kisah

Mogok makan Pangeran Talal

Raja Salman menjenguk dia di rumah sakit akhir November tahun lalu.

10 Januari 2018 23:04

Kondisi lelaki renta ini kian ringkih. Akhir Desember lalu, selang makanan sudah dimasukkan lewat mulut Pangeran Talal bin Abdul Aziz, 86 tahun. Dia terbaring lemah dalam ruang rawat di Rumah Sakit Raja Faisal di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi.

Abang tiri dari Raja Salman bin Abdul Aziz itu melakoni mogok makan sebagai protes atas penangkapan besar-besaran dilakoni keponakannya, Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, dan penahanan atas ketiga putranya.

Arab Saudi menangkapi ratusan pangeran, konglomerat, dan pejabat dengan tuduhan terlibat korupsi. Penangkapan besar-besaran sejak awal November tahun lalu ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, diketuai oleh Pangeran Muhammad bin Salman.

Namun pekan ini, sekitar 60 tahanan tersisa, termasuk Pangeran Al-Walid, telah dipindahkan dari Hotel Ritz Carlton di Riyadh ke Penjara Al-Hair, penjara superketat khusus tahanan teroris dan pegiat politik.

Pangeran Talal telah menolak makanan dan minuman sejak 10 November 2017 setelah anaknya, Pangeran Al-Walid bin Talal, dibekuk pada 4 November. Sebulan kemudian bobot tubuhnya berkurang sepuluh kilogram.

Banyak anggota keluarga kerajaan dan pengusaha datang menjenguk karena menghormati pria kelahiran 15 Agustus 1931 itu. Seorang pelawat bilang kepada Middle East Eye, Pangeran Talal tidak pernah mengumumkan soal mogok makan dia lakukan.

Raja Salman mengunjungi dia di rumah sakit akhir November tahun lalu. Penguasa negara Kabah ini menyampaikan duka cita atas meninggalnya Puteri Madawi, saudara kandung perempuan Pangeran Talal. Raja Salman mencium tangan Pangeran Talal, kemudian duduk di atas kursi roda.

Pengunjung ini mengungkapkan dalam kesempatan tersebut Pangeran Talal tidak membahas masalah penahanan ketiga putranya. Dia tidak mau memanfaatkan pertemuan dengan Raja Salman itu untuk mendesak pembebasan ketiga anak lelakinya, sedangkan yang lain masih ditahan.

Tapi banyak pihak menyadari alasan Pangeran Talal mogok makan. "Kami sangat kenal dengan dia dan tahu alasan dia melakoni tindakan tersebut," katanya. "Tidak ada alasan medis kenapa dia tidak bernafsu makan."

Sebulan sebelum mogok makan, Pangeran Talal menjelaskan kepada teman-temannya, adalah hal benar untuk melakukan protes secara beradab terhadap kesewenag-wenangan dilakoni anak kesayangan dari Raja Salman itu.

Ruang rawat Pangeran Talal telah menjadi tempat pertemuan bagi banyak keluarga Bani Saud dan menjadi cara untuk mereka menyaksikan apa yang tengah terjadi dalam klan penguasa Saudi ini.

Pangeran Talal dikenal berpikiran liberal. Mantan menteri keuangan di era Raja Saud bin Abdul Aziz (1953-1964) ini dijuluki Pangeran Merah setelah memimpin Gerakan Pangeran Bebas menyerukan berakhirnya monarki absolut.

Namun keluarga kerajaan menolak gagasannya, sehingga dia dipaksa mengasingkan diri ke Ibu Kota Kairo, Mesir. Sang ibu, Munaiyir, berhasil mengupayakan perdamaian antara Pangeran Talal dan Raja Saud.

Pangeran Talal telah berkampanye mengenai hak-hak kaum hawa Arab Saudi jauh sebelum Raja Salman September tahun lalu memutuskan perempuan Saudi boleh mengemudi mobil dan mengendarai sepeda motor mulai Juni tahun ini.

"Perempuan Saudi akan memperoleh hak mereka pada akhirnya...langkah ke arah itu jangan dihentikan dan kita mesti mempercepat sedikit," ujar Pangeran Talal dalam sebuah wawancara.

Dia terus mengkampanyekan sistem monarki konstitusional bagi Arab Saudi dan pemisahan kekuasaan. "Saya selalu meyakini yang terbaik adalah pemisahan kekuasaan antara legislatif, eksekutif, dan yudikatif," ujarnya saat diwawancarai oleh stasiun televisi Al-Mihwar pada 2007.

Menurut Pangeran Talal, Raja Fahad bin Abdul Aziz sudah melaksanakan hal itu pada 1992, ketika dia membikin konstitusi Saudi menjadi hukum dasar pemerintahan di negeri Dua Kota Suci tersebut. Dalam konstitusi ini disebutkan secara jelas adanya pemisahan antara tiga lembaga negara: legislatif, eksekutif, dan yudikatif. "Apa yang kami inginkan sekarang adalah pemerintah menjadi indeependen," katanya.

Pelawat datang menjenguk Pangeran Talal menjelaskan semua orang sadar kampanye antirasuah dijalankan Pangeran Muhammad bin Salman tidak adil dan jujur. Dia hanya menyasar keluarga besar Bin Abdullah dan Bin Talal. Sedangkan keluarga-keluarga lainnya dalam Bani Saud, dikenal korup dan licik tidak tersentuh.

Kapal pesiar Topaz menjadi milik Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman setelah ditukar dengan lukisan wajah Yesus berjudul Salvator Mundi. (Daily Mail)

Wajah Yesus gengsi dua pangeran

Pangeran Muhammad bin Salman menukar Salvator Mundi dengan kapal pesiar Topaz milik Pangeran Muhammad bin Zayid.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Putera mahkota Arab Saudi diduga penjarakan ibunya

Dia cemas sang ibu bisa mempengaruhi Raja Salman untuk mencegah dirinya merebut kekuasaan, sehingga memecah belah keluarga Bani Saud.

Pangeran Al-Walid bin Talal, pemilik Kingdom Holding Company sekaligus keponakan dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Syed Saleem/Facebook)

Misteri pembebasan Pangeran Al-Walid

Pangeran Al-Walid dikabarkan merelakan hampir seluruh hartanya untuk menebus kebebasannya dan dia akan diberi tunjangan bulanan.

Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, dibuka kembali mulai 14 Februari 2018 setelah dijadikan penjara bagi tahanan korupsi sejak 4 November 2017. (ritzcarlton.com)

Arab Saudi raup lebih dari US$ 100 miliar dari hasil kompromi dengan para tersangka korupsi

Tahanan terakhir dilepaskan termasuk Pangeran Al-Walid bin Talal.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Kenangan pahit di negara Syam

Perang memang cuma menyisakan kenangan pahit bagi pelaku dan korban.

16 April 2018
Eksekusi sunyi Zaini
19 Maret 2018

TERSOHOR