kisah

Dakwah Salah

Sebagian pendukung Liverpool sampai bernazar untuk menjadi pengikut Nabi Muhammad kalau Salah terus menambah pundi-pundi golnya.

16 Februari 2018 08:48

Dia bukan Tariq Ramadan, penceramah tersohor merupakan cucu dari pendiri Al-Ikhwan al-Muslimun Hasan al-Banna kini ditahan di Paris karena terbelit kasus dugaan pemerkosaan.

Dia juga tidak seperti Imam Besar Front Pembela Islam Habib Muhammad Rizieq Syihab, dengan pidato berapi-api mampu menggaet jutaan umat Islam berkumpul di sekitar Lapangan Monumen Nasional, Jakarta pada 2 Desember 2016, untuk menuntut Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ditangkap dan diadili atas dugaan penistaan agama Islam.

Meski dia bukan seorang ulama tapi dia kini menjadi idola. Muhammad Salah, pesepak bola kelahiran negara Nil digandrungi jutaan penggemar Liverpool FC, klub sepak bola legendaris asal Inggris.

Kelihaian sekaligus kecepatannya dalam mengolah si kulit bundar telah membikin orang terpana dan seolah rela tidak berkedip menyaksikan tariannya di lapangan hijau.

Sejak pindah dari AS Roma ke Liverpool musim panas tahun lalu dengan transfer seharga 36,9 juta pound sterling, Salah makin berkilau. Dia kini telah mencetak 30 gol bagi Liverpool di semua ajang kompetisi.

Sampai-sampai Direktur Olahraga AS Roma Monchi mengakui nilai penjualan Salah ke Liverpool tahun lalu terlalu murah. "Sebenarnya kami bisa mencapai harga 50 juta euro dengan beragam bonus, tapi saat itu kami harus menjual (Salah) dan itu sebuah pilihan penting," katanya kepada Sky Sports.

Golnya ke-30 kemarin dini hari, saat Liverpool melumat tuan rumah FC Porto 5-0 dalam babak 16 besar Liga Champions, makin membuat sebagian pendukung Liverpool bertambah gila. Mereka sampai bernazar untuk menjadi pengikut Nabi Muhammad kalau Salah terus menambah pundi-pundi golnya.

Niat itu mereka sampaikan melalui slogan mereka nyanyikan saat merayakan kemenangan besar Liverpool itu.

"Mo Salah lah lah lah lah"
"Mo Salah lah lah lah lah"
"Jika dia cukup baik untuk kamu, maka dia cukup baik bagi saya"
"Bila dia mencetak beberapa gol lagi, maka saya mau menjadi muslim juga"
"Kalau dia cukup baik untuk kamu, maka saya ingin duduk di dalam masjid."

Salah memang bukan seorang ulama. Tapi dakwahnya melalui sepak bola barangkali bisa menggaet para pendukungnya untuk berganti Tuhan.

Maha as-Subaii (28 tahun) dan adiknya Wafa as-Subaii (25 tahun), dua gadis asal Arab Saudi meminta suaka ke Georgia. (Twitter/@GeorgiaSisters)

Pelarian Maha dan Wafa

Jumlah pencari suaka asal negeri Dua Kota Suci itu naik tiga kali lipat sepanjang 2012 hingga 2017 menjadi 800 orang.

Perempuan Arab Saudi duduk berbaur dalam sebuah kafe baru dibuka di Al-Khobar. (Saudi Gazette)

Bebas hawa di negara Kabah

Bin Salman tentunya sadar generasi muda mendominasi penduduk Arab Saudi mesti diberikan kelonggaran.

Emir Dubai Syekh Mugammad bin Rasyid al-Maktum bersama istri, Puteri Haya binti Husain, serta dua anak mereka, Al-Jalila dan Zayid. (Twitter)

Duda selingkuhan Puteri Haya

Perselingkuhan antara Puteri Haya dan Russell Flowers sudah berjalan tiga tahun.

Konferensi membahas pembangunan ekonomi Palestina digelar di ibu Kota Manama, Bahrain, pada  25-26 Juni 2019. (BNA)

Mesra Manama

Bagi rakyat Palestina, kemerdekaan harus lebih didulukan sebelum kesejahteraan.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Pelarian Maha dan Wafa

Jumlah pencari suaka asal negeri Dua Kota Suci itu naik tiga kali lipat sepanjang 2012 hingga 2017 menjadi 800 orang.

23 Agustus 2019
Mesra Manama
05 Juli 2019
Ultimatum bagi Mursi
26 Juni 2019

TERSOHOR