kisah

Nihil Jamal di Istanbul

Arab Saudi membantah telah menahan Jamal Khashoggi.

05 Oktober 2018 14:56

Sehari setelah Jamal Khashoggi dinyatakan hilang, Kementerian Luar Negeri Turki kemarin memanggil duta besar Arab Saudi untuk meminta penjelasan mengenai keberadaan kolumnis surat kabar the Washington Post dikenal sebagai pengkritik rezim di Saudi itu.

Sebagian pihak berspekulasi Jamal - mengasingkan diri dari Saudi ke Washington Dc sejak tahun lalu - telah diculik dan diterbangkan ke negara Kabah. Tapi para pendukung Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman menuding cerita ini dibikin buat menjelekkan citra Arab Saudi.

Melalui keterangan tertulis, Riyadh mengklaim Jamal sudah meninggalkan gedung Konsulat Saudi di Kota istanbul, Turki. "Konsulat Saudi mengikuti prosedur dan berkoordinasi dengan pihak berwenang Turki untuk mencari tahu Jamal Khashoggi hilang setelah keluar dari gedung konsulat."

Namun seorang juru bicara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meyakini Jamal masih berada di dalam gedung konsulat. "Menurut informasi kami miliki, orang ini merupakan warga negara Saudi masih berada dalam gedung Konsulat Arab Saudi," katanya.

Hatice Cengiz, tunangan Jamal, mencemaskan keselamatan lelaki 59 tahun itu. Dia percaya Jamal telah diculik. "Kalau tidak, di mana Jamal?" tanyanya. "Kami tidak mengetahui keberadaannya. Sebagai orang hilang, dia dalam bahaya."

Hatice, warga Turki, mengungkapkan Jamal dipaksa untuk memilih antara pulang ke Arab Saudi atau pergi ke kantor konsulat Saudi di negara mana saja untuk mengurus dokumen diperlukan buat pernikahan mereka.

Dia bilang Jamal datang ke Konsulat Saudi di istanbul pertama kali pada Jumat pekan lalu. Dia tidak mendapat masalah meski staf konsulat tahu Jamal merupakan pengkritik Saudi.

Karena harus mengejar pesawat tujuan London, Jamal buru-buru meninggalkan Konsulat Saudi walau dokumen dibutuhkan belum selesai diproses. Dia kemudian bersepakat dengan seorang staf konsuler untuk datang lagi pada Selasa lalu.

Saat sarapan bareng, Jamal mengatakan kepada Hatice, dia yakin tidak bakal ditahan pihak Konsulat Saudi. Sebab hal itu bakal membikin marah Turki. "Mereka tidak bisa melakukan hal seperti itu di Turki," tutur Hatice menirukan ucapan Jamal.

Tapi dia melihat Jamal seperti ragu-ragu untuk balik lagi ke kantor Konsulat saudi di Istanbul. "Dia kelihatan gugup seperti merasa akan terjadi sesuatu kepada dirinya."

Hatice, mahasiswa program PhD, akhirnya setuju tidak kuliah Selasa lalu untuk menemani Jamal pergi ke Konsulat Saudi. Pukul satu siang, Jamal masuk ke dalam gedung konsulat sedangkan hatice menunggu di luar dekat sebuah supermarket.

Namun hingga pukul 15.30, ketika para pegawai konsulat pulang, Jamal tidak juga keluar. Hatice mulai cemas. "Saya sadar sesuatu aneh sudah terjadi," kata hatice.

Dia lalu menghubungi Yasin Aktay, sahabat Jamal sekaligus penasihat Erdogan, dan seorang wartawan. Dia juga memberitahu polisi.

Sampai sekarang keberadaan Jamal masih misterius. "Saya berharap Jamal masih berada di Istanbul," ujar Hatice.  

Iyad al-Baghdadi, aktivis prodemokrasi tinggal di Norwegia menjadi sasaran pembunuhan Arab Saudi. (Twitter)

Tiga teman Khashoggi terancam dibunuh oleh Arab Saudi

Ketiga orang ini adalah Iyad al-Baghdadi (tinggal di Norwegia), Umar Abdul Aziz (menetap di Kanada), dan satu orang belum diketahui identitasnya dan bermukim di Amerika.

Sekitar sepuluh wartawan berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, 19 Oktober 2018, mengecam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Anak Khashoggi puji kebaikan Bin Salman

Dia membantah sudah membicarakan soal kompensasi dan diyat dengan pemerintah Arab Saudi.

Foto dan nama 15 warga Arab Saudi diduga terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi. (Sabah)

Arab Saudi kasih rumah dan tunjangan bulanan kepada empat anak Khashoggi

Turki, CIA, dan Senat Amerika meyakini Bin Salman memberi perintah untuk membunuh Khashiggi.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Menakar kestabilan Arab Saudi

Para pembangkang Saudi makin berani tampil terbuka setelah Khashoggi dihabisi





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Palestina Baru versi Trump

Jika Hamas dan Jihad Islam, dua kelompok pejuang Palestina di Gaza, menolak meneken kesepakatan damai versi Trump, Israel dengan sokongan penuh Amerika akan memerangi Hamas dan Jihad Islam.

08 Mei 2019
Intimidasi demi Sisi
26 April 2019
Bertemu pemuka Yahudi
04 Maret 2019

TERSOHOR