kisah

Mencari cinta di negara Kabah

Bagi muda-mudi di Arab Saudi, Snapchat menjadi patokan keseriusan dalam menjalin hubungan.

13 April 2016 22:30

Di negara kolot seperti Arab Saudi, muda-mudi tidak mudah mencari cinta. Semua diatur dan mesti persetujuan orang tua.

Kebanyakan menikah karena dijodohkan. Bahkan sudah lazim, pasangan pengantin baru bertemu pertama kali di hari pernikahan setelah akad berlangsung. Sebab, sesuai syariat Islam berlaku di sana, lelaki dan perempuan bukan muhrim dilarang berduaan.  

Namun sejak muncul beragam media sosial, kaum muda di negara Kabah itu sedikit tertolong. Mereka mengandalkan Twitter, Facebook, dan jejaring sosial lainnya untuk mencari pujaan hati.  

"Semua teman saya membicarakan anak-anak cowok di media sosial," kata seorang gadis 23 tahun menolak ditulis namanya. Dia jumpa lagi dengan mantan pacarnya lewat Facebook.

Keduanya berpacaran diam-diam agar tidak ketahuan orang tua masing-masing. Mereka sering bepergian bareng memakai mobil dan bermesraan.

Meski sang ibu berusaha mengenalkan gadis itu dengan lelaki mengikuti tradisi, dia lebih suka mencari cinta melalui media sosial. Dia bilang lebih intim. "Saya tidak mau dipaksa menjalin hubungan dengan orang tidak saya kenal," ujarnya.

Sebelum zaman Internet, para pemuda biasanya menggantung nomor telepon seluler mereka di mobil. Mereka berharap ada gadis tertarik menghubungi. Paling mutakhir, mereka memakai teknologi Bluetooth untuk tersambung dengan orang-orang terdekat.

Namun media sosial menawarkan perluang lebih besar. Apalagi telepon cerdas sudah dipakai berbagai kalangan usia dan kelas sosial. Survei menunjukkan Arab Saudi, negara berpenduduk 22 juta orang, merupakan salah satu pengguna Twitter dan YouTube terbanyak di dunia.  

Abdurrahman asy-Syuqir, ahli sosiologi di Kementerian Pendidikan Tinggi Arab Saudi, mengakui saluran komunikasi pribadi di media sosial membantu terciptanya hubungan bermakna.

Tapi anak-anak muda Saudi tetap tidak boleh lengah lantaran polisi syariah juga berpatroli di dunia maya, tidak hanya turun di pusat-pusat belanja dan kedai kopi.

Namun Ahmad al-Ghamdi, mantan kepala polisi syariah di Kota Makkah, bilang polisi syariah merasa terancam dengan media sosial. "Karena media sosial membikin lebih sulit mengawasi orang," tuturnya. Dia mengaku berhenti sebagai polisi syariah sebagai protes atas pelanggaran dilakukan para polisi syariah dalam menegakkan hukum Islam.

Banyak orang Saudi menilai polisi syariah kian kasar, suka memeras dan memukuli orang sembarangan di tempat umum. "Mereka makin gila dan gila," kata Turki, 35 tahun, pegawai di sebuah kementerian. Dia menuding polisi syariah memakai perempuan buat menjebak dirinya di media sosial.  

Walau telah menikah, Turki berselingkuh dengan perempuan misterius lewat Snapchat setahun lalu. Dia bilang polisi menahan dirinya karena berusaha menemui wanita itu. Gara-gara kejadian ini, istrinya, lebih muda sepuluh tahun dan sudah dikaruniai dua anak perempuan masih kecil, menggugat cerai.

Biasanya kaum lelaki Saudi memburu gadis-gadis memikat di Instagram. Setelah menemukan yang enak dipandang, mereka lantas mengirim pesan mengajak berkenalan lewat WhatsApp. Setelah merasa sang gadis enak diajak mengobrol, mereka lantas saling bertukar foto di Snapchat.

"Anda baru dinilai serius menjalin hubungan bila sudah berkomunikasi di Snapchat," ujar Dima, 19 tahun, mahasiswi di sebuah perguruan tinggi di Ibu Kota Riyadh.

Dia bercerita setelah berkenalan di Twitter dan Instagram, dia lantas janjian bertemu tiga pemuda di sebuah pusat jajanan di mal terpopuler di Riyadh. Dima menyukai salah satunya. Pemuda ditaksir kemudian mengajak Dima jalan-jalan memakai mobilnya. Tapi Dima masih ragu untuk mengiyakan.

Temannya, Sarah, rekan sekampus berusia 18 tahun, mendorong dia untuk menerima ajakan itu. "Kita tidak semestinya merasa malu atas apa yang berlaku normal di negara mana pun," tutur Sarah.

Hasna al-Kinyir, penulis isu seputar kaum hawa, mengakui kian banyaknya perempuan kuliah dan bekerja membikin mereka makin percaya diri untuk mencari pasangan hidup sendiri, tanpa mengandalkan mak comblang.

Seperti kata Muhammad, 25 tahun, lelaki asal Riyadh bekerja di sebuah lembaga pemerintah. "Kenapa Anda mau membayar seorang mak comblang ketika Anda bisa bertemu para gadis di Internet?"

Peta negara Palestina dan Israel versi proposal damai Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Twitter)

Mengenal Lembah Yordania

Netanyahu akan memulai proses aneksasi Lembah Yordania dan 30 permukiman Yahudi di Tepi Barat pada 1 Juli.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan penguasa Oman Sultan Qabus bin Said di Muskat, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Langkah awal akhiri karier Netanyahu

Rakyat Israel sekarang menghadapi dilema: mengakhiri karier politik Netanyahu atau mati-matian mempertahankan sang pemimpin legendaris dengan segudang prestasi setelah itu terus berkuasa.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Tipuan Bin Salman di malam Ramadan

Proses pemilihan Bin Salman menjadi putera mahkota Arab Saudi tidak sah.

Pangeran Muhammad bin Salman diangkat menjadi wakil putera mahkota. (al-arabiya)

Kilap sang pangeran

"Dia telah menjadi orang tahu segalanya. Tapi dia baru 29 tahun, apa yang dia tahu?"





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Mengenal Lembah Yordania

Netanyahu akan memulai proses aneksasi Lembah Yordania dan 30 permukiman Yahudi di Tepi Barat pada 1 Juli.

29 Mei 2020

TERSOHOR