kisah

Lirik Kabah gamit Bintang Daud

Pada 1990-an, Mufti Agung Arab Saudi Syekh Abdul Aziz berfatwa raja Saudi boleh berbaikan dengan negara musuh, termasuk Israel, kalau sejalan dengan kepentingan negara.

01 Desember 2017 18:01

Senin pekan lalu, media-media global dan media sosial kaget bukan kepalang. Ben Tzion, lelaki Yahudi asal Israel, berhasil berkunjung ke Arab Saudi. Dia bahkan mampu melawat ke Masjid Nabawi.

Sehari kemudian, pria 31 tahun ini mengunggah foto-foto dan video dirinya sedang berada di dalam masjid dibangun oleh Nabi Muhammad tersebut di sejumlah akun media sosialnya. Dirinya pun kebanjiran komentar berupa kecaman dan murka dari kaum muslim, sehingga Instagram terpaksa menutup akun milik Ben Tzion.

Rekaman video memperlihatkan Ben Tzion sedang berada dalam Masjid Nabawi sudah ditonton lebih dari 30 ribu kali dan menggaet sekitar 3.500 komentar.

Masjid Nabawi merupakan tempat kedua paling disucikan oleh umat Islam sejagat setelah Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. Di masjid itu terdapat kubur Nabi Muhammad.

Inilah perkembangan paling dramatis dari terbongkarnya hubungan gelap antara Arab Saudi dan Israel beberap bulan belakangan. Meski begitu, pengusaha asal Israel Emanuel Shahaf bilang kepada Albalad.co, warga Yahudi dari Israel sudah biasa melawat ke negara Kabah.  

Meski pemimpin de facto Arab Saudi sekaligus Putera Mahkota Muhammad bin Salman berupaya keras mendekati Israel dia tetap saja memerlukan restu para ulama. Maklum saja, rakyat di negeri Bani Saud tersebut konservatif dan segala sendi kehidupan diatur oleh ulama. Apalagi, masyarakat Arab di kawasan Timur Tengah masih tetap mencurigai negara Bintang Daud itu.

Sehari sebelum Tzion memamerkan fotonya di Masjid Nabawi, Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia Dr Muhammad Abdul Karim al-Isa, juga mantan menteri kehakiman, dan Duta Besar Arab Saudi untuk Prancis Khalid Muhammad al-Angari melawat ke Sinagoge Agung di Ibu Kota Paris, Prancis.

Sejatinya, kaum ulama di negara Dua Kota Suci itu sudah memberi lampu hijau bagi pemerintah untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Pada 1990-an, Mufti Agung Arab Saudi Syekh Abdul Aziz berfatwa raja Saudi boleh berbaikan dengan negara musuh, termasuk Israel, kalau sejalan dengan kepentingan negara.

Akhir Juli tahun lalu, sebuah delegasi Saudi pensiunan jenderal Anwar Isyki dipimpin mengunjungi Israel dan bertemu tokoh-tokoh senior di sana. Salah satunya adalah Rabbi Michael Melchior, mantan Wakil Ketua Knesset (parlemen Israel) dan bekas deputi Menteri Luar negeri Israel.     

Pada 2002, Melchior membikin Insitif Perdamaian Agama, sebuah proyek kemitraan antara tokoh-tokoh Yahudi dengan ulama-ulama dari Palestina dan beberapa negara Arab.

Dalam pertemuan dengan Isyki, tambah Melchior, mereka membahas mengenai Perjanjian Hudaibiyah, sebuah kesepakatan damai antara Nabi Muhammad dan para tokoh Yahudi di pinggiran Makkah.

Dia memutuskan untuk tetap melanjutkan komunikasi dengan Isyki. "Saat di mana kami mengunjungi Arab Saudi sebagai orang Israel kian dekat dan akan terjadi dalam waktu segera," ujarnya.

Yair Hirschfield, salah satu arsitek Perjanjian Oslo pada 1993 menekankan keterlibatan para tokoh agama Yahudi penting untuk mewujudkan perjanjian damai antara Israel dan negara-negara Arab.

Pada Mei tahun lalu, perwakilan dari Liga Dunia Muslim, lembaga nirlaba asal Saudi mengirimkan wakilnya dalam forum dialog antara agama digelar di Ibu Kota Bratislava, Slowakia. Pertemuan ini membahas soal persatuan antara agama, terutama Yudaisme dan Islam dalam menciptakan perdamaian global.

Pada 17 September di New York, Liga Dunia Muslim melangsungkan sebuah konferensi antar tokoh agama, termasuk mengundang para pemuka agama Yahudi.

Kemesraan kian terkuak saat ini memang sesuak kepentingan nasional Saudi. Setidaknya itu ada dalam benak Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman. Dia membutuhkan Israel dalam berebut pengaruh dengan Iran di Timur Tengah. Kini negara Mullah itu telah menjadi musuh bersama Saudi dan Israel.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Menakar kestabilan Arab Saudi

Para pembangkang Saudi makin berani tampil terbuka setelah Khashoggi dihabisi

Putera Mahkota Arab Saudi bin Salman saat berada di atap Kabah pada 12 Februari 2019. (Twitter)

Anak Raja Salman dikecam karena naik ke atap Kabah

Ratusan aparat keamanan mengelilingi Kabah dan hanya menyisakan dua jalur bagi jamaah buat bertawaf.

Foto raksasa mendiang Imam Khomeini tergantung di tembok sebuah bangunan dekat rumahnya di kawasan elite Jamaran di utara Ibu Kota Teheran, Iran, 31 Mei 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Fulus Kabah goyang Mullah

Pada 2012, Amerika menghapus MEK dari daftar organisasi teroris lantaran ingin menggunakan kelompok ini untuk membikin Iran tidak stabil.

Rahaf Muhamnad al-Qunun, 18 tahun, gadis asal Arab Saudi kabur dari keluarganya dan ingin meminta suaka ke Australia. (Twitter)

Harap Rahaf

"Hidup di Arab Saudi seperti tinggal dalam penjara. Saya tidak bisa membikin keputusan sendiri," ujar Rahaf. "Bahkan soal rambut pun saya tidak boleh memutuskan sendiri."





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Menakar kestabilan Arab Saudi

Para pembangkang Saudi makin berani tampil terbuka setelah Khashoggi dihabisi

15 Februari 2019
Fulus Kabah goyang Mullah
16 Januari 2019
Harap Rahaf
07 Januari 2019

TERSOHOR