kisah

Dedaunan pengganjal perut anak-anak Yaman

Perang antara milisi Al-Hutiyun menghadapi pasukan koalisi Arab Saudi telah menciptakan tragedi kemanusiaan terbesar sepanjang sejarah.

21 September 2018 19:05

Perang membekap Yaman lebih dari tiga tahun telah menghasilkan keadaan mengerikan: kelaparan.

"Kami memasak dedaunan dan kami makan daun-daun itu," kata Abdu Ali, warga Aslam, utara Yaman. "Kami mati di sini."

Anak-anak Yaman telah menjadi korban. Mereka terpaksa mengganjal rasa lapar dengan makan dedaunan. Bencana kelaparan di negara Saba itu sudah sangat mengganggu rasa kemanusiaan. Jarang ada anak-anak Yaman mampu bertahan.

Dedaunan itu dimasak menjadi pasta dan cuma memiliki sedikit gizi. Konsumsi berlebihan dan air kotor digunakan untuk mencuci dedaunan itu menyebabkan anak-anak Yaman mengidap penyakit kolera.

"Setelah gaji saya dipotong, dedaunan menjadi makanan utama anak-anak saya. Mereka makan dedaunan sepanjang waktu, terutama saat makan siang," ujar Abdu Ali. "Meski itu menyebabkan mereka mengantuk dan gatal-gatal, tapi apa yang bisa kami lakukan sekarang?"

Dia menegaskan rakyat Yaman, terutama anak-anak, saat ini hidup dalam keadaan sangat menderita dan tidak pernah terjadi sebelumnya.

Rumah sakit utama di Aslam sudah kebanjiran pasien anak-anak kelaparan. Dokter Makiya Mahdi menjelaskan dalam sepekan mereka menerima rata-rata 17 anak mengalami kelaparan hebat. "Kebanyakan kekurangan gizi tapi bukan level normal. Mereka sudah akut," ujarnya.

Perang antara milisi Al-Hutiyun menghadapi pasukan koalisi Arab Saudi telah menciptakan tragedi kemanusiaan terbesar sepanjang sejarah. Lebih dari lima juta anak kelaparan.

Kalau perang terus berjalan, dedaunan akan terus menjadi menu utama anak-anak Yaman.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Menakar kestabilan Arab Saudi

Para pembangkang Saudi makin berani tampil terbuka setelah Khashoggi dihabisi

Foto raksasa mendiang Imam Khomeini tergantung di tembok sebuah bangunan dekat rumahnya di kawasan elite Jamaran di utara Ibu Kota Teheran, Iran, 31 Mei 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Fulus Kabah goyang Mullah

Pada 2012, Amerika menghapus MEK dari daftar organisasi teroris lantaran ingin menggunakan kelompok ini untuk membikin Iran tidak stabil.

Rahaf Muhamnad al-Qunun, 18 tahun, gadis asal Arab Saudi kabur dari keluarganya dan ingin meminta suaka ke Australia. (Twitter)

Harap Rahaf

"Hidup di Arab Saudi seperti tinggal dalam penjara. Saya tidak bisa membikin keputusan sendiri," ujar Rahaf. "Bahkan soal rambut pun saya tidak boleh memutuskan sendiri."

Facebook menghapus artikel the New York Times soal gadis kelaparan di Yaman. (Al-Bawaba)

Facebook hapus artikel soal gadis kelaparan di Yaman

Sejatinya, artikel ini mengecam keterlibatan Arab Saudi dan UEA karena menciptakan krisis kemanusiaan terbesar di Yaman.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Menakar kestabilan Arab Saudi

Para pembangkang Saudi makin berani tampil terbuka setelah Khashoggi dihabisi

15 Februari 2019
Fulus Kabah goyang Mullah
16 Januari 2019
Harap Rahaf
07 Januari 2019

TERSOHOR