kisah

Anak haram mendiang Raja Husain

Timothy Scott Roman dilahirkan dalam keadaan cebol, namun dia tumbuh menjadi lelaki setinggi 162, 5 sentimeter, berkat suntikan hormon tiga kali sepekan.

12 Januari 2018 10:53

Buat menyenangkan pemimpin muda sekaligus sekutu menjanjikan di Timur Tengah, dinas rahasia luar negeri Amerika Serikat, Central Intelligence Agency (CIA), meminta bantuan konglomerat Howard Hughes untuk mencarikan perempuan tepat bagi Raja Yordania Husain bin Talal.

Hal itu dilakukan selama lawatan Raja Husain pada musim 1959 ke Amerika, menurut dokumen rahasia hasil penyelidikan atas kasus pembunuhan Presiden Amerika John Fitgerald Kennedy, dipublikasikan baru-baru ini. Dokumen itu memperlihatkan Raja Husain menjalin hubungan gelap dengan aktris Hollywood berdarah Yahudi Susan Cabot, hingga menghasilkan seorang putra kemudian memukuli Cabot sampai tewas pada 1986.

Sebuah memo rahasia CIA diterbitkan pada 15 Desember lalu menunjukkan CIA memakai jasa investigator swasta Robert Maheu, juga mantan agen FBI (Biro Penyelidik Federal), untuk mencarikan teman tidur Raja Husain, 23 tahun, saat kunjungannya ke Los Angeles pada April 1959.

Memang dokumen tersebut cuma menyebutkan seorang kepala negara asing, namun linimasa termasuk dalam memo rahasia CIA itu cocok dengan waktu lawatan Raja Husain di Amerika. Pada 28 Maret 1959, surat kabar the New York Times melaporkan mengenai agenda perjalanan Raja Husain dan rencana untuk meningkatkan bantuan Amerika bagi Yordania.

"Pejabat asing itu sangat ingin ditemani perempuan saat lawatannya ke Los Angeles, karena itu ada permintaan agar diatur melalui sebuah sumber CIA untuk menjamin kunjungannya memuaskan," kata memo tertulis tanpa nama itu.

CIA lalu menghubungi Maheu, penyelidik swasta di Los Angeles, buat mencarikan teman kencan bagi Raja Husain. Maheu lantas menelepon seorang pengacara tersohordi Los Angeles sekaligus selebritas Hollywood.

Pada 9 April 1959, koran the Los Angeles Times menulis Cabot dan Raja Husain bertemu dalam sebuah pesta di kediaman Edwin Pauley, pengusaha minyak sekaligus donatur setia Partai Demokrat.

Selama di Los Angeles, Raja Husain merasa cocok dengan Cabot. "Dia berharap bisa bareng lagi dengan Cabot saat kunjungan ke New York pada 14-18 April 1959," kata CIA dalam memo rahasianya.

CIA kemudian menyewa sebuah rumah untuk Raja Husain di Long Beach, Long Island, New York, selama lawatan penguasa Yordania itu di New York. Sedangkan Cabot disewakan sebuah kamar di Hotel Barclay di New York, dengan memakai nama orang lain.

Hubungan gelap Raja Husain dan Cabot tersiar luas saat itu. Sejumlah laporan media menyebutkan Cabot, dilahirkan dengan nama Harriet Saphiro, bisa menimbulkan masalah bagi pemimpin muslim tersebut.

Cabot memulai kariernya di dunia film pada 1947 lewat Kiss of Death dan berlanjut selama 1950-an dengan beragam peran dalam film-film fiksi ilmiah berbiaya murah, seperti War of the Satellites dan The Wasp Woman.

Pada 1959, Husain telah menjadi raja Yordania selama enam tahun. Dia naik takhta pada 1953 setelah ayahnya, Raja Talal, terpaksa lengser lantaran sakit parah. Di usia 17 tahun, Husain menyaksikan kakeknya, Raja Abdullah, dibunuh di Yerusalem.

Yordania kehilangan bantuan militer dan ekonomi dari Inggris pada 1957, ketika negara itu menghapus subsidi tahunannya. Raja Husain datang ke Amerika untuk memastikan bantuan negara adikuasa itu terus berlanjut bagi Yordania.

"Para pejabat Amerika amat terkesan dengan kepribadian Raja Husain," tulis the New York Times pada 18 Maret 1959. "Mereka membahas kemungkinan Raja Husain dapat menjadi pemimpin Arab berpengaruh setara kakeknya."

Raja Husain memimpin Yordania sampai Februari 1999 ketika dia wafat karena kanker. Dia mepat kali menikah dan putranya dari perkawinan kedua, Abdullah, menggantikan dirinya menjadi raja.

Sedangkan Cabot tewas dipukuli di rumahnya di Los Angeles pada 10 Desember 1986. Putranya, Timoty Scott Roman, didakwa sebagai pembunuhnya.

Selama diadili, Chester Leo Smith, kuasa hukum dari Roman, menunjukkan bukti terdakwa menerima kiriman uang US$ 1.500 saban bulan dari Raja Husain.

The Los Angeles Times melaporkan pada 13 April 1989, pemerintah Yordania tidak megomentari tentang klaim Smith: Raja Husain adalah ayahnya Roman.

Pada 11 Oktober 1989, harian itu menulis Roman dilahirkan dalam keadaan cebol, namun dia tumbuh menjadi lelaki setinggi 162, 5 sentimeter, berkat suntikan hormon tiga kali sepekan.

Dia diputus bersalah karena memukul ibunya menggunakan sebuah barbel sampai meninggal.   

Daftar nama warga Indonesua terkait ISIS di kamp Ain Isa. (Rojava Information Center)

Menengok para pemuja ISIS asal Indonesia di Suriah

Terdapat 450 warga Indonesia di kamp Ain isa dan 300 orang lainnya di kamp Al-Haul.

Amir Muhamnad Abdurrahman al-Mauli as-Salbi, pemimpin baru ISIS. (Courtesy)

Berkenalan dengan pemimpin baru ISIS

Muhammad al-Mauli bergelar sarjana syariah lulusan dari Universitas Mosul. Dia memiliki satu putra. Dia bertemu Baghdadi ketika pada 2004 mendekam dalam tahanan Amerika di Kamp Bucca, Irak.

Bendera Amerika Serikat dan Israrl dijadikan keset di pintu masuk sebuah masjid di Provinsi Khuzestan, barat daya Iran. (Twitter)

Benci Khamenei, muak Mullah

Sebagian penduduk di negeri Mullah itu tidak mau lagi dipengaruhi oleh propaganda rezim.

Gambar ilustrasi Imam Husain, syahid di Karbala, tengah memeluk mendiang komandan Brigade Quds Mayor Jenderal Qasim Sulaimani di surga. Sulaimani tewas akibat serangan udara Amerika Serikat di Baghdad, 3 Januari 2020. (Khamenei.ir)

Maut jemput syuhada hidup

Mencari tahu lokasi Sulaimani telah lama menjadi prioritas bagi intelijen dan militer Amerika serta Israel, terutama saat dia sedang berada di Irak.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Menengok para pemuja ISIS asal Indonesia di Suriah

Terdapat 450 warga Indonesia di kamp Ain isa dan 300 orang lainnya di kamp Al-Haul.

07 Februari 2020

TERSOHOR