kisah

Yahudi bengal di El Al

Kru kabin El Al memindahkan Renee, 81 tahun, karena seorang lelaki Yahudi orthodoks menolak duduk di samping dia.

29 Februari 2016 23:00

Mereka terbilang saleh di antara bangsa Yahudi. Yang lelaki bertopi dan berjubah serba hitam, dengan brewok tebal dan jenggot panjang. Kerjaan mereka mempelajari kitab Torah dan ajaran Yudaisme. Perempuannya, bergaun panjang hitam dan bercadar.

Mereka inilah disebut kaum Yahudi ultraorthodoks atau kelompok Haredi. Mereka anti-televisi, radio, musik-musik Barat. Apalagi gambar atau film porno. Buat kalangan Yahudi saleh ini, berbicara dengan yang bukan muhrim saja berdosa, apalagi melihat aurat perempuan.

Mirip dengan ajaran agama Islam, tentu saja mereka tidak menenggak minuman beralkohol atau menyantap makanan diharamkan, termasuk babi. Mereka juga wajib disunat. Saban Sabtu atau Sabbath, mereka fokuskan hanya untuk beribadah.

Tapi gara-gara kelewat saleh ini pula, kaum Yahudi orthodoks kerap membikin ulah saban kali terbang dengan El Al, maskapai nasional Israel. El Al memang bukan penerbangan syariah. Karena itu wajar saja, kadang ada orang Yahudi kolot terganggu dengan layanan di maskapai seumuran dengan negara Zionis itu.

Seperti terjadi Rabu pekan lalu dalam penerbangan El Al dari Polandia menuju Bandar Udara Internasional Ben Gurion di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. Seorang lelaki Yahudi orthodoks berusia 36 tahun mengamuk lantaran maskapai dengan 41 armada itu menyajikan film dianggap porno.

Pria tidak disebutkan namanya ini lantas merusak dua layar dan menyerang kru kabin, seperti dilansir Walla, situs berita berbahasa Ibrani.

Surat kabar Haaretz melaporkan lelaki itu menonton film Truth dirilis tahun lalu. Film ini bercerita seputar investigasi CBS soal wajib militer dijalani George Walker Bush sebelum menjadi presiden.

Dia akhirnya ditangkap setelah pesawat dia tumpangi mendarat di Ben Gurion.

Kasus lain menimpa perempuan 81 tahun bernama Renee Rabinowitz, dalam penerbangan El Al dari Newark, Amerika Serikat, ke Tel Aviv, juga pekan lalu. Kru kabin meminta dia pindah tempat duduk lantaran seorang lelaki orthodoks menolak duduk di samping perempuan.

Gara-gara insiden itu, Renee menggugat El Al karena merasa diperlakukan diskriminatif. "Saya perempuan uzur dan berpendidikan. Dengan semua pencapaian saya, saya merasa dikecilkan," katanya kepada the New York Times. "Saya sudah keliling dunia dan sejumlah pria bisa memutuskan saya tidak semestinya duduk di samping dia. Kenapa?"

Namun pihak El Al membela keputusan kru kabin mereka itu. Manajemen perusahaan bilang awak kabinnya sudah terbiasa dan terlatih menghadapi penumpang dari beragam keyakinan dan agama. "Tujuannya adalah memastikan pesawat lepas landas tepat waktu dan penumpang tiba di tujuan sesuai jadwal."

Kaum Yahudi orthodoks ini boleh saja mengklaim paling saleh. Tapi karena interpretasi khas mereka atas ajaran Yudaisme itu, persoalan kerap muncul.

Bagi El Al, mereka pantas dicap Yahudi bengal.

Ulama Syiah berpengaruh asal Irak Muqtada Sadr bertemu Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman di Kota Jeddah, Arab Saudi, 30 Juli 2017. (Supplied)

Sapa Muqtada

Ali Akbar Velayati, penasihat utama Pemimpin Agung Iran Ali Khamenei, Februari lalu bilang Teheran akan mencegah Sadr dan aliansi politiknya memerintah Irak.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Menerka dalang upaya kudeta di Arab Saudi

"Kalau cuma pesawat nirawak mainan kenapa baku tembaknya berlangsung dua sampai tiga jam? Mengapa menggunakan senapan mesin?"

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir menggendong Hanan, 4 tahun, anak pengungsi Suriah tinggal di sebuah kamp di Lembah Bekaa, Libanon, 11 April 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Kenangan pahit di negara Syam

Perang memang cuma menyisakan kenangan pahit bagi pelaku dan korban.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir menggendong Hanan, 4 tahun, anak pengungsi Suriah tinggal di sebuah kamp di Lembah Bekaa, Libanon, 11 April 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Bersua Mustafa di Lembah Bekaa

Di akhir lawatannya, seperti biasa Dato Tahir berdoa memohon kebaikan bagi Mustafa sekeluarga dan seluruh pengungsi Suriah.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Sapa Muqtada

Ali Akbar Velayati, penasihat utama Pemimpin Agung Iran Ali Khamenei, Februari lalu bilang Teheran akan mencegah Sadr dan aliansi politiknya memerintah Irak.

21 Mei 2018

TERSOHOR