kisah

Hamdan, pangeran idaman

Dia tampan, tidak mentang-mentang, dan disukai banyak orang, terutama kaum hawa.

08 Maret 2017 13:53

Dia tidak seperti kebanyakan pangeran atau Arab supertajir lainnya. Dia tidak suka berpesta pora, menenggak minuman beralkohol dan pesta narkotik, gonta ganti cewek, pelesiran ke klub malam, atau pamer kekayaan.

Syekh Hamdan, anak dari Emir Dubai sekaligus Wakil Presiden dan Perdana Menteri Uni Emirat Arab Syekh Muhammad bin Rasyid al-Maktum, lebih suka jalan-jalan, berburu dengan elang peliharaan, makan bareng keluarga, atau bermain dengan keponakan-keponakannya.

Sebagai calon emir Dubai berikutnya, Syekh Hamdan bin Muhammad bin Rasyid al-Maktum begitu menjaga perilakunya dan nama baik keluarganya. Tidak pernah ada gosip buruk mengenai lajang bakal genap 35 tahun November tahun ini.

Selain getol berolahraga - dia senang menyelam, terjun bebas, berkuda, balapan - Syekh Hamdan juga penyair. Dia dikenal dengan Fazza, nama pertama kali dia gunakan saat menulis puisi romantis dan patriotik.

Syekh Hamdan menampilkan dirinya sebagai wakil dari generasi muda Arab supertajir tidak berhura-hura. Dia berhasil mempromosikan dirinya sebagai anak muda Arab ideal. Dia memposisikan dirinya sebagai ningrat dekat dengan orang kebanyakan.

"Dengan foto-fotonya di Instagram, dia menunjukkan bagaimana dia mudah didekati dan dia tidak berada lima tingkat di atas orang-orang biasa," kata Martin Fuchs, konsultan politik sekaligus ahli media sosial tinggal di Kota Hamburg, Jerman. "Ini sebuah strategi merek dan secara jelas mengirim isyarat 'saya adalah panggung semua orang.'"

Dia menikmati masa kecilnya secara damai dan nyaman. Setelah menyelesaikan pendidikannya hingga sekolah menengah atas di Dubai, dia bersekolah di the Royal Military Academy di Sandhurst, Inggris, tempat dia belajar soal disiplin dan ketetapan waktu. Dia menyebut ayahnya sebagai idola dan bintang menunjukkan jalan hidupnya.

Sebelum Syekh Hamdan menjadi sorotan, media lebih banyak memberitakan kakaknya, Syekh Rasyid bin Muhammad bin Rasyid al-Maktum. Lelaki kelahiran 1981 ini dikenal sebagai playboy dan pecandu narkotik. Dia meninggal pada September 2015 karena kelebihan dosis, namun secara resmi diumumkan wafat karena serangan jantung.

Setelah kakaknya dijemput ajal, media kini menyoroti Syekh Hamdan, November tahun ini berusia 35 tahun. Penyair ini memakai nama alias Fazza, dalam dialek Emirat Arab berarti seseorang mendukung orang lain.

Dia begitu menyayangi Syekh Rasyid. Setelah abangnya itu meninggal dia menulis puisi menunjukkan kesedihan dan rasa kehilangannya ditinggal sang kakak.

Foto-foto dia unggah di Instagramnya tanpa pose perempuan, juga tidak ada pesta bergelimang khamr. Karena itulah dia layak digila-gilai kaum hawa.

Namun hingga kini dia belum memutuskan akan menikah. Dia pernah berpacaran dengan sepupunya, Syekha Syekha al-Maktum, dan bahkan sudah bertunangan. Hubungan asmara ini berlaku selama 2008-2013.

Setelah putus dengan Syekha pada Januari 2013, beberapa bulan kemudian cintanya berlabuh di hati Kalila Said, perempuan Palestina tinggal di Uni Emirat Arab.

Ayahnya sempat menolak hubungan keduanya namun akhirnya pasrah karena cinta mereka begitu kuat. Namun rencana pernikahan sudah diumumkan batal tanpa alasan jelas awal tahun ini.

Di luar kegagalannya dalam asmara, Syekh Hamdan diangkat sebagai Putera Mahkota Dubai pada Februari 2008, memang layak menjadi Emir Dubai selanjutnya.
Dia tampan, tidak mentang-mentang, dan disukai banyak orang, terutama kaum hawa. Pekan ini, pengikutnya di Instagram tembus lima juta orang.

Syekh Hamdan memang pangeran idaman.   


Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Al-Arabiya)

Tiga isyarat Biden agar Bin Salman lakukan kudeta

Kalau mau dianggap selevel dengan Biden, dia mesti buru-buru naik takhta dan tentu harus menyingkirkan ayahnya dari singgasana.

Syekha Latifah dan sahabatnya, Tiina Jauhiainen saat dalam pelarian pada 2018. (Detained in Dubai buat Albalad.co)

Duka Syekha Latifah noda emir

Ketika Syekh Muhammad bin Rasyid mengirim astronot dan pesawat ruang angkasa ke Mars, di sisi lain dia malah mengirim putrinya sendiri ke penjara.

Muhsin Fakhrizadeh, ilmuwan nuklir Iran dibunuh pada 27 November 2020 di Absar, kota kecil berjarak sekitar 40 kilometer sebelah timur Ibu Kota Teheran, Iran. (Courtesy)

Satu ton senjata Mossad dan ajal Fakhrizadeh

Fakhrizadeh tewas diterjang 13 peluru di kepala. Sedangkan istri dan 12 pengawalnya tidak cedera dalam serangan menggunakan sebuah senjata otomatis superakurat dikendalikan dari jarak jauh.

Rombongan tokoh Kristen Evangelis asal Amerika Serikat dipimpin oleh Joel Rosenberg bertemu Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, Oktober 2018. (Twitter/@JoelCRosenberg)

Gereja perdana di negara Kabah

"Tidak ada satu gereja pun di sini," kata seorang penganut Nasrani telah menetap di Saudi selama usia dewasa.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Tiga isyarat Biden agar Bin Salman lakukan kudeta

Kalau mau dianggap selevel dengan Biden, dia mesti buru-buru naik takhta dan tentu harus menyingkirkan ayahnya dari singgasana.

03 Maret 2021

TERSOHOR