kisah

Kiprah seniman Yahudi di negara Nil

Sekarang ini hanya tersisa sepuluh orang Yahudi menetap di permukiman Yahudi di Ibu Kota Kairo.

10 Oktober 2016 10:14

Ketika negara Israel dibentuk pada 1948, orang Yahudi di Mesir berjumlah sekitar 90 ribu orang. Lebih dari setengah abad kemudian, populasi orang Yahudi di kota Kairo, Alexandria, dan Faiyum sebanyak 5.680 orang pada 2003.

Hingga 2009, jumlah orang Yahudi di negara Nil itu anjlok drastis ke angka 30. kebanyakan kaum renta. Sekarang ini hanya tersisa sepuluh orang Yahudi menetap di permukiman Yahudi di Ibu Kota Kairo.

Dulunya ada banyak keluarga Yahudi mewarnai sejarah Mesir. Mereka berkiprah di sektor perbankan, pertanian, dan transportasi. Orang-orang Yahudi di negeri Piramida itu juga aktif di bidang kebudayaan dan kesenian.

Paling tersohor adalah dari klan Qatawi, Musiri, Soaras, Rollo, Adas, Samouha, dan Nadler. Butros Ghali, diplomat Mesir pernah menjabat sekretaris jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 1990-an, menikah dengan seorang perempuan Yahudi dari keluarga Nadler.

Berikut sebagian dari orang Yahudi di Mesir berkiprah dalam bidang seni, teater, dan film.

1 Yaqub Sanu

Yaqub Sanu dikenal dengan nama Abu Naddara, mendirikan teater pertama di Mesir pada 1870 dan sudah menampilkan 26 pertunjukan. Dia juga menerbitkan majalah Abu Naddara. Kegiatan Abu Naddara ini mengakibatkan keluarga kerajaan Mesir akhirnya memerintahkan penutupan majalah dan teater Abu Naddara. Dia pun diasingkan ke Paris, Prancis.

2 Togo Mizrahi

Togo Mizrahi terlahir dari keluarga Yahudi keturunan Italia di Mesir pada 1901. Dia dipandang sebagai salah satu tokoh Yahudi paling penting dan berpengaruh dalam dunia perfilman di negara Nil itu. Togo berakting dengan nama samaran Ahmad al-Misyriqi.

Dia membikin perusahaan produksi film pertama di Mesir, bekerja sama dengan sutradara Ahmad Badrkhan. Dia kemudian membuka identitas aslinya sebagai orang Yahudi dengan membuat film seri diperankan seorang Yahudi Mesir. Pemerintah Mesir menuding Mizrahi bekerja sama dengan organisasi-organisasi Zionis di Palestina. Dia lalu diasingkan kee Italia setelah menolak ke Israel.

3 Nijma Ibrahim

Nijma Ibrahim dilahirkan pada 25 Februari 1914 dengan nama Pollini Odeon. Dia terkenal karena peran-peran negatifnya dalam film. Dia tersohor dengan perannya sebagai Rayya dalam film Rayya and Sakinah.

Dia sudah bermain dalam lebih dari 40 film, di antaranya paling masyhur adalah the Lady of the Camellias dan I am the Past. Dia meninggal pada 4 Juni 1976 dan dikuburkan di Kairo.

4 Laila Murad

Laila Murad dilahirkan dengan nama Liliane pada 17 Februari 1918 di Alexandria dari keluarga berdarah Yahudi. Ayahnya, Ibrahim Zaki Mordechai adalah penyanyi sekaligus musikus berpengaruh, dan ibunya, Gamilah Salmon, Yahudi keturunan Polandia.

Murad masuk Islam pada 1946. Muncul selentingan pada 1952, dia menyumbangkan fulus buat Israel. Dia membantah tuduhan itu dan mengumpulkan donasi untukmiliter Mesir. Dia menolak dikirim ke Palestina dan memilih menetap di Mesir hingga mengembuskan napas terakhir pada 21 November 1995.

5 Najwa Salim

Najwa Salim dilahirkan pada 17 November 1925 dan wafat pada 12 Maret 1988. Nama aslinya adalah Nazira Musa Shehata. Dia terlahir dari ayah berdarah Libanon dan ibu orang Yahudi keturunan Mesir. Beberapa tahun menjelang kematiannya, dia sakit jiwa dan mulai berpikir ada seseorang berupaya membunuh dirinya karena dia berdarah Yahudi.

6 Rakia Ibrahim

Rakia Ibrahim, bernama asli Rachel Abraham Levy, dilahirkan pada 22 Juni 1919. Dia berakting di sejumlah film. Dia pindah ke Amerika Serikat dan menikah dengan orang sana. Dia dituding terlibat dengan Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) dalam pembunuhan ahli nuklir Mesir, Samira Musa.

7 Kitty Fotsaty

Kitty Fotsaty adalah penari Yahudi bermain bareng aktor Ismail Yasin dalam banyak filmnya. Dia menghilang pada 1960-an. Ada selentingan dia terlibat jaringan spionase dan rumor lain menyebutkan dia terkait Rafat al-Haggan, mata-mata Mesir di Israel.

8 Dawud Husni

Dawud Husni merupakan pencipta lagu dan musikus, dilahirkan pada 26 Februari 1870 dengan nama asli David Haim Levy. Dia adalah guru dari Laila Murad. Artis-artis masyhur Mesir, termasuk Ummu Kaltsum, Abdul al-Hamuli, Asyman, dan Laila Murad, pernah menyanyikan sejumlah lagu ciptaan Dawud Husni.  

Selama hidupnya, dia telah membikin lebih dari 500 lagu dan sekitar 30 opera serta operet. Karya-karyanya bahkan menjadi bagian dari warisan budaya Mesir.

Kiprah orang Yahudi Mesir pun menyentuh Indonesia. Seorang saudagar kapur barus asal negeri Piramida, tidak diketahui namanya, termasuk orang Yahudi pertama mendarat di Indonesia.

Dia datang untuk membeli kamper atau kapur barus, banyak digunakan orang-orang Mesir kuno buat mengawetkan mayat. Dia meninggal sekitar abad ketujuh di Pelabuhan Barus, kini masuk wilayah Tapanuli Tengah.

Charles Mussry, klan aslinya adalah Kattan, juga orang Yahudi asal Mesir. Dia mendanai dapur umum saat peristiwa pertempuran 10 November di Kota Surabaya, Jawa Timur. Dia pun dimakamkan di Kota Pahlawan itu.

Shimon Peres menandatangani formulir pengajuan untuk menjadi warga negara Palestina pada 1937. (PIC)

Temu rahasia Gus Dur-Peres di Halim

Kalau mau menjadi penengah, Indonesia harus berdialog dengan kedua pihak. Indonesia juga harus dan pantas dilibatkan sebagai mediator dalam proses perdamaian Palestina-Israel.

Daftar produk Turki diserukan untuk diboikot di Arab Saudi. (Twitter)

Gila belanja istri Erdogan

Emine Erdogan memiliki bros seharga Rp 221 juta.

Pangeran Muhammad bin Salman diangkat menjadi wakil putera mahkota. (al-arabiya)

Temu rahasia Saudi-Israel

"Kalau bukan karena isu Palestina, hubungan dengan Israel akan sangat terbuka dan disambut karena kami membutuhkan peralatan dan teknologi militer mereka," kata seorang mantan diplomat UEA tahun lalu.

Jalan di sekitar Masjid Al-Haram, Kota Makkah, lengang dari kendaraan sejak Arab Saudi memberlakukan jam malam pada 23 Maret 2020. (Haramain Info)

Jejak Yahudi di negeri Dua Kota Suci

Orang-orang Yahudi di Al-Ahsa menduduki posisi-posisi penting di Al-Ahsa, khususnya menjadi bendahara, dikenal dengan sebutan sanduq amini.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Temu rahasia Gus Dur-Peres di Halim

Kalau mau menjadi penengah, Indonesia harus berdialog dengan kedua pihak. Indonesia juga harus dan pantas dilibatkan sebagai mediator dalam proses perdamaian Palestina-Israel.

30 Oktober 2020

TERSOHOR