, bertahan dari serangan alam dan manusia.

Tapi tahun lalu ia menyerah. Dua bulan setelah milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) mencaplok kota terbesar kedua di Irak itu, Biara Santo Elijah rata dengan tanah.

Bulan ini, atas permintaan kantor berita Associated Press, perusahaan gambar satelit DigitalGlobe mengambil foto beresolusi tinggi atas biara itu. Hasilnya, menurut penganalisa foto, Stephen Wood, CEO Allsource Analysis, penghancuran terhadap Santo Elijah berlangsung pada 27 Agustus-28 September 2014.

Sebelum dirobohkan, foto-foto satelit ini menunjukkan sebagian dari bangunan seluas 2.508 meter persegi itu sudah diperbaiki meski kebanyakan atapnya sudah hilang. Biara ini memiliki 26 ruangan khusus, termasuk ruang perlindungan dan kapel. Sebulan kemudian dinding biara terbuat dari batu telah dihancurkan.

"Buldoser, alat berat, palu besar, dan mungkin bahan peledak telah mengubah bangunan bertembok batu itu menjadi ruang terbuka penuh debu putih dan abu-abu. Mereka menghancurkan semua bagian biara," kata Wood. "Tidak ada yang tersisa untuk dibangun kembali."

Santo Elijah akhirnya ikut bernasib nahas seperti lebih dari seratus bangunan agama dan bersejarah lainnya,termasuk masjid, kubur, tempat dikeramatkan, dan gereja di Suriah dan Irak. ISIS juga meluluhlantakkan monumen-monumen kuno di Ninawih, Palmyra, dan Hatra. Museum dan perpustakaan dijarah, buku dibakar, dan karya-karya seni dijual di pasar gelap.

Di kantornya di Irbil, Irak, Pendeta Paul Thabit Habib, 39 tahun, terguncang melihat foto-foto rebahnya Santo Elijah. "Saya tidak sanggup menggambarkan kesedihan saya," ujarnya dalam bahasa Arab. "Kami melihat ini sebagai upaya mengusir kami dari Irak, menghabisi dan menamatkan keberadaan kami di wilayah ini."

"Bagian besar dari sejarah nyata sudah dihancurkan," tutur Pastor Manuel Yousif Boji dari komunitas Katolik Kaldea di Michigan, Amerika Serikat. Dia masih ingat pernah mengikuti sebuah misa di Biara Santo Elijah hampir 60 tahun lalu, saat dia masih belajar di sebuah seminari di Mosul.

Hancurnya Santo Elijah juga pukulan telak bagi pasukan dan penasihat Amerika pernah bertugas di Irak. Sebab mereka berupaya melindungi biara itu.

Suzanne Bott, sebagai penasihat kebudayaan Departemen Luar Negeri Amerika di Irak, lebih dari dua tahun melaksanakan proyek perbaikan Biara Santo Elijah, menangis saat melihat foto-foto hancurnya Santo Elijah. "Kita telah kehilangan kenangan sangat nyata dari akar sebuah agama."

Biara itu disebut Dair Mar Elia, adalah nama bagi biksu Kristen Assiria - Santo Elijah - dibangun antara 582-590. Ia merupakan tempat suci bagi umat Nasrani di Irak selama berabad-abad, bagian dari masyarakat Katolik Kaldea Timur Tengah.

Pada 1743 terjadi sebuah tragedi. Sebanyak 150 rahib karena menolak masuk Islam dibantai atas perintah seorang jenderal Persia dan biara itu dirusak.

Dua abad berikutnya Santo Elijah masih menjadi tempat ziarah meski dijadikan pusat latihan militer Irak dan pangkalan Amerika. Pada 2003 tembok biara terkena tembakan dari sebuah tank.

Sebelas tahun kemudian, Santo Elijah rebah dan rata dengan tanah.

Lukisan wajah Yesus berjudul Salvator Mundi. (The Art Newspaper)

Lukisan palsu Da Vinci kepunyaan Bin Salman

Bin Salman menuntut Salvator Mundi miliknya dipajang di sebelah lukisan berjudul Mona Lisa. Calon raja kedelapan Saudi ini menjanjikan fulus dalam jumlah sangat banyak kalau Prancis setuju.

Seorang tentara Myanmar memakai Uzi, senapan serbu buatan Israel, saat menghadapi demonstran antikudeta. (Twitter)

Teknologi militer Israel, darah demonstran Myanmar

Jenderal Senior Ming Aung Hlain, panglima angkatan bersenjata Myanmar memimpin kudeta awal bulan lalu, pernah mengunjungi kantor Elbit saat melawat ke Israel pada 2015.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Al-Arabiya)

Tiga isyarat Biden agar Bin Salman lakukan kudeta

Kalau mau dianggap selevel dengan Biden, dia mesti buru-buru naik takhta dan tentu harus menyingkirkan ayahnya dari singgasana.

Syekha Latifah dan sahabatnya, Tiina Jauhiainen saat dalam pelarian pada 2018. (Detained in Dubai buat Albalad.co)

Duka Syekha Latifah noda emir

Ketika Syekh Muhammad bin Rasyid mengirim astronot dan pesawat ruang angkasa ke Mars, di sisi lain dia malah mengirim putrinya sendiri ke penjara.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Lukisan palsu Da Vinci kepunyaan Bin Salman

Bin Salman menuntut Salvator Mundi miliknya dipajang di sebelah lukisan berjudul Mona Lisa. Calon raja kedelapan Saudi ini menjanjikan fulus dalam jumlah sangat banyak kalau Prancis setuju.

09 April 2021

TERSOHOR