kisah

Menerka dalang upaya kudeta di Arab Saudi

"Kalau cuma pesawat nirawak mainan kenapa baku tembaknya berlangsung dua sampai tiga jam? Mengapa menggunakan senapan mesin?"

23 April 2018 10:47

Kehebohan melanda Arab Saudi Sabtu malam lalu setelah terjadi baku tembak di sekitar istana Raja Salman bin Abdul Aziz, berlokasi di kawasan Khuzama, Ibu Kota Riyadh.

Tentu saja tidak heboh terang-terangan di tempat umum. Maklum saja, negara monarki absolut ini mengekang kebebasan berpolitik warganya. Kehebohan itu terlihat di jagat maya. Foto dan rekaman video baku tembak sengit itu beredar di media sosial.

Namun pemerintah Arab Saudi berusaha keras menutupi fakta dengan menyebut rentetan suara tembakan diarahkan ke pesawat nirawak terbang di atas istana Raja Salman.

Sumber Albalad.co dalam lingkungan istana menertawai propaganda pemerintah. Dia bilang kalau ada pesawat nirawak mainan terbang ke istana, cukup diacak saja sinyalnya pasti jatuh. "Kalau cuma pesawat nirawak mainan kenapa baku tembaknya berlangsung dua sampai tiga jam? Mengapa menggunakan senapan mesin?" katanya. "Sudah begitu beberapa jet tempur F-16 terbang di sekitar Riyadh."

Tentu saja upaya kudeta Sabtu malam lalu itu telah menjadi rahasia umum. Tentu saja bukan hal aneh ada pihak-pihak ingin menggulingkan Raja Salman dan anaknya, Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

Perseteruan internal memang sudah terasa dalam keluarga kerajaan setelah Raja Salman naik takhta pada Januari 2015, menggantikan abangnya, Raja Abdullah bin Abdul Aziz wafat. Konflik kian meruncing setelah penguasa Arab Saudi ketujuh ini pada April 2015 mencopot Putera Mahkota Pangeran Muqrin bin Abdul Aziz. Itu untuk kali pertama seorang putera mahkota diberhentikan. 

 Raja Salman kemudian memasukkan putra bungsu dari istri ketiganya, Pangeran Muhammad bin Salman menjadi wakil putera mahkota setelah keponakannya, Pangeran Muhammad bin Nayif promosi menjadi putera mahkota.

Kebijakan Raja Salman ini memicu kemarahan adik-adiknya karena hal itu melanggar tradisi. Singgasana raja Saudi biasanya turun ke adik bukan ke anak. Dan Raja Salman masih mempunyai 13 adik. Apalagi ketika diangkat menjadi wakil putera mahkota, Pangeran Muhammad bin Salman baru berumur 30 tahun.

Karena itulah pada 2015 muncul surat terbuka menyerukan penggulingan Raja Salman lantaran dianggap terlalu tua buat berkuasa. Kala itu, usia Raja Salman sudah 80 tahun. "Seruan kudeta itu dibuat oleh Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz," ujar sumber Albalad.co.     

Alhasil, paling berpeluang dan memiliki motif paling kuat untuk melakukan kudeta adalah dari keluarga kerajaan sendiri.

Berikut sejumlah pihak dalam keluarga kerajaan kemungkinan besar menjadi dalang dalam upaya kudeta Sabtu malam lalu:

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz

Tidak lama setelah Raja Salman naik takhta, Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz, melalui surat terbuka diunggah di media sosial, menyerukan kudeta terhadap Raja Salman. Dia menilai lantaran kelewat sepuh, Raja Salman diyakini tidak mampu menjalankan fungsinya sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan.

Sumber Albalad.co mengungkapkan dalam keluarga kerajaan, Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz - merupakan adik dari Raja Salman - dijagokan paling pantas menjadi raja Arab Saudi berikutnya. Ketika Pangeran Muhammad bin Salman dinobatkan sebagai putera mahkota pada 21 Juni 2017, Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz termasuk dari tiga anggota Komite Loyalitas tidak setuju dengan keputusan Raja Salman tersebut. Komite Loyalitas ini beranggotakan 34 pangeran senior.

Mantan putera mahkota Pangeran Muqrin bin Abdul Aziz dan Pangeran Muhammad bin Nayif

Pangeran Muqrin bin Abdul Aziz tentu saja sakit hati karena posisi sebagai calon penguasa negara Kabah digeser oleh Raja Salman. Untuk pertama kali sejak Arab Saudi berdiri delapan dasawarsa lalu, baru kali ini puyera mahkota diberhentikan, biasanya diganti kalau meninggal.

Terbukti tahun lalu, anak dari Pangeran Muqrin bin Abdul Aziz, berusaha membunuh Pangeran Muhammad bin Salman. Namun, menurut sumber Albalad.co, tembakannya meleset dan cuma menyebabkuan luka ringan di tangan kiri anak Raja Salman itu.

Pangeran Muhammad bin Nayif menggantikan Pangeran Muqrin juga bernasib serupa. Setelah berseteru dan berusaha saling jegal dengan Pangeran Muhammad bin Salman, dirinya juga tersingkir. Raja Salman tahun lalu mencopot Pangeran Muhammad bin Nayif sebagai putera mahkota dan digantikan oleh Pangeran Muhammad bin Salman.

Tidak puas sampai di situ, lanjut sumber Albalad.co, Pangeran Muhammad bin Nayif dikenai status tahanan rumah di istananya di Kota Jeddah. "Keluarganya pun dilarang bepergian keluar negeri," tuturnya.

Pangeran Muhammad bin Nayif paling keras menolak agresi ke Yaman berlangsung sejak Maret 2015 dan blokade atas Qatar berlaku sedari Juni 2017, merupakan gagasan Pangeran Muhammad bin Salman.

Keluarga mendiang Raja Abdullah, Raja Fahad, dan Pangeran Al-Walid bin Talal

Kampanye atas nama pemberantasan korupsi dilancarkan Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman selama November 2017-Januari 2018 memakan korban sepupu-sepupunya sendiri.

Sumber Albalad.co mengungkapkan kampanye antikorupsi itu digunakan untuk menyasar keluarga mendiang Raja Fahad, Raja Abdullah, dan Pangeran Al-Walid bin Talal.

Anak-anak mendiang Raja Fahad dan Raja Abdullah ditangkap. Komandan Garda Nasional Pangeran Mutaib bin Abdullah dicopot dari jabatannya. Anak dari mantan Putera Mahkota Pangeran Muaqrin bin Abdul Aziz bahkan tewas setelah helikopter dia tumpangi meledak ditembak peluru kendali jet tempur Arab saudi, saat dia berusaha kabur ke Yaman.

Pangeran Al-Walid menjadi anggota keluarga kerajaan pertama dibekuk di rumahnya pada 4 November 2017. "Karena dia berusaha membunuh Pangeran Muhammad bin Salman dalam insiden penembakan di Hotel Mandala Bay Las Vegas, Desember 2017," kata sumber Albalad.co.

Lucunya, walau ditangkap atas tuduhan korupsi, lusinan pangeran, konglomerat, dan pejabat itu malah ditahan di Ritz Carlton, hotel bintang lima berada di jantung Riyadh. Mereka kemudian ditawari pembebasan kalau bersedia menyerahkan sebagian harta mereka. "Tebusannya bisa mencapai 70 persen dari total harta dimiliki," ujarnya.

Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman

Anak dari Raja Salman ini tentu saja menyadari dia memiliki banyak musuh karena menjadi calon penguasa nihil pengalaman. Tidak seperti abang sepupunya, Pangeran Muhammad bin Nayif, kesukaan Barat dan pernah menjadi mitra Amerika Serikat dalam memerangi Al-Qaidah semasa dia menjabat kepala badan intelijen.

Pangeran Muhammad bin Salman meyakini nyawanya selalu dalam keadaan terancam selama dia belum naik takhta. Karena itulah, dia pun termasuk orang memiliki motif kuat agar Raja Salman segera lengser. "Tahun lalu pernah beredar rekaman video penobatan Pangeran Muhammad bin Salman menjadi raja," kata sumber Albalad.co.

Upaya kudeta Sabtu malam lalu menunjukkan Arab Saudi sebenarnya dalam keadaan genting. Tapi pemerintah Arab Saudi dan keluarga kerajaan berusaha mati-matian menutupi fakta adanya perseteruan internal dalam keluarga kerajaan.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Arab News)

Raja Salman interogasi anak mendiang Raja Abdullah

Meski sebagian besar pangeran itu sudah dibebaskan, mereka dilarang bepergian keluar negeri dan dipasangi chip untuk pengawasan.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Raja Salman kedatangan sejumlah pangeran senior saat terjadi upaya kudeta

"Ketika kejadian itu, selain ada Raja Salman dan putera mahkota, juga ada beberapa pangeran senior dan pejabat datang bersama para pengawal bersenjata," katanya sumber Albalad.co

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Hindari upaya pembunuhan, anak Raja Salman disarankan kurangi tampil depan publik

Sumber Albalad.co itu menekankan situasi dalam keluarga besar Bani Saud memang tengah genting akibat perebutan kekuasaan.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bom waktu di negara Kabah

Raja Salman sudah menanam bom waktu itu sejak April 2015, tiga bulan setelah dirinya naik takhta.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Duit sebukit tebusan pangeran

Uang tebusan untuk pembebasan rombongan pemburu asal Qatar itu sebesar US$ 1 miliar ditambah US$ 150 juta.

20 Juli 2018
Sapa Muqtada
21 Mei 2018

TERSOHOR