kisah

Suaka Tuhan

Dalam dua bulan terakhir sejak Maret lalu sudah 200 pengungsi muslim Iran di Jerman menjadi pemuja Yesus. Mereka dibaptis agar bisa memperoleh suaka.

18 Mei 2016 16:12

Acara pembaptisan massal itu berlangsung di sebuah danau di Kota Hamburg, Jerman, disaksikan puluhan orang. Salah satu yang dibaptis adalah Mahdi, pengungsi muslim asal Iran.

Lelaki berkaus putih lengan panjang dan berkerah V itu dibantu seorang lelaki dan perempuan memegangi kedua tangan dan memapah punggungnya saban kali dicelupkan ke dalam air. Hadirin menyaksikan pengkristenan itu dengan menyanyikan lagu pujian sambil bertepuk tangan, seperti terlihat dalam sebuah rekaman video dilansir majalah Der Spiegel pekan lalu.

Tiap kali sehabis dicelup, pria itu berucap Halleluyah, dalam bahasa Ibrani berarti Pujilah Tuhan. Pembaptisan pada Jumat minggu lalu ini diikuti 80 pengungsi beragama Islam dari Iran. Lelaki dan perempuan akan masuk Kristen ini berpakaian serba putih.  

Peristiwa itu sebuah momen amat istimewa dalam hidup mereka. Berganti Tuhan bukanlah hal mudah. Apalagi jika itu dilakukan di negara asal mereka atau negara berpenduduk mayoritas muslim lainnya. Hukuman bagi orang murtad atau keluar dari Islam adalah dibunuh.

Meski begitu, Mahdi - sudah enam bulan menjadi pengungsi di Jerman - tersenyum seraya mengangkat kedua tangannya saat keluar dari danau dengan kaus dan celana telah basah kuyup. Dia seolah baru saja memenangi hadiah.

Memang betul. Mahdi dan pengungsi muslim Iran lainnya memang mesti rela atau terpaksa menjadi penganut Nasrani agar kesempatan memperoleh suaka di Jerman kian besar. "Saya telah dibaptis. Kami harus mengucapkan selamat tinggal kepada negara asal kami karena tidak akan pernah bisa kembali lagi ke sana," kata Mahdi. "Tapi kami menerima hal ini."

Dia menuding Tuhannya kaum muslim di Iran pemarah dan keras. "Namun Yesus menerima kami apa adanya. Karena itulah kami mengambil langkah ini dengan kesadaran," ujar Mahdi.

Mahdi tidak sendirian. Dalam dua bulan terakhir sejak Maret lalu sudah 200 pengungsi muslim Iran di Jerman menjadi pemuja Yesus. Jumlahnya hingga akhir tahun ini bisa mencapai 600 orang.

Kantor Urusan Pengungsi Jerman pun menyoroti fenomena pembaptisan terhadap pengungsi muslim. Mereka bilang pengkristenan pengungsi muslim asal negara Mullah itu karena alasan kemanusiaan. "Pindah agama memberikan perlindungan khusus bila seorang pencari suaka terancam dianiaya di negara asal mereka karena telah murtad."

Dengan kata lain, memeluk agama Nasrani menjamin para pengungsi muslim Iran itu memperoleh suaka di Jerman. Persoalannya adalah apakah mereka benar-benar serius masuk Kristen?

"Tentu saja kita tidak bisa seratus persen meyakini apakah para pengungsi itu benar-benar serius ingin menjadi orang Kristen," kata Pastor Albert Babajan dari Gereja Alpha & Omega Bebas.

Pastor Babajan selalu berpesan kepada para pengungsi muslim itu dibaptis menjadi pengikut Yesus merupakan satu-satunya paspor untuk mendapatkan suaka.

Dia benar. Dengan berganti Tuhan, para pengungsi muslim dari Iran bisa diterima tinggal dan menjadi warga negara Jerman.  

Daftar nama warga Indonesua terkait ISIS di kamp Ain Isa. (Rojava Information Center)

Menengok para pemuja ISIS asal Indonesia di Suriah

Terdapat 450 warga Indonesia di kamp Ain isa dan 300 orang lainnya di kamp Al-Haul.

Amir Muhamnad Abdurrahman al-Mauli as-Salbi, pemimpin baru ISIS. (Courtesy)

Berkenalan dengan pemimpin baru ISIS

Muhammad al-Mauli bergelar sarjana syariah lulusan dari Universitas Mosul. Dia memiliki satu putra. Dia bertemu Baghdadi ketika pada 2004 mendekam dalam tahanan Amerika di Kamp Bucca, Irak.

Bendera Amerika Serikat dan Israrl dijadikan keset di pintu masuk sebuah masjid di Provinsi Khuzestan, barat daya Iran. (Twitter)

Benci Khamenei, muak Mullah

Sebagian penduduk di negeri Mullah itu tidak mau lagi dipengaruhi oleh propaganda rezim.

Gambar ilustrasi Imam Husain, syahid di Karbala, tengah memeluk mendiang komandan Brigade Quds Mayor Jenderal Qasim Sulaimani di surga. Sulaimani tewas akibat serangan udara Amerika Serikat di Baghdad, 3 Januari 2020. (Khamenei.ir)

Maut jemput syuhada hidup

Mencari tahu lokasi Sulaimani telah lama menjadi prioritas bagi intelijen dan militer Amerika serta Israel, terutama saat dia sedang berada di Irak.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Menengok para pemuja ISIS asal Indonesia di Suriah

Terdapat 450 warga Indonesia di kamp Ain isa dan 300 orang lainnya di kamp Al-Haul.

07 Februari 2020

TERSOHOR