kisah

Harap syahid puja Yesus

Muhammad mengaku lebih tenang setelah membaca Injil ketimbang Al-Quran.

12 April 2017 06:22

Ketika 22 pengungsi Nasrani bulan lalu berkumpul di lantai bawah tanah sebuah apartemen di Kota Istanbul Turki, itu bukan acara doa biasa. Beberapa dari mereka bernama islami. Ada Abdurrahman dan dua Muhammad. Mereka juga berseloroh soal tuan rumah, satu dari dua Muhammad itu, tadinya seorang irhabi. Dia dulunya teroris.

Basyir Muhammad memang pernah menjadi teroris. Tapi lelaki 25 tahun itu sekarang menggantung sali di ruang tamunya bercat ungu. Saban pekan dia mengundang orang-orang Islam masuk Kristen untuk membaca Injil barengan.

Padahal, kurang dari empat tahun lalu, dia bilang dia bertempur di Suriah untuk Jabhat an-Nusrah, sayap Al-Qaidah di negara Syam kini telah berganti nama menjadi Jabhat Fatih asy-Syam. Dia mengatakan seorang jihadis telah menjelma sebagai pemuja Yesus.   

Perubahan itu mengagetkan semua orang, termasuk dirinya sendiri. "Empat tahun lalu, jujur saja, saya akan membantai siapa saja menyarankan saya murtad," kata Muhammad.

Bukan saja berganti Tuhan, perangai Muhammad juga bersalin rupa. Menurut istrinya, Hevin Rasyid, sang suami kini lebih enak untuk diajak tinggal bersama.

Perpindahan agama pengungsi muslim menjadi penganut Nasrani bukan fenomena baru, terutama di negara-negara berpenduduk mayoritas Kristen. Sebagian orang kadang menuding pemuja-pemuja baru Yesus tersebut hanya ingin mendapat peluang lebih besar untuk memperoleh suaka ketimbang mesti dipulangkan ke negara asal.

Namun pengalaman Muhammad berbeda. Dia memilih tinggal di negara mayoritas muslim ketimbang mencari suaka ke negara-negara Eropa, sebuah jalan diikuti sebagian kecil jihadis.

Kisahnya bermula dari masa belianya di Afrin, kota kecil berpenduduk sebagian besar orang Kurdi di utara Suriah. Dia berasal dari keluarga muslim.

Dia mulai bersentuhan dengan ekstremisme saat remaja. Ketika berumur 15 tahun, seorang sepupunya mengajak dia ke pengajian jihadis dan dia tertarik dengan beberapa dari interpretasi paling keras soal ajaran Islam. "Bahkan yang belum pernah saya dengar sekalipun," kata Muhammad.

Tapi waktu perang meletup di Suriah pada 2011, Muhammad memilih bergabung dengan pasukan Kurdi sekuler, berjuang untuk mendapatkan wilayah otonomi.

Menyaksikan langsung korban perang membikin dia trauma. Inilah mendorong dirinya tertarik pada versi garis keras dari Islam pernah dia ketahui semasa remaja.

"Ketika saya melihat mayat bergelimpangan, itu membuat saya meyakini semua yang mereka katakan dalam pengajian," ujar Muhammad. "Ini mendorong saya ingin berjuang demi kejayaan Islam."

Saat seorang temannya mengajak dia membelot ke Jabhat Nusrah pada musim panas 2012, Muhammad menyanggupi. Sebagai pejuang Jabhat Nusrah, dia kerap menyaksikan kekejian. Kolega-koleganya membunuh beberapa tawanan dengan cara dilindas buldoser. Seorang tawanan lainnya dipaksa minum beberapa liter air kencingnya sendiri.

"Mereka bisa mengatakan kepada kami, orang-rang ini (tawanan) adalah musuh Allah," tutur Muhammad. "Saya menyaksikan semua eksekusi itu secara positif."

Di tempat pengajian Injil di kediaman Muhammad itu, juga ada seorang dari etnis Yazidi baru masuk Kristen Januari lalu. Muhammad lah memimpin doa bagi para pemuja baru Yesus tersebut.

Dalam kehidupan sebelumnya, Muhammad sangat pemarah. Ketika pulang untuk perayaan tahun baru Kurdi pada Maret 2013, dia menganggap itu bertentangan dengan ajaran Islam. Dia pun balik lagi ke Jabhat Nusrah meski tunangannya dan keluarganya berupaya keras mencegah.

Dia akhirnya mulai meragukan perjuangan Jabhat Nusrah, setelah lewat teropong melihat pasukan Suriah melindas sekelompok tawanan perang menggunakan buldoser, persis pernah dilakoni rekan-rekannya.

Dia pun nekat pulang ke Afrin. "Saya bergabung dengan Nusrah untuk mencari Tuhan," ucapnya. "Tapi setelah menyaksikan muslim membunuh muslim, saya menyadari ada kesalahan."

Pada 2014, dia dan istrinya lari dari Suriah ke Istanbul, bergabung dengan sekitar 2,5 juta pengungsi Suriah di Turki.

Kala itu, dia masih muslim. Dia juga meminta istrinya bercadar.

Sakit parah istrinya di awal 2015 membuka jalan Muhammad menuju Yesus. Ketika kondisi istrinya kian memburuk, dia menelepon Ahmad, sepupunya pernah mengajak dia ke pengajian jihadis sewaktu remaja.

Ahmad, sekarang tinggal di Kanada, membuat Muhammad sangat terkejut karena dia telah memeluk agama Nasrani.

Ahmad kemudian meminta Muhammad mendekatkan teleponnya ke telinga istrinya, sehingga kelompok pengajiannya bisa bernyanyi sekaligus berdoa buat kesembuhan Hevin Rasyid, istrinya Muhammad.

Muhammad mulanya menolak, namun dia frustasi sehingga menyerah.  

Beberapa hari kemudian, kondisi istrinya berangsur pulih. Dia merasa doa dari sepupunya dan kelompok pengajian Kristen berjasa.

Sampai akhirnya Muhammad meminta Ahmad merekomendasikan seorang pendeta di Istanbul buat mengajarkan dirinya mengenai agama Nasrani. Dia lalu dikenalkan kepada Eimad Brim, misionaris dari sebuah kelompok evangelis asal Yordania disebut Penggembala Baik, bersedia menemui Muhammad.

Muhammad dan istrinya kini mantap dengan agama barunya. Dia mengklaim lebih tenang setelah membaca Injil dibanding Al-Quran. Dia bilang setelah masuk Kristen dia merasa lebih diterima.

Dia bilang Tuhan kini dia sembah berbeda dengan Tuhan dia puja sebelumnya. "Kami dulu memuja dalam ketakutan. Sekarang semuanya telah berubah," ujar Muhammad.

Dia pun sadar bakal menjadi sasaran pembunuhan dari teman-temannya di Jabhat Nusrah. Tapi dia meyakini Tuhan barunya bisa melindungi. "Saya percaya kepada Dia."

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir menggendong Hanan, anak pengungsi Suriah tinggal bersama orang tuanya di sebuah kamp di Distrik Zajla, Lembah Bekaa, Libanon. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Derma Zionis buat pemberontak Suriah

Jumlah senjata dan dana diberikan Israel kepada para pemberontak Suriah kecil ketimbang bantuan diberikan negara-negara lain, termasuk Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Amerika Serikat.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir menggendong Hanan, 4 tahun, anak pengungsi Suriah tinggal di sebuah kamp di Lembah Bekaa, Libanon, 11 April 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Kenangan pahit di negara Syam

Perang memang cuma menyisakan kenangan pahit bagi pelaku dan korban.

Seorang lelaki memegang elang di resor di gurun Al-Maha, Dubai. (weekenduae.com)

Sandera ningrat Qatar dan konflik Suriah

Pembebasan 26 pangeran Qatar diculik di Irak terkait pertukaran penduduk Syiah dan Sunni di Suriah. Qatar membayar tebusan jutaan dolar Amerika.

Evakuasi korban tewas dan luka akibat serangan teror di klub malam Reina, Istanbul, Turki, 1 Januari 2017. (Twitter/@emergensa24)

Rekrutmen Nusrah dan ISIS di Turki

ISIS merekrut orang-orang kurang secara ideologi dan jaringan, sedangkan calon jihadis Jabhat Nusrah mesti lulus indoktrinasi dan direkomendasikan anggota lainnya.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Sentuhan Zionis dalam Perang Yaman

Israel secara rahasia menjual senjata dan amunisi kepada Arab Saudi, termasuk bom fosfor merupakan senjata terlarang.

21 November 2018
Nihil Jamal di Istanbul
05 Oktober 2018

TERSOHOR