kisah

Ajal Khashoggi di Konsulat Saudi

Di bagian kesimpulan, Agnes mendesak Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan sebuah penyelidikan pidana.

21 Juni 2019 10:15

Dalam laporan hampir setebal seratus halaman dilansir kemarin, Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pembunuhan Ekstra Yudisial Agnes Callamard menggambar secara rinci bagaimana kolumnis surat kabar the Washington Post, Jamal Khashoggi, dihabisi di dalam kantor Konsulat Arab Saudi di Kota Istanbul, Turki, 2 Oktober tahun lalu.

Agnes menggunakan rekaman audio diberikan pihak berwenang Turki untuk mendapat gambaran rinci itu. Dia menyimpulkan pembunuhan berencana terhadap Khashoggi ini tidak mungkin terjadi tanpa sepengetahuan Putera Mahkota Arab saudi Pangeran Muhammad bin Salman.  

Sekitar 13 menit sebelum Khashoggimemasuki gedung Konsulat Saudi, para pejabat di dalam sana membahas soal memutilasi mayat.

Mahir Abdul Aziz al-Mutrib, pejabat senior badan intelijen Arab Saudi sekaligus pengawal Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman bertanya kepada ahli forensik Saudi tersohor Salah Muhammad Tubaigi tentang bagaimana cara membawa mayat Khashoggi.

"Apakah mungkin memasukkan mayatnya ke dalam sebuah tas," tanya Mutrib.
"Tidak, terlalu berat," jawab Tubaigi. Dia menyanrankan agar mayat Khashoggi dimutilasi.

"Tulang belulangnya akan dipotong-potong. Itu bukan masalah," ujar Tubaigi. "Pertama, saya akan potong di lantai. Kalau kita bawa kantong plastik, dipotong kecil-kecil dan kita bungkus."

Di akhir pembicaraan, Mahir Abdul Aziz al-Mutrib, pejabat senior badan intelijen Arab Saudi sekaligus pengawal Bin Salman, bertanya apakah "hewan kurban" itu sudah tiba.

"Dia sudah sampai," jawab sebuah suara, menurut transkrip dari sebuah rekaman audio.

Setelah memasuki geudng konsulat pada pukul 13:15, Khashoggi di antar ke lantai dua menuju ruang kerja konsul jenderal Arab Saudi.

Di sana, pembicaraan mulanya berfokus pada apakah Khashoggi mau kembali ke Arab Saudi. Dia menjawab barangkali di masa depan dia ingin pulang.

Dia kemudian diberitahu harus kembali ke Arab Saudi. Sejak 2017, Khashoggi mengasingkan diri ke Virginia, Amerika Serikat, karena takut ditangkap penguasa Saudi.

"Kami harus membawa Anda pulang. Ada perintah dari Interpol. Interpol meminta Anda kembali Kami datang untuk menjemput Anda," ujar sebuah suara.

"Saya tidak punya kasus hukum," kata Khashoggi. Ada orang menunggu saya di luar, sopir saya sedang menunggu."

Dia kahirnya mengakui tengah menunggu di luar adalah tunangannya, Hatice Cengiz.

Pada jam 13:22, Mutrib menanyakan apakah Khashoggi membawa telepon seluler.
"Saya membawa dua telepon seluler," jawabnya.
Merek apa?"
Keduanya telepon Apple (iPhone)."

Khashoggi kemudian disuruh mengirim pesan kepada putranya.
Putra mana? Apa mesti saya katakan kepada putra saya?' tanya Khashoggi. "Sampai jumpa segera? saya tidak bisa bilang penculikan," lanjutnya.

Mutrib lantas menyuruh Khashoggi melepas jaketnya.

"Bagaimana ini bisa terjadi di sebuah kedutaan besar?" tanya Khashoggi. "Saya tidak akan menulis apapun."
"Cepat."
"Saya tidak bakal menulis apapun."

Ketik pesan itu Tuan Jamal," kata seorang anggota tim pembunuh Khashoggi.
      
Cepat. bantu kami jadi kami dapat membantu Anda karena pada akhirnya kami bakal membawa Anda kembali ke Arab Saudi. Kalau Anda tidak mau menolong kami, Anda tahu apa akan terjadi. Biarkan masalah ini berakhir dengan baik."

Jam 13:33, Khashoggi lalu melihat sebuah handuk di lantai ruangan. "Apakah kalian akan mebius saya," dia bertanya.
"Kami akan membius Anda."

Lantas terdengar suara perlawanan diikuti ucapan: "Apakah dia sudah tidur?" "Dia mengangkat kepalanya." "Tekan terus." "Tekan di sini." Jangan lepas tangan kamu." "Tekan."

Sekitar 24 menit setelah ketibaan Khashoggi di konsulat, terdengar sebuah suara diperkirakan intelijen Turki sebagai suara gergaji pemotong tulang dan lembaran-lembaran plastik.

Dalam rekaman itu, Khashoggi tidak berteriak. Juga tidak ada ekspresi para pejabat Saudi syok melihat kematian Khashoggi.

Dalam laporan bakal diserahkan ke Dewan HAM PBB itu, Agnes tidak dapat memastikan apakah gergaji digunakan untuk memutilasi mayat Khashoggi atau tidak. Dia menambahkan pihaknya hanya mendengarkan 45 rekaman audio dari total tujuh jam rekaman dimiliki Turki.

Di bagian kesimpulan, Agnes mendesak Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan sebuah penyelidikan pidana. Dia beralasan proses peradilan dilakukan Arab Saudi tidak mencukupi dan melanggar standar hak asasi manusia internasional.

Dia menilai para aktivis Arab Saudi tinggal di empat negara juga terancam akan senabis dengan Khashoggi. Namun Agnes tidak menyebut keempat negara dia maksud.

Begitulah akhir hayat Khashoggi: menemui ajal dalam kantor Konsulat Saudi.    

Foto dan nama 15 warga Arab Saudi diduga terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi. (Sabah)

Saudi jual gedung konsulat tempat pengawal Bin Salman bunuh Khashoggi

Sampai sekarang Riyadh menolak mengungkap di mana potongan-potongan tubuh Khashoggi disembunyikan.

Saud al-Qahtani (Twitter)

Misteri Qahtani selepas Khashoggi

Bin Salman dikabarkan meracuni salah satu orang kepercayaannya, Saud al-Qahtani, hingga tewas.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

DPR Amerika sahkan beleid berikan sanksi terhadap Bin Salman

Pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa menyimpulkan Khashoggi tewas lewat pembunuhan berencana dan diketahui oleh Bin Salman.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

PBB sebut ada bukti kuat putera mahkota Arab Saudi terlibat pembunuhan Khashoggi

Turki bareng KOngres Amerika Serikat, dan CIA memang sudah menyatakan Bin Salman merupakan pemberi perintah untuk menghabisi Khashoggi.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Makan belalang Yaman kenyang

Jutaan warga Yaman sedang kelaparan mengandalkan belalang untuk bertahan hidup.

09 September 2019
Pelarian Maha dan Wafa
23 Agustus 2019

TERSOHOR