kisah

Sandera ningrat Qatar dan konflik Suriah

Pembebasan 26 pangeran Qatar diculik di Irak terkait pertukaran penduduk Syiah dan Sunni di Suriah. Qatar membayar tebusan jutaan dolar Amerika.

21 April 2017 21:10

Sebuah pesawat jet asal Qatar dikirim untuk menjemput 26 anggota keluarga Kerajaan Qatar masih menunggu di Ibu Kota Baghdad, Irak, sejak Sabtu pekan lalu. Pembebasan 26 bangsawan Qatar diculik ini berkaitan dengan pertukaran penduduk Syiah dan Sunni di Suriah.  

Para pejabat Irak menduga pesawat itu membawa fulus jutaan dolar Amerika Serikat untuk membayar uang tebusan. Namun proses pembebasan 26 pangeran Qatar ini terganjal karena di Sabtu itu pula sebuah konvoi bus membawa penduduk dari dua kota kecil Syiah di utara Suriah, Fua dan Kafraya, dihantam bom.

Serangan bunuh diri itu menewaskan 126 orang dan melukai hampir 300 lainnya, salah satu serangan terburuk selama enam tahun perang berkecamuk di negara Syam tersebut. Kejadian ini juga memperumit perundingan antara Iran dan Qatar, serta melibatkan empat milisi paling kuat di kawasan itu dalam proses pelepasan sandera 26 pangeran Qatar.

Sejumlah pejabat Qatar tiba di Baghdad Sabtu lalu dengan bawaan tas-tas besar dan mereka menolak bawaan itu diperiksa. Sejumlah pejabat Irak meyakini tas-tas itu berisi uang jutaan dolar Amerika untuk dibayarkan kepada milisi Syiah di Irak menculik 26 pangeran itu, Kataib Hizbullah, serta dua milisi di Suriah menyepakati pertukaran penduduk Syiah, yakni Hayat Tahrir asy-Syam dan Ahrar asy-Syam.

Dua kota Sunni dekat Ibu Kota Damaskus, Suriah - Madaya dan Zabadani - warganya dipindah ke wilayah dikuasai pemberontak di Provinsi idlib. Lusinan penduduk dari keempat kota itu mulai dipindahkan Senin pekan ini.

Pemerintah Suriah tidak berperan dalam proses pembebasan 26 pangeran Qatar tersebut. Otoritas di Baghdad berkali-kali bilang mereka tidak mengetahui siapa penyekap para ningrat Qatar itu. Baghdad juga tak tertarik memerangi mereka.

Iran adalah pendorong utama dalam rencana memindahkan hampir 50 ribu warga Syiah di Fua dan Kafraya. Para pejabat teheran bernegosiasi langsung dengan pimpinan Ahrar asy-Syam. Milisi-milisi sokongan Iran juga diterjunkan untuk melindungi dua kota Syiah tersebut dari kepungan kelompok-kelompok islamis dan jihadis selama empat tahun belakangan.

Pembicaraan pertukaran penduduk Syiah dan Sunni itu mandek hingga nasib 26 pangeran Qatar itu, kebanyakan dari suku ats-Tsani merupakan keluarga emir, masuk dalam agenda perundingan November tahun lalu. Mereka bagian dari rombongan pemburu diculik sekitar seratus lelaki bersenjata di selatan Irak pada Desember 2015, keberadaan mereka tidak diketahui sampai November 2016.

Sejak saat itu, rencana perpindahan penduduk Sunni dan Syiah dari empat kota di Suriah menemukan momentum baru. Hizbullah dari Libanon, milisi Syiah pembela rezim basyar al-Assad, dan Ahrar asy-Syam menandatangani sebuah kesepahaman awal bulan ini dengan Qatar sebagai penjamin.

Di saat sama, milisi Kataib Hizbullah - yang menyekap para pangeran Qatar - memindahkan sandera mereka itu ke Baghdad untuk persiapan pembebasan.

Sumber-sumber mengetahui perundingan mengatakan bom bunuh diri Sabtu pekan lalu mengganjal proses pembebasan 26 pangeran Qatar, namun tidak sampai gagal. Seorang pejabat senior Irak mengungkapkan para tawanan ini kemungkinan dibebaskan setelah semua penduduk Syiah dan Fua dan Kafraya dipindahkan.

Seorang penduduk Fua bilang sejumlah anggota keluarganya kemungkinan dipindah ke pinggiran Homs dalam beberapa hari mendatang, tapi tujuan akhir mereka belum jelas. Beberapa penduduk Fua memperkirakan mereka bakal dipindah ke wilayah dekat Madaya dan Zabadani, atau di pinggiran barat Damaskus.

Versi terbaru dari rencana pertukaran ini adalah penduduk Syiah dari Fua dan Kafraya akan dipindah ke timur Aleppo, telah direbut pasukan pemerintah Suriah dari pemberontak Desember tahun lalu.

Para pejabat oposisi Suriah kini menyangka warga Fua dan Kafraya bakal dipindah ke dua kota Sunni, Madaya dan Zabadani. "Mereka akan bergabung dengan para pemimpin Hizbullah dan keluarga mereka telah direlokasi dari Libanon," kata seorang pejabat oposisi.

Dua keluarga dari Kafraya mengatakan kepada Guardian Jumat pekan lalu, mereka diberitahu bakal tinggal sementara di Aleppo sebelum direlokasi lagi ke wilayah dekat kubur Sayyidah Zainab di barat Damaskus, atau Zabadani, atau Madaya.

Yusuf, warga Fua baru-baru ini dievakuasi sekarang tinggal dekat Masjid Sayyidah Zainab, salah satu tenmpat paling dikeramatkan oleh kaum Syiah. Dia mencemaskan kerabatnya yang lain. "kami tidak mau merampas rumah-rumah penduduk Zabadani dan Madaya, karena kami juga tidak ingin mereka mengambil milik kami, tapi bukan kami memutuskan."

Nura, bukan nama sebenarnya, menjadi cacat akibat serangan udara pasukan koalisi Arab Saudi di Yaman pada 2015. (Save the Children)

Sentuhan Zionis dalam Perang Yaman

Israel secara rahasia menjual senjata dan amunisi kepada Arab Saudi, termasuk bom fosfor merupakan senjata terlarang.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir menggendong Hanan, anak pengungsi Suriah tinggal bersama orang tuanya di sebuah kamp di Distrik Zajla, Lembah Bekaa, Libanon. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Derma Zionis buat pemberontak Suriah

Jumlah senjata dan dana diberikan Israel kepada para pemberontak Suriah kecil ketimbang bantuan diberikan negara-negara lain, termasuk Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Amerika Serikat.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir menggendong Hanan, 4 tahun, anak pengungsi Suriah tinggal di sebuah kamp di Lembah Bekaa, Libanon, 11 April 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Kenangan pahit di negara Syam

Perang memang cuma menyisakan kenangan pahit bagi pelaku dan korban.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir pada 3 April 2017 mengunjungi keluarga Abu Muhammad, pengungsi asal Suriah kini menetap di kamp Azraq, Yordania. (Faisal Assegaf, Albalad.co)

Harap syahid puja Yesus

Muhammad mengaku lebih tenang setelah membaca Injil ketimbang Al-Quran.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Sentuhan Zionis dalam Perang Yaman

Israel secara rahasia menjual senjata dan amunisi kepada Arab Saudi, termasuk bom fosfor merupakan senjata terlarang.

21 November 2018
Nihil Jamal di Istanbul
05 Oktober 2018

TERSOHOR