kisah

Rajah Yesus di Bethlehem

"Rajah ini bakal mengingatkan saya saban kali saya berbuat salah," ujar Sayeh, remaja Palestina berusia 13 tahun.

20 Juni 2016 08:11

Para peziarah ke Bethlehem, Tepi Barat, kerap pulang dengan membeli oleh-oleh lilin atau rosario. Tapi bagi orang-orang melihat agama lebih dari sedalam kulit, seniman rajah Walid Ayyasy bisa membantu memberi kenangan seumur hidup soal tempat kelahiran Yesus itu.

Pembuat tato berusia 39 tahun ini spesialis tema-tema Nasrani. Dia bisa melukis rajah dengan seratus model, mulai gambar salib hingga wajah Yesus atau potret Maria bercadar.

Studionya berlokasi di dekat Gereja Kelahiran Yesus, tempat di mana para penganut Kristen meyakini di sanalah Yesus dilahirkan. Ayyasy - penganut Katolik saleh - pun memiliki tato Gereja Kelahiran Yesus di dadanya.

Ayyasy memulai bisnis membikin rajah 12 tahun lalu. Lelaki Palestina ini sebelumnya bekerja membantu ayahnya, pemilik kios cukur rambut, terletak di lantai bawah dari studio tatonya sekarang ini. Dia belajar membuat tato lewat Internet sebelum belajar di Israel karena tidak ada sekolah rajah di Palestina.

"Semua orang menertawai saya dan bilang, 'Kamu pikir apa yang sedang kamu lakukan'" kata ayah empat anak kelahiran Bethlehem itu. Pria gemar berkacamata pilot dengan brewok tercukur rapih ini selalu cepat tersenyum.

Di sebuah kursi kulit, Florentino Sayeh, 13 tahun, mempersiapkan telepon selulernya buat merekam rajah tengah dibuat di pergelangan tangan kanannya. Gambarnya berupa salib disertai tulisan "Segalanya KepunyaanMu" dalam bahasa Arab.

Waktu Ayyasy sibuk merajah, ibunya Sayeh, menonton dengan wajah harap-harap cemas saat jarum itu mulai menari di kulit merah anaknya. "Sampai pukul satu pagi, saya dan ayahnya berusaha berbicara agar dia membatalkan rencana membikin tato, tapi dia berkukuh dengan kemauannya."

"Rajah ini bakal mengingatkan saya saban kali saya berbuat salah," ujar remaja Palestina itu.

Bagi Ayyasy, masa puncaknya telah berakhir. Paskah sudah selesai dan para peziarah datang ke Bethlehem sudah pulang.

Untuk tiba di studio Ayyasy, pengunjung mesti menaiki tangga batu kecil. Studio itu berhiaskan salib, botol-botol minuman beralkohol, dan gambar-gambar religius dengan alunan musik ikut menemani konsumen.

Dia menunjukkan rekaman video para peziarah tengah dirajah. Saat bekerja, Ayyasy kadang menyanyikan lagu-lagu pujian atau doa dalam bahasa Arab, bahkan Aramaik, bahasa kuno dipakai di zaman Yesus hidup.

"Kebanyakan konsumen saya adalah orang-orang Kristen Koptik dari Mesir, Suriah, Libanon, Irak, dan kadang peziarah dari Armenia," tutur Ayyasy. "Mereka ingin tato gambar salib dan tanggal kunjungan mereka. Itu menjadi bukti mereka pernah datang ke sini dan menerima berkat."

Ketika Yudaisme dan Islam mengharamkan pemeluknya membikin tato permanen, rajah menjadi tradisi berabad-abad bagi para peziarah datang ke Bethlehem dan Yerusalem waktu Paskah.  

Tapi sebagian orang Kristen pun dibatasi untuk berziarah. Mendiang pemimpin Kristen Koptik di Mesir pernah melarang umatnya ke Bethlehem karena Tepi barat masih dijajah Israel. Namun Tawadros II, pemuka Koptik baru, mencabut larangan itu.

Warga Suriah dan Libanon baru bisa ke Bethlehem bila memiliki paspor kedua.

"Saya baru-baru ini membikin rajah salib di kening seorang perempuan Suriah," kata Ayyasy. Namun pelanggannya itu mesti membiarkan rambutnya terurai untuk menutupi tatonya itu kalau sudah pulang ke Suriah.

Ayyasy itu penganut Katolik saleh tapi kalau urusan bisnis, agama boleh ditinggalkan. Dia berencana membuka studio rajah baru di Kota Ramallah, Tepi Barat, bekerja sama dengan satu temannya dari Yerusalem.  

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz dari Arab Saudi. (huseofsaud.com)

Berpadu buat kudeta putera mahkota

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz pulang dengan misi menggulingkan Pangeran Muhammad bin Salman. Dia mendapat jaminan keamanan dari Amerika dan Inggris.

Wartawan pengkritik Arab Saudi Jamal Khashoggi. (Twitter)

Lika-liku pembunuhan Jamal Khashoggi

"Kami mengetahui kapan Jamal (wartawan Saudi Jamal Khashoggi) dibunuh, di ruangan mana dia dibunuh, dan di mana mayatnya dibawa untuk dimutilasi,"

Pangeran Sultan bin Turki (Hugh Miles)

Jejak gelap pengkritik penguasa negara Kabah

Sejak Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota pada 21 Juni lalu, Arab Saudi kian getol menangkapi para pembangkang, termasuk ulama.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Nihil Jamal di Istanbul

Arab Saudi membantah telah menahan Jamal Khashoggi.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Berpadu buat kudeta putera mahkota

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz pulang dengan misi menggulingkan Pangeran Muhammad bin Salman. Dia mendapat jaminan keamanan dari Amerika dan Inggris.

31 Oktober 2018
Nihil Jamal di Istanbul
05 Oktober 2018
Bungkam ulama guncang Al-Haram
26 September 2018

TERSOHOR