kisah

Palestina Baru versi Trump

Jika Hamas dan Jihad Islam, dua kelompok pejuang Palestina di Gaza, menolak meneken kesepakatan damai versi Trump, Israel dengan sokongan penuh Amerika akan memerangi Hamas dan Jihad Islam.

08 Mei 2019 20:52

Israel Hayom, surat kabar asal Israel, kemarin membocorkan rincian dari sebuah dokumen menjadi bagian dari proposal damai versi Presiden Amerika serikat Donald Trump. Gagasan perdamaian digadang sebagai Kesepakatan Abad Ini itu dibagikan di kalangan pejabat Kementerian Luar negeri Israel.

Israel Hayom menulis beberapa konsep dalam dokumen itu sudah pernah disebut oleh Jared Khushner, penasihat Trump untuk Timur Tengah, dan Jasn Greenblatt, konsultan Trump urusan israel, dalam pembicaraan informal dengan para pejabat negara Zionis itu.

Kesepakatan Abad Ini tersebut bakal ditandatangani oleh tiga pihak: Israel, PLO (Organisasi Pembebasan Palestina), dan Hamas memerintah di Jalur Gaza.  

Sebuah negara Palestina dinamakan Palestina Baru akan dibangun di wilayah pendudukan Israel saat ini di Tepi Barat dan Gaza setelah perjanjian damai itu diteken. Setahun kemudian, pemilihan umum digelar dan secara bertahap israel membebaskan semua tahanan Palestina dalam tiga tahun.

Terkait isu Yerusalem - pemerintahan Trump sudah mengakui sebagai ibu kota Israel pada Desember 2017 dan memindahkan Kedutaan Besar Amerika ke sana pada Mei tahun lalu - kota suci bagi tiga agama itu tidak akan dibagi dua. Tanggung jawab atas Yerusalem dipikul bersama antara Israel dan Palestina Baru, namun Israel memilihara kontrol secara umum.  

Penduduk Palestina di Yerusalem bakal menjadi warga negara Palestina, tapi pemerintahan kota Yerusalem di tangan Israel bakal mengurus isu pertanahan. Palestina Baru harus membayar pajak kepada israel untuk membiayai pendidikan warga Palestina di Yerusalem.

Warga Palestina di Yerusalem sekarang berjumlah sekitar 435 ribu. Mereka memegang izin tinggal bisa dicabut oleh israel kalau mereka menetap di luar Yerusalem untuk periode tertentu atau tidak lagi memenuhi syarat menjadi warga kota itu.   

Sejak 1967, orang Palestina di yerusalem memboikot pemilihan anggota dewan kota. Mereka memandang hal itu zsebagai bagian dan hadiah untuk pendudukan Israel di Yerusalem.

Proposal damai Trump akan mempertahankan status quo terhadap tempat-tempat suci di Yerusalem. Warga yahudi Israel tidak dibolehkan membeli rumah-rumah orang Palestina di sana.

Sedangkan semua permukiman Yahudi di Tepi Barat, ilegal menurut hukum internasional, bakal diakui sebagai bagian dari wilayah Israel.

Mesir akan menawarkan wilayahnya di dekat Gaza untuk dibangun sebuah bandar udara, pabrik-pabrik melayani sektor perdagangan dan pertanian, tanpa mengizinkan warga Palestina hidup di sana.

Wilayah Mesir mana akan tercakup dalam proposal damai Trump bakal dibahas dalam lima tahun setelah penandatanganan perjanjian damai itu.

Sebuah jalan tol layang setinggi 30 meter dari permukaan tanah akan dibangun melintasi wilayah israel dan menghubungkan antara Gaza dan Tepi Barat. Cina bakal membiayai setengah dari anggaran pembangunan jalan tol ini. Sedangkan Kora selatan, Australia, Kanada, Amerika, dan Uni Eropa bakal urunan masing-masing sepuluh persen.

Amerika bareng Uni Eropa dan sejumlah negara Arab Teluk akan mendanai dan menjadi sponsor bagi proposal damai Trump. Dana buat mewujudkan negara Palestina Baru itu US$ 30 miliar dalam lima tahun atau US$ 6 miliar saban tahun.

Amerika akan menanggung 20 persen atau US$ 1,2 miliar dari total anggaran US$ 30 miliar dibutuhkan, Uni Eropa sepuluh persen, dan sisanya 70 persen bakal dibagi-bagi di antara beberapa negara Arab Teluk.

Kalau mau dibandingkan dengan jumlah bantuan Amerika terhadap Israel, jumlahnya jauh lebih besar. Berdasarakan kesepakatan diteken pada 2016, Amerika bakal membantu Israel US$ 3,8 miliar per tahun selama satu dasawarsa.

Negara Palestina Baru dilarang membangun angkatan perang, hanya boleh membentuk kepolisian. Sebuah perjanjian perlindungan akan ditandatangani antara Israel dan Palestina Baru. Isinya: Palestina Baru mesti membayar biaya kepada Israel buat perlindungan dari serangan negara lain.  

Negara-negara Arab juga akan patungan buat membayar biaya perlindungan Palestina kalau diperlukan.

Setelah proposal damai Trump diteken, Hamas harus menyerahkan semua persenjataannya kepada Mesir. Tokoh-tokoh Hamas akan mendapat kompensasi setelah menyerahkan senjata mereka dan bakal mendapat gaji bulanan dari negara-negara Arab.

Semua perbatasan Gaza bakal dibuka lagi untuk kegiatan perdagangan dengan dunia luar melalui terminal dan perlintasan israel. Hingga sebuah bandar udara dan satu pelabuhan dibangun di wilayah Palestina Baru, Palestina dapat menggunakan pelabuhan dan bandar udara milik Israel.

PLO dan Hamas bakal mendapat hukuman kalau menolak menandatangani proposal damai Trump. Amerika akan mengurangi anggaran semua proyek demi kepentingan rakyat Palestina dan meminta negara-negara lain melakoni hal serupa.

Amerika sudah memutus pendanaan bagi UNRWA (badan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengurusi pengungsi Palestina) dan menghentikan bantuan keuangan bagi rumah-rumah sakit Palestina di Yerusalem.

Jika Hamas dan Jihad Islam, dua kelompok pejuang Palestina di Gaza, menolak meneken kesepakatan damai versi Trump, Israel dengan sokongan penuh Amerika akan memerangi Hamas dan Jihad Islam.

Bila israel menolak meeneken perjanjian damai itu, Amerika bakal mengurangi bantuan keuangan kepada negara Bintang Daud tersebut.

Shimon Peres menandatangani formulir pengajuan untuk menjadi warga negara Palestina pada 1937. (PIC)

Shimon Peres pernah ajukan permohonan jadi warga negara Palestina

Tanda tangan Peres terlihat jelas di formulir permohonan untuk menjadi warga Palestina, termasuk pernyataan isinya: "Saya bersumpah akan setia kepada pemerintah Palestina."

Seorang lelaki berjalan melewati mural pengingat peristiwa Nakbah menjelang beridirnya negara Israel di Kota Gaza, Senin, 22 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Memahami Nakbah

Nakbah telah menewaskan sekitar 15 ribu orang Palestina, membumihanguskan 418 desa dan kota Palestina, serta mengusir 800 ribu warga Palestina dari tanah kelahiran mereka.

Seorang lelaki melewati mural bertema perjuangan di Kota Gaza. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Wartawan dan intelektual Arab Saudi sokong Israel perangi Hamas

"Hati kami bersama kalian. Semoga Allah melindungi Israel dan rakyatnya," tulis Abdul Hamid al-Hakim.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Intimidasi demi Sisi

Pejabat keamanan memaksa para pemilik toko, pebisnis, pengusaha restoran, dan keluarga-keluarga terpandang memajang spanduk menyokong referendum.

26 April 2019
Bertemu pemuka Yahudi
04 Maret 2019

TERSOHOR