kisah

Fulus Syekh Mansur sukses City

Selama satu dekade terakhir, Syekh Mansur sudah menghabiskan sekitar US$ 1,5 miliar untuk mengakhiri dominasi tim sekota, Manchester United.

31 Agustus 2018 21:32

Hanya dalam satu dasawarsa setelah membeli Manchester City FC, Syekh Mansur bin Zayid an-Nahyan puas melihat miliaran dolar Amerika Serikat dia gelontorkan telah mengubah City dari klub kelas bawah menjadi raja Liga Primer Inggris.

Kejeniusan manajer sekaligus pelatih Pep Guardional serta permainan brilian Kevin De Bruyne dan Sergio Aguero, serta perusahaan, mengisyaratkan City telah memasuki sebuah masa keemasan.

Namun status City sekarang sebagai klub raksasa Inggris bukan sekadar ditentukan oleh kemampuan sang manjer dan skuad bertaburan bintang. Itu adalah puncak dari sebuah rencana investasi telah mengguncang Liga primer Inggris.

Selama satu dekade terakhir, Syekh Mansur sudah menghabiskan sekitar US$ 1,5 miliar untuk mengakhiri dominasi tim sekota, Manchester United. Fulus pangeran dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, ini berhasil menjadikan City sebagai tim menakutkan dan mengoleksi tiga titel Liga primer, tiga Piala Liga, dan satu Piala FA.

Tantangan Guardiola berikutnya adalah menjadi klub Liga Primer pertama sukses mempertahankan gelar juara setelah United pada 2009, juga piala Liga Champions.

Di bawah kendali Syekh Mansur dan Chairman Khaldun al-Mubarak, City telah menjalankan bisnis mereka layaknya sebuah perusahaan raksasa global.

Vincent Kompany, kapten City, bilang klubnya tidak seperti klub-klub sepak bola lainnya: cuma memberikan janji proyek dan ambisi besar. "Saya beruntung bisa bergabung dengan City, sebuah klub tidak berdusta mengenai hal itu," katanya

Ketika Syekh Mansur dan perusahaan miliknya, Abu Dhabi United Group (ADUG), membeli City dari mantan Perdana Menteri Thailand THaksin Shinawatra seharga 210 juta pound sterling pada 1 September 2008, ia hanyalah klub di bali bayang-bayang United. City menyelesaikan kompetisi musim sebelumnya dengan 32 poin di belakang United sebagai kampiun.

Selama enam musim sebelum diambil alih Syekh Mansur, City rata-rata menyelesaikan kompetisi Liga Primer di posisi ke-12.

"Orang-orang lupa sepuluh tahun lalu tidak terpikirkan City akan berada di posisi seperti sekarang ini," ujar mantan eksekutif senior City kepada surat kabar the Daily Mail.

Syekh Mansur langsung membikin gebrakan dengan mendatangkan pemain muda bertalenta asal Brasil, Robinho.

Tiga tahun setelah diambil alih, City meraih Piala FA pertama dalam 42 tahun.

Perubahan tidak hanya terjadi di lapangan. Dengan nilai investasi sangat besar, juga dibuat Alademi Sepak Bola City. Syekh Mansur sekarang juga memiliki lima klub sepak bola lain.

"Saat saya bergabung, Khaldun al-Mubarak bilang mereka ingin klub terus melaju sejauh mungkin. Dia benar soal perkataannya," tutur mantan penjaga gawang City, Shay Given.

Momen bersejarah itu akhirnya datang waktu City ditangani pelatih dari Italia, Roberto Mancini. Klub ini mencuri gelar dari United pada 2012.

Dengan tangan dingin Guardiola dan duit tidak berseri Syekh Mansur, satu dasawarsa mendatang City bahkan dapat lebih spektakuler.

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz dari Arab Saudi. (huseofsaud.com)

Berpadu buat kudeta putera mahkota

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz pulang dengan misi menggulingkan Pangeran Muhammad bin Salman. Dia mendapat jaminan keamanan dari Amerika dan Inggris.

Wartawan pengkritik Arab Saudi Jamal Khashoggi. (Twitter)

Lika-liku pembunuhan Jamal Khashoggi

"Kami mengetahui kapan Jamal (wartawan Saudi Jamal Khashoggi) dibunuh, di ruangan mana dia dibunuh, dan di mana mayatnya dibawa untuk dimutilasi,"

Pangeran Sultan bin Turki (Hugh Miles)

Jejak gelap pengkritik penguasa negara Kabah

Sejak Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota pada 21 Juni lalu, Arab Saudi kian getol menangkapi para pembangkang, termasuk ulama.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Nihil Jamal di Istanbul

Arab Saudi membantah telah menahan Jamal Khashoggi.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Berpadu buat kudeta putera mahkota

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz pulang dengan misi menggulingkan Pangeran Muhammad bin Salman. Dia mendapat jaminan keamanan dari Amerika dan Inggris.

31 Oktober 2018
Nihil Jamal di Istanbul
05 Oktober 2018
Bungkam ulama guncang Al-Haram
26 September 2018

TERSOHOR