kisah

Mengenal calon kuat pengganti Khamenei

Hubungan Raisi dengan Garda Revolusi, badan-badan intelijen, dan lingkaran dalam Khamenei membikin dia calon terkuat buat mengisi kursi ditinggalkan Khamenei nantinya.

09 Januari 2017 23:22

Ulama konservatif berusia 56 tahun ini tidak dikenal dunia luar, tapi diam-diam muncul sebagai calon kuat pemimpin agung Iran selanjutnya.

Ibrahim Raisi adaalah pemelihara Astan Quds Razavi, lembaga amal terkaya di dunia muslim dan organisasi bertanggung jawab atas tempat paling dikeramatkan kaum Syiah. Dia diyakini telah dipersiapkan buat menggantikan Ayatullah Ali Khamenei, kini berumur 77 tahun.

Masa jabatan Khamenei, sudah lebih dari seperempat abad, akan berakhir hanya bila dia wafat. Tapi kematian mantan Presiden Iran Ali Akbar hasyimi Rafsanjani telah memicu spekulasi soal pergantian pemimpin tertinggi negara Mullah itu.

Pada 2014, Khamenei, pengambil keputusan tertinggi atas semua isu strategis Iran, diumumkan telah menjalani operasi prostat, hal tabu buat menjadi berita.

Rafsanjani, jenazahnya dikuburkan besok, merupakan tokoh politik berpengaruh di Iran. Dia dipandang berusaha mendorong tokoh lebih moderat untuk menggantikan posisi Khamenei.

Dalam wawancara khusus dengan sebuah surat kabar Juni tahun lalu, Rafsanjani bilang Dewan Ahli - beranggotakan para ulama bertugas memilih pemimpin tertinggi Iran - sudah menentukan dua kandidat meski tidak pernah ada konfirmasi resmi.

Tiga orang lainnya digadang-gadang sebagai calon adalah Hasyimi Syahrudi, Sadiq Larijani, dan Presiden Hasan Rouhani. Raisi leebih dekat dengan lingkaran inti Khamenei meski miskin pengalaman dalam pemerintahan.

Meroketnya nama Raisi mengejutkan banyak pengamat politik lokal. Dia bersorban hitam, menandakan sayyid atau keturunan Nabi Muhammad. Muhsin Kadivar, pengajar di pesntren di Kota Qom, mengatakan fakta itu sendiri memberikan kesempatan 30-40 persen bagi Raisi untuk menggantikan Khamenei.

Husain Rasam, mantan penasihat Iran untuk Kementerian Luar Negeri Inggris, menjelaskan peran Raisi sekarang kian manaikkan peluangnya menjadi pemimpin teertinggi Iran. "Dia adalah pemelihara sebuah tempat disucikan menjadi tujuan jutaan peziarah Syiah saban tahun dan saya kira posisi itu benar-benar penting," katanya. Hampir 30 juta orang tiap tahun menziarahi makam Imam Reza di Kota Masyhad.

Rasam menambahkan Raisi juga memiliki hubungan sangat dekat dengan para pemain kunci di Republik Islam Iran, mulai Khamenei sampai Garda Revolusi. "Semua indikator itu menunjukkan...peluangnya menjadi pemimpin agung selanjutnya akan tumbuh sangat cepat," ujarnya.

Raisi baru saja menginjak usia dewasa ketika Revolusi Islam meletup di Iran pada 1979, namun posisinya terus meroket. Pada musim panas 1988, dia termasuk dalam empat hakim syariah memutuskan hukuman mati massal bagi kaum kiri dan pemberontak.

Dia pernah menjabat jaksa agung dan kini kepala pengadilan yang menyidang ulama pembikin onar. Dia menikahi putri dari ulama garis keras menjadi perwakilan Khamenei di Provinsi Khorasan-Razavi.

Rasam menjelaskan Raisi juga diuntungkan lantaran Syahrudi dan Larijani terlibat kasus korupsi. Selain itu, dia juga jauh dari intrik antar faksi di Iran.  

Murtaza Kazemian, pegiat politik tersohor kini menetap di Paris, mengatakan hubungan Raisi dengan Garda Revolusi, badan-badan intelijen, dan lingkaran dalam Khamenei, termasuk putranya, Mujtaba, membikin dia calon terkuat buat mengisi kursi ditinggalkan Khamenei nantinya.

Buku Son of Hamas karya Musab Hasan Yusuf, putra dari pemimpin senior Hamas di Tepi Barat, Syekh Hasan Yusuf. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Putra Hamas dalam dekapan Yesus

Musab adalah putra dari pemimpin senior Hamas di Tepi barat, Syekh Hasan Yusuf. Dia pernah menjadi infrman Israel selama 1997-2007.

Sinagoge Beith Shalom di Jalan Kayoon 4-6, Surabaya, Jawa Timur, pada 2007. (Jono David, HaChayim Ha Yehudim Jewih Photo Library)

Bertemu pemuka Yahudi

"Sesudah itu, semua orang Barat ditawan di dalam kamp, termasuk seluruh keluarga Mussry, karena berkewarganegaraan Belanda," ujarnya.

Presiden Suriah Basyar al-Assad bertemu pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei di Ibu Kota Teheran, Iran, 25 Februari 2019. (Twitter)

Assad bertemu Khamenei di Teheran

Qasim Sulaimani juga hadir.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Menakar kestabilan Arab Saudi

Para pembangkang Saudi makin berani tampil terbuka setelah Khashoggi dihabisi





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Putra Hamas dalam dekapan Yesus

Musab adalah putra dari pemimpin senior Hamas di Tepi barat, Syekh Hasan Yusuf. Dia pernah menjadi infrman Israel selama 1997-2007.

01 April 2019
Bertemu pemuka Yahudi
04 Maret 2019
Fulus Kabah goyang Mullah
16 Januari 2019
Harap Rahaf
07 Januari 2019

TERSOHOR