kisah

Misteri pembebasan Pangeran Al-Walid

Pangeran Al-Walid dikabarkan merelakan hampir seluruh hartanya untuk menebus kebebasannya dan dia akan diberi tunjangan bulanan.

31 Januari 2018 08:52

Puteri Rim binti Al-Walid tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya setelah ayahnya dibebaskan dari tahanan. Dia berbagi kegembiraan itu melalui akun Twitternya Ahad lalu, sehari sesudah Pangeran Al-Walid bin Talal dilepaskan.

"Kau adalah cahaya dunia, engkau merupakan duniaku," kata Puteri Rim.

Pangeran Al-Walid termasuk dalam rombongan terakhir tahanan kasus dugaan korupsi dibebaskan. Pemilik Kingdom Holding Company sekaligus keponakan dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz ini tiba di istananya di Ibu Kota Riyadh Sabtu pekan lalu.

Namun bagaimana dia akhirnya bisa dibebaskan masih tetap menjadi misteri. Pembebasannya terjadi hanya beberapa jam setelah dia melakoni wawancara khusus dengan sebuah media dari Inggris, diklaim dilakukan di Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh.

Namun dua sumber Albalad.co dekat dengan keluarga kerajaan menilai lokasi wawancara sebuah rekayasa untuk menutup citra buruk pemerintah Arab Saudi. Keduanya bilang bulan ini tahanan tersisa sudah dipindah dari Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh ke Penjara Al-Hair, tempat penahanan superketat dikhususkan bagi tahanan teroris dan pembangkang.

Berapa harga mesti dibayar Pangeran Al-Walid tidak diketahui secara pasti. Menurut salah satu dari sumber Albalad.co itu, informasi berseliweran di kalangan istana menyebutkan dia menyerahkan 17 persen dari sekitar US$ 17,4 miliar kekayaannya versi majalah Forbes.

Mengutip seorang sumber mengetahui negosiasi tersebut, Forbes menulis Pangeran Al-Walid merelakan hampir seluruh hartanya untuk menebus kebebasannya dan dia akan diberi tunjangan bulanan.

Sumber ini menyebutkan kalau dia ingin bepergian keluar negeri, harus ditemani oleh seseorang ditunjuk oleh pemerintah Arab Saudi. "Bila Al-Walid ke luar negeri dan tidak kembali ke Arab Saudi, pemerintah sudah memberitahu dia, bakal mengajukan dakwaan dan mengekstradisi dirinya," ujar sumber tersebut.

Tapi sumber Albalad.co menyangsikan Pangeran Al-Walid menyerahkan hampir semua hartanya sebagai syarat pembebasan. "Setahu saya maksimum 70 persen dari total kekayaan," tuturnya.

Sumber Albalad.co lainnya bilang lelaki 62 tahun tersebut dikenai status tahanan rumah. Sejak dia kembali ke kediamannya, istana Pangeran Al-Walid dijaga ketat pasukan setia terhadap Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman.

Hingga kini, Pangeran Al-Walid masih bungkam. Alhasil kisah seputar pembebasannya tetap menjadi misterius.

Pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal dari Arab Saudi. (Gulf Business)

Pangeran Al-Walid yakin anak Raja Salman tidak terlibat pembunuhan Khashoggi

Pangeran Al-Walid dibebaskan dari tahanan akhir Januari tahun ini setelah bersedia menyerahkan sebagian hartanya.

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz dari Arab Saudi. (huseofsaud.com)

Berpadu buat kudeta putera mahkota

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz pulang dengan misi menggulingkan Pangeran Muhammad bin Salman. Dia mendapat jaminan keamanan dari Amerika dan Inggris.

Wartawan pengkritik Arab Saudi Jamal Khashoggi. (Twitter)

Lika-liku pembunuhan Jamal Khashoggi

"Kami mengetahui kapan Jamal (wartawan Saudi Jamal Khashoggi) dibunuh, di ruangan mana dia dibunuh, dan di mana mayatnya dibawa untuk dimutilasi,"

Pangeran Sultan bin Turki (Hugh Miles)

Jejak gelap pengkritik penguasa negara Kabah

Sejak Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota pada 21 Juni lalu, Arab Saudi kian getol menangkapi para pembangkang, termasuk ulama.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Sentuhan Zionis dalam Perang Yaman

Israel secara rahasia menjual senjata dan amunisi kepada Arab Saudi, termasuk bom fosfor merupakan senjata terlarang.

21 November 2018
Nihil Jamal di Istanbul
05 Oktober 2018

TERSOHOR