kisah

Kenangan Yahudi dan anti-imigran muslimnya Trump

Kapal mengangkut 937 pengungsi Yahudi diusir setelah merapat di pelabuhan di Miami.

30 Januari 2017 10:04

Pernah senasib, orang-orang Yahudi di seantero Amerika Serikat ikut memprotes kebijakan Presiden Donald Trump menolak imigran dari tujuh negara berpenduduk mayoritas muslim.

Trump meneken surat keputusan kontroversial itu Jumat malam waktu setempat. Larangan terhadap imigran dari Iran, Irak, Yaman, Suriah, Libya, Sudan, dan Somalia berlaku 90 hari.

Trump juga melarang pengungsi dari seluruhdunia selama 120 hari, namun bagi pwngungsi Suriah tanpa batas waktu.

Penolakan Amerika terhadap pengungsi Yahudi itu terjadi saat Perang Dunia Kedua. Pada Mei 1939, ketika pembantaian atas orang-orang Yahudi oleh pasukan Nazi Jerman dimulai atau Holocaust, Amerika mengusir MS St. Louis, kapal mengangkut 937 pengungsi Yahudi kebanyakan dari Eropa.

MS St. Louis lalu berlayar kembali ke Eropa. Sebanyak 288 pengungsi Yahudi ditampung oleh Inggris, sisanya terperangkap di Eropa Barat. Ketika pasukan Nazi menguasai Benua Biru ini, 254 pengungsi lainnya meninggal.

Kisah mengenaskan ini diceritakan kembali lewat akun Twitter @Stl_Manifest Jumat pekan lalu, untuk memperingati peristiwa Holocaust. Daftar nama penumpang MS St.Louis dipampang beserta cerita bagaimana mereka dijemput ajal. Sebagian dilengkapi foto.

MS St.Louis membawa 937 pengungsi Yahudi meninggalkan pelabuhan di Kota Hamburg, Jerman, pada 23 Mei 1939. Lalu pemerintah Kuba hanya mau menerima 29 orang saja.

Sisanya melanjutkan pelayaran menuju Amerika, namun ditolak masuk setelah berlabuh di Kota Miami. Undang-undang disahkan Kongres Amerika pada 1924 memang sangat membatasi penerimaan pengungsi asal Jerman. Waktu itu juga, sentimen anti-imigran memag lazim di kalangan warga Amerika.

Proyek melansir kembali cerita Amerika melarang pengungsi Yahudi dikerjakan oleh Russel Neiss, pendidik berdarah Yahudi. Hal ini bertepatan dengan keluarnya kebijakan kontroversial Trump menolak pengungsi dan imigran muslim.

Trump seolah lupa istrinya, Melania, adalah keturunan imigran asal Slovenia. Dia juga seperti tidak ingat para pendiri perusahaan teknologi raksasa berpusat di Lembah Silikon, seperti Sergei Brin, Mark Zuckerberg, dan Steve Jobs adalah kaum imigran. 

Bahkan Jobs berayahkan orang Suriah, negara dililit perang sejak 2011, dan Trump menolak pengungsi Suriah tanpa batas waktu.

 

Shimon Peres menandatangani formulir pengajuan untuk menjadi warga negara Palestina pada 1937. (PIC)

Temu rahasia Gus Dur-Peres di Halim

Kalau mau menjadi penengah, Indonesia harus berdialog dengan kedua pihak. Indonesia juga harus dan pantas dilibatkan sebagai mediator dalam proses perdamaian Palestina-Israel.

Daftar produk Turki diserukan untuk diboikot di Arab Saudi. (Twitter)

Gila belanja istri Erdogan

Emine Erdogan memiliki bros seharga Rp 221 juta.

Pangeran Muhammad bin Salman diangkat menjadi wakil putera mahkota. (al-arabiya)

Temu rahasia Saudi-Israel

"Kalau bukan karena isu Palestina, hubungan dengan Israel akan sangat terbuka dan disambut karena kami membutuhkan peralatan dan teknologi militer mereka," kata seorang mantan diplomat UEA tahun lalu.

Jalan di sekitar Masjid Al-Haram, Kota Makkah, lengang dari kendaraan sejak Arab Saudi memberlakukan jam malam pada 23 Maret 2020. (Haramain Info)

Jejak Yahudi di negeri Dua Kota Suci

Orang-orang Yahudi di Al-Ahsa menduduki posisi-posisi penting di Al-Ahsa, khususnya menjadi bendahara, dikenal dengan sebutan sanduq amini.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Temu rahasia Gus Dur-Peres di Halim

Kalau mau menjadi penengah, Indonesia harus berdialog dengan kedua pihak. Indonesia juga harus dan pantas dilibatkan sebagai mediator dalam proses perdamaian Palestina-Israel.

30 Oktober 2020

TERSOHOR