kisah

Petaka lapar di Dair az-Zur

Harga sekali bercinta dengan gadis Dair az-Zur adalah sepapan roti atau satu kilogram beras.

22 Februari 2016 17:16

Penderitaan terpancar dari paras kurus Akab Sukr al-Arifi, fotonya tersebar di media sosial beberapa hari menjelang kematiannya. Maut akhirnya menjemput bayi tiga bulan ini lantaran kekurangan gizi.

Selimut buat menghangatkan tubuhnya tidak mampu mengusir bayi lelaki bermata coklat cerah ini dari rasa lapar, akibat kebrutalan milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah).

Inilah kenyataan mesti dialami penduduk Dair az-Zur, kota tadinya menjadi pusat industri minyak Suriah. Kaum hawa dan anak-anak kini diterkam kematian akibat bencana lapar, seperti kesaksian para pengungsi asal Dair az-Zur berhasil menyeberang ke Turki, diperoleh MailOnline.

Perhatian masyarakat internasional sejauh ini hanya terpusat pada kelaparan di Madaya, kota kecil di barat daya Suriah. Padahal 125 ribu warga Dair az-Zur tidak kalah pilu akibat blokade sebelas bulan oleh ISIS.

Pasokan bahan makanan dari pemerintah sangat tidak memadai. Rata-rata tipa orang di Dair az-Zur sebulan cuma kebagian jatah segenggam spagheti, dua potong keju berbentuk segitiga, 200 gram mentega, seratus gram gula, dan dua bungkus kecil bubuk minuman rasa jeruk. Harga kian meroket lantaran suplai hanya bisa dilakukan lewat udara.

"Begitu banyak anak meninggal karena kelaparan," kata penjaga toko bernama Abul Qasim, baru-baru ini berhasil kabur dari Dair az-Zur kepada MailOnline. "Rumah sakit dipenuhi anak-anak kelaparan."

Gara-gara petaka lapar ini, Rafif Fanusy bulan lalu mengembuskan napas terakhir di pangkuan ibunya. Berat bayi perempuan berumur 18 bulan ini ketika itu cuma lima kilogram.

Kisah Akab tidak kalah tragis. Dia dilahirkan delapan bulan setelah ISIS menguasai sejumlah distrik di pinggiran Dair az-Zur.

Ibunya, Manar Kasar al-Dagim, juga kelaparan sehingga air susunya tidak keluar. Karena tidak mampu membeli makanan harganya makin mahal, dia menyuapi Akab dengan bubur tepung kanji dan teh herbal. Akibatnya, Akab kekurangan gizi dan mengidap anemia.

Manar betul-betul terpukul atas kematian Akab. Suaminya juga sama. Kepada seorang tetangganya, Manar mengatakan, "Saya tidak mau hidup lagi. Saya ingin bareng putra saya."

Tetangga lainnya bernama Maria bilang Manar sangat sedih dan tertekan atas kematian Akab. "Dia tidak mau keluar rumah sejak Akab meninggal. Dia berdiam diri saja bareng seuaminya dalam rumah dengan suaminya," tuturnya kepada MailOnline. "Dia tidak mau makan. Dia menyalahkan dirinya atas kematian Akab."

Abul Qasim bercerita tetangganya bernama Ahmad menukar mesin penyejuk udara dengan dua kilogram beras untuk memberi makan istri dan tiga anaknya. "Yang lain nekat menjual rumah agar dapat fulus buat beli makanan," katanya.

Abu Zufrian, lari dari Dair az-Zur ke Turki November tahun lalu, mengungkapkan bahkan banyak orang kelaparan terpaksa makan akar-akaran, rumput, keledai, kucing, dan anjing. Dia menambahkan pernah selama dua bulan tidak ada roti di Dair az-Zur.

"Perempuan dan gadis-gadis menjual tubuh untuk memberi makan keluarga mereka," ujar pemilik toko elektronik itu. Dia menambahkan harga sekali bercinta dengan gadis Dair az-Zur adalah sepapan roti atau satu kilogram beras.

Petaka lapar membikin mereka rela menjual apa saja.

Ulama Syiah berpengaruh asal Irak Muqtada Sadr bertemu Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman di Kota Jeddah, Arab Saudi, 30 Juli 2017. (Supplied)

Sapa Muqtada

Ali Akbar Velayati, penasihat utama Pemimpin Agung Iran Ali Khamenei, Februari lalu bilang Teheran akan mencegah Sadr dan aliansi politiknya memerintah Irak.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Menerka dalang upaya kudeta di Arab Saudi

"Kalau cuma pesawat nirawak mainan kenapa baku tembaknya berlangsung dua sampai tiga jam? Mengapa menggunakan senapan mesin?"

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir menggendong Hanan, 4 tahun, anak pengungsi Suriah tinggal di sebuah kamp di Lembah Bekaa, Libanon, 11 April 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Kenangan pahit di negara Syam

Perang memang cuma menyisakan kenangan pahit bagi pelaku dan korban.

Seorang lelaki memegang elang di resor di gurun Al-Maha, Dubai. (weekenduae.com)

Sandera ningrat Qatar dan konflik Suriah

Pembebasan 26 pangeran Qatar diculik di Irak terkait pertukaran penduduk Syiah dan Sunni di Suriah. Qatar membayar tebusan jutaan dolar Amerika.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Sapa Muqtada

Ali Akbar Velayati, penasihat utama Pemimpin Agung Iran Ali Khamenei, Februari lalu bilang Teheran akan mencegah Sadr dan aliansi politiknya memerintah Irak.

21 Mei 2018

TERSOHOR