kisah

Wajah Yesus gengsi dua pangeran

Pangeran Muhammad bin Salman menukar Salvator Mundi dengan kapal pesiar Topaz milik Pangeran Muhammad bin Zayid.

06 April 2018 23:55

Suasana rumah lelang Christie's di Kota New York, Amerika Serikat, pada 15 November tahun lalu benar-benar istimewa. Prestisius bukan sekadar lantaran karya seni akan dijual tapi para calon pembeli dan kolektor hadir.

Hari itu, barang bagus bakal dilelang adalah lukisan wajah Yesus diberi judul Salvator Mundi (Juru Selamat Dunia) karya maestro pelukis Leonardo Da Vinci.

Salvator Mundi tadinya kepunyaan konglomerat asal Rusia Dmitry E. Rybolovlev, pembeli rumah milik Donald Trump di Florida hampir satu dasawarsa lalu. Dia membeli lukisan ini pada 2013 senilai US$ 127,5 juta.

Calon pembelinya adalah para kolektor kelas kakap, termasuk Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman, Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan, dan pangeran dari Qatar. Pangeran Muhammad bin Salman diwakili oleh Pangeran Badar bin Abdullah bin Muhammad bin Farhan as-Saud.    

Pangeran Muhammad bin Salman dan Pangeran Muhammad bin Zayid sama-sama memerintahkan orang suruhannya untuk menjadi penawar tertinggi, berapa pun harga lukisan wajah Yesus itu. Sebab keduanya tidak ingin Salvator Mundi jatuh ke tangan keluarga kerajaan Qatar, tahun lalu pernah menawar karya Da Vinci itu seharga US$ 80 juta.

Namun dua pangeran bersahabat ini tidak sadar merekalah sebenarnya bersaing dalam lelang tersebut. "Penawaran itu dibukan dengan harga tinggi dan masing-masing dari kedua pangeran itu menawar harga buat mengalahkan perwakilan dari keluarga kerajaan Qatar," kata seorang sumber dekat dengan Pangeran Muhammad bin Zayid kepada Daily Mail. "Mereka tidak ingin Qatar menang."

Maklum saja, lelang itu berlangsung lima bulan setelah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Mereka menuding negara Arab supertajir ini menyokong terorisme.

Arab Saudi sekawan lantas memberlakukan blokade darat, laut, dan udara terhadap Qatar.  

Lelang dimulai dengan harga US$ 100 juta dari seorang kolektor rahasia. Angkanya kemudian naik US$ 10 juta dan dalam waktu singkat melompat hingga ke angka US$ 225 juta, seperti dilansir surat kabar the New York Times.

Penawaran terhadap Salvator Mundi merangkak naik US$ 5 juta lagi dan menyentuh harga US$ 260 juta dalam waktu kurang dari dua menit setelah lelang dimulai. Kemudian hanya tersisa dua penawar: Pangeran Badar dan satu orang diwakili oleh Francois de Poortere, kepala urusan lukisan tua di Christie's.

Tawaran mulai melambat, naik cuma US$ 2 juta. Ketika harga mulai mencapai US$ 330 juta, Pangeran Badar membuat semua orang terhenyak setelah mengajukan tawaran US$ 350 juta. Sekitar 19 menit proses lelang berlangsung, Pangeran Badar menaikkan lagi harga Salvator Mundi US$ 30 juta sehingga menjadi US$ 400 juta.

Karya agung dari Leonardo Da Vinci itu pun akhirnya laku terjual seharga US$ 450,3 juta kepada Pangeran Badar, orang suruhan Pangeran Muhammad bin Salman.

Sumber itu bilang Pangeran Muhammad bin Zayid akhirnya sadar dirinya bersaing dengan sahabatnya dan kemudian menghubungi Pangeran Muhammad bin Salman. "Ternyata kita bersaing dalam lelang itu, kenapa kamu tidak mengatakan kepada saya?"

Kedua pangeran ini pun akhirnya menyadari lukisan wajah Yesus itu tidak pantas menjadi koleksi mereka karena tidak islami. Hingga akhirnya muncul gagasan Pangeran Muhammad bin Salman menukar lukisan ini dengan Topaz, kapal pesiar supermewah milik Pangeran Muhammad bin Zayid. Harganya sama-sama US$ 450 juta.

"Pangeran Muhammad bin Salman menyerahkan karya da Vinci itu ke Kementerian Kebudayaan UEA dan dia mendapat kapal pesiar kepunyaan Pangeran Muhammad bin Zayid," kata sumber sama.

Sepekan sehabis lelang, Uni Emirat Arab membikin pengumuman mengejutkan: Salvator Mundi menjadi koleksi baru Louvre Abu Dhabi. Museum berlokasi di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, ini diresmikan tahun lalu dan dibangun dengan anggaran US$ 1 miliar.

Sumber lain dekat dengan Pangeran Muhammad bin Salman membenarkan soal tukar guling Salvator Mundi dengan Topaz. Alhasil, Pangeran Muhammad bin Salman kini mempunyai tiga kapal pesiar supermewah berukuran raksasa.

Dia memiliki the Serene, kapal pesiar dia beli pada 2014 seharga US$ 550 juta dari konglomerat vodka asal Rusia Yuri Shefler. Kala itu, menurut majalah the Forbes, the Serene termasuk kapal pesiar terbesar sejagat.

Kapal pesiar ini mempunyai 15 kamar tidur, sebuah klub malam, bioskop, panjat dinding, kolam renang air laut, perpustakaan, ruang spa, ruang pengamatan bawah laut, pusat kebugaran, dan dua kolam rendam air hangat.

The Serene juga dilengkapi dua tempat pendaratan helikopter, sebuah hanggar helikopter, satu hanggar kapal selam, dan beberapa kolam renang.

Pada Juni 2014, Pangeran Muhammad bin Salman juga membeli kapal pesiar Pegasus VIII seharga US$ 60 juta dari penguasa asal California, Amerika Serikat, Ronald Tutor.  

Pegasus VIII memiliki sebuah bioskop berkapasitas 13 penonton, sebuah pusat kebugaran, dan dek untuk berpesta - dilengkapi dua bar, satu lantai dansa, sebuah piano, dan lemari tempat menyimpan seribu botol tequilla. Kapal pesiar ini juga mempunyai sebuah tempat pendaratan helikopter juga berfungsi sebagai lapangan golf mini.

Sedangkan Topaz, hasil tukaran dengan Salvator Mundi, dilengkapi 26 kamar tidur dan memiliki 79 kru. Kapal ini juga memiliki sebuah kolam renang, dua jacuzzi, sebuah ruang pertemuan, bioskop, dan dua tempat pendaratan helikopter.

Demi gengsi terhadap Qatar, Pangeran Muhammad bin Salman dan Pangeran Muhammad bin Zayid saling berebut memperoleh lukisan wajah Yesus.

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz dari Arab Saudi. (huseofsaud.com)

Berpadu buat kudeta putera mahkota

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz pulang dengan misi menggulingkan Pangeran Muhammad bin Salman. Dia mendapat jaminan keamanan dari Amerika dan Inggris.

Pangeran Sultan bin Turki (Hugh Miles)

Jejak gelap pengkritik penguasa negara Kabah

Sejak Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota pada 21 Juni lalu, Arab Saudi kian getol menangkapi para pembangkang, termasuk ulama.

Syekh Dr. Saleh bin Muhammad at-Talib, imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

Bungkam ulama guncang Al-Haram

"MUI mendesak agar pemerintah Saudi membebaskan semua ulama ditangkap tanpa proses hukum adil," kata Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI Muhyiddin Junaidi.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz mencium tangan abang tirinya, Pangeran Talal bin Abdul Aziz saat datang menjenguk di Rumah Sakit Raja Faisal, Riyadh, November 2017. (Sabq)

Mogok makan Pangeran Talal

Raja Salman menjenguk dia di rumah sakit akhir November tahun lalu.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Sentuhan Zionis dalam Perang Yaman

Israel secara rahasia menjual senjata dan amunisi kepada Arab Saudi, termasuk bom fosfor merupakan senjata terlarang.

21 November 2018
Nihil Jamal di Istanbul
05 Oktober 2018

TERSOHOR