kisah

Bertamu ke sinagoge di Teheran

Sensus resmi oleh pemerintah Iran pada 2012 menunjukkan terdapat 8.756 warga negara Mullah berdarah Yahudi, anjlok dari 25 ribu orang pada 2009.

02 Juni 2016 18:15

Tidak mudah mencari tahu di mana sinagoge berada. Kebanyakan warga Iran salah sangka: mengira sinagoge itu semacam gereja. Baru ketika disebut kanisa, dalam bahasa Arab berarti sinagoge, baru mereka paham.

Tapi bukan berarti mereka tahu lokasinya. Setelah tiga hari di Ibu Kota Teheran, Iran, saya baru bisa mendapatkan orang tahu di mana letak sinagoge itu. Hingga akhirnya kemarin saya mengunjungi dua sinagoge di Teheran ditemani Ahmad, lelaki lajang dengan bahasa Inggris amat seadanya.

Setelah bertanya ke sana ke mari, saya tiba di Sinagoge Zargariyan, terletak di kawasan Tauhid. Beruntung setiba di sana, dua anak rabbi - Revital, 11 tahun dan Aviv, 8 tahun - juga sampai di depan bangunan berlantai tiga itu, seperti dilaporkan wartawan Albalad.co Faisal Assegaf dari Teheran.

Dari luar memang tidak kelihatan seperti sinagoge dan tidak ada tulisan atau lambang menorah dan Bintang Daud sebagai penanda. Bagian bawah dari bangunan itu adalah sekolah, sedangkan sinagoge terletak di salah satu ruangan di lantai tiga.

Revital dan Aviv, dua anak rabbi saya lupa namanya, membawa kunci untuk membuka gembok pintu sinagoge. Rumah ibadah kaum Yahudi ini seluas seratus meter persegi. Di sebelah kiri pintu masuk, terdapat dua baki berisi kippah, peci biasa dipakai kaum lelaki Yahudi.  

Di bagian tengah terdapat altar dari kayu dengan lambang menorah di kiri dan kanan. Di sisi kiri dan kanan ruangan sinagoge, berjejer rapih kursi kayu. Beragam tulisan dalam huruf Ibrani terdapat di dinding sinagoge.

Revital bilang paling tidak 50 orang Yahudi hadir saban upacara Sabbath tiap Sabtu. "Kami juga bebas merayakan hari-hari suci agama kami," katanya.

Revital mengatakan rumahnya tidak jauh dari sinagoge dan mempersilakan saya datang untuk bertemu ayahnya. Namun Ahmad menolak dan mengajak saya segera pergi.

Sejatinya, saya sudah bertemu seorang rabbi saat menghadiri seminar bertajuk Pemikiran Politik Islam Imam Khomeini, digelar di gedung Perpustakaan dan Arsip Nasional Iran Rabu lalu. Namun dia enggan diwawancarai dan saya disuruh meminta izin ke Komite Sentral Yahudi di Teheran bila ingin meliput komunitas Yahudi di Teheran.

Orang-orang Yahudi sudah hidup di Iran sejak ribuan tahun lalu ketika zaman Kerajaan Persia. Alkitab Ezra menyebutkan di akhir abad keenam sebelum kelahiran Yesus, sudah ada komunitas Yahudi mapan dan berpengaruh tinggal di Persia.

Namun jumlah mereka - biasa disebut Yahudi Persia - terus berkurang. Sensus resmi oleh pemerintah Iran pada 2012 menunjukkan terdapat 8.756 warga negara Mullah berdarah Yahudi, anjlok dari 25 ribu orang pada 2009.     

Meski begitu, tidak seperti di Indonesia. Orang-orang keturunan Yahudi saya kenal mesti menyembunyikan identitas mereka. Mereka takut bakal dibunuh dan rumahnya dibakar. Kebanyakan kaum muslim di Indonesia suka menyamakan gerakan Zionis dengan Yahudi.

Dari Sinagoge Zargariyan, saya menuju Sinagoge Haim, terletak di kawasan Simi. Namun kompleks sinagoge dikelilingi tembok dan besi setinggi tiga meter itu tutup. Sinagoge Teheran 2

Meski saya berkali-kali mengetuk pintu besi berwarna biru, tidak ada satu pun yang keluar dari dalam sinagoge berlantai dua itu. Sinagoge Haim ini menempati lahan seluas 700 meter persegi.

Di Teheran, ibu kota negara berpenduduk mayoritas Syiah dan dicap sesat oleh kaum Wahabi, dua sinagoge itu berdiri aman. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya kalau dua sinagoge itu ada di Jakarta.

Lukisan wajah Yesus berjudul Salvator Mundi. (The Art Newspaper)

Lukisan palsu Da Vinci kepunyaan Bin Salman

Bin Salman menuntut Salvator Mundi miliknya dipajang di sebelah lukisan berjudul Mona Lisa. Calon raja kedelapan Saudi ini menjanjikan fulus dalam jumlah sangat banyak kalau Prancis setuju.

Seorang tentara Myanmar memakai Uzi, senapan serbu buatan Israel, saat menghadapi demonstran antikudeta. (Twitter)

Teknologi militer Israel, darah demonstran Myanmar

Jenderal Senior Ming Aung Hlain, panglima angkatan bersenjata Myanmar memimpin kudeta awal bulan lalu, pernah mengunjungi kantor Elbit saat melawat ke Israel pada 2015.

Penjara Evin di Ibu Kota Teheran, Iran. (Iran's Human Rights Monitor)

Iran penjarakan orang Yahudi karena pernah tinggal di Israel

Pria Yahudi ini divonis sepuluh tahun penjara sepulang dari Israel dan mendekam dalam Penjara Evin di Teheran.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Al-Arabiya)

Tiga isyarat Biden agar Bin Salman lakukan kudeta

Kalau mau dianggap selevel dengan Biden, dia mesti buru-buru naik takhta dan tentu harus menyingkirkan ayahnya dari singgasana.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Lukisan palsu Da Vinci kepunyaan Bin Salman

Bin Salman menuntut Salvator Mundi miliknya dipajang di sebelah lukisan berjudul Mona Lisa. Calon raja kedelapan Saudi ini menjanjikan fulus dalam jumlah sangat banyak kalau Prancis setuju.

09 April 2021

TERSOHOR