kisah

Misteri Qahtani selepas Khashoggi

Bin Salman dikabarkan meracuni salah satu orang kepercayaannya, Saud al-Qahtani, hingga tewas.

06 September 2019 13:34

Hilangnya Saud al-Qahtani, penasihat penting dari Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman dan dilaporkan terlibat dalam pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi di Istanbul sebelas bulan lalu, masih misterius.

Sejak dipecat dari jabatannya sehabis pembunuhan Khashoggi, dia tidak pernah muncul di muka umum atau aktif di medoa sosial, seperti selalu dia lakoni sebelumnya.

Pada 28 Agustus lalu, pengkritik rezim Saudi menetap di Ibu Kota Oslo, Norwegia, Iyad al-Baghdadi, menulis di akun Twitternya: Saud al-Qahtani telah tewas diracun oleh Pangeran Muhammad bin Salman. "Orang memberitahukan kabar ini adalah sumber terpercaya dan saya sudah berhubungan dengan dia hampir setahun. Saya tidak bisa mengungkapkan identitas mengenai sumber itu."

Dua bulan lalu, badan intelijen Norwegia menempatkan Baghdadi dalam perlindungan mereka, setelah CIA (dinas rahasia luar negeri Amerika Serikat) memberitahu nyawanya dalam bahaya. Baghdadi menjadi sasaran pembunuhan agen-agen rezim Saudi.

Unggahan Baghdadi di Twitter soal Qahtani tewas diracun belum disokong pernyataan resmi dari pihak ketiga. Tapi sampai sekarang belum ada komentar dari Qahtani sendiri atau pemerintah Saudi mengenai nasib orang kepercayaan Bin Salman itu.

Surat kabar the New York Times pernah menulis Qahtani masih menjalin hubungan dengan Bin Salman meski telah dicopot dari jabatannya. Dia termasuk dalam lima warga Saudi dituntut hukuman mati atas pembunuhan Khashoggi, dalam proses pengadilan digelar secara rahasia di negara Kabah itu.

Hingga kini, belum ada bukti kuat apakah Qahtani masih hidup atau bersembunyi.

Bin Salman memiliki sejumlah alasan untuk melenyapkan Qahtani. Selain terlibat pembunuhan Khashoggi, dia juga masuk dalam pusaran intrik keluarga kerajaan.

Qahtani disebut sebagai salah satu dalang pembunuha Khashoggi oleh beberapa laporan, termasuk hasil investigasi Perserikatan Bangsa-Bangsa dilakukan oleh pakar hak asasi manusia Agens Callamard pada Juni lalu. Dia juga masuk daftar nama orang dilarang mengunjungi Amerika Serikat, Inggris, dan negara Eropa lainnya.

Seperti Bin Salman, Qahtani adalah sarjana hukum lulusan dari Universitas Raja Saud di Arab Saudi. Setelah sempat mengajar mata kuliah hukum di sebuah kampus keamanan Arab Saudi, Qahtani dibawa masuk ke dalam pemerintahan oleh Khalid at-Tuwaijri, pembantu senior Raja Abdullah bin Abdul Aziz. Dia dendam karena akhirnya disingkirkan.

Pada 2017, Qahtani dikaitkan dengan penahanan para pangeran dan pebisnis elite dengan tuduhan korupsi oleh Bin Salman di Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh. Mereka ditahan termasuk beberapa putra dari mendiang Raja Abdullah.

Pada 2012, Qahtani menghubungi Hacking Team, perusahaan penyedia aplikasi sadap dari Italia, untuk melayani kepentingan rezim Saudi. Dia juga memulai kontak dengan perusahaan intelijen siber asal Israel, NSO Group, juga untuk membeli aplikasi sadap bernama Pegasus.

Mirip Bin Salman, Qahtani masih muda, ambisius dan agresif di media sosial, terutama Twitter. Premanisme Qahtani mewakili gambaran rezim Saudi di bawah kepemimpinan Bin Salman.

Pada 2018, keluarga dari Lujain al-Hazlul. aktivis perempuan ditahan sejak Mei 2018, menuding Qahtani bertanggung jawab atas kekerasan fisik dan seksual dilakukan kepada
para aktivis perempuan mendekam dalam penjara.

Namun puncak dari kejahatan Qahtani baru terbongkar setelah kasus pembunuhan Khashoggi.

Pernyataan-pernyataan agresif Qahtani di media sosial membikin dia mendapat julukan Tuan Tanda Pagar oleh para pembangkang dan pengkritik rezim Saudi. Dia disebut sebagai pendiri tentara siber untuk melacak dan mengintimidasi para pengkritik penguasa Saudi baik di dalam dan luar negeri.

Qahtani selalu mengklaim ingin membersihkan Saudi dari para pengkhianat dan musuh-musuhnya. Dia pernah menulis di akun Twitter: "Rakyat harus membantu pemerintah menyusun daftar nama para pengkhianat mengkritik dan merusak nama baik Saudi." Khashoggi tentu saja masuk dalam daftar hitam itu.

Dia akhirnya berjanji menghabisi mereka masuk dalam daftar pengkhianat. Dia adalah orang mengkampanyekan warga Saudi untuk menjadi informan dan polisi bagi penguasa. Dia juga memiliki bank data berisi nama orang secara acak dianggap sebagai pembangkang.

Qahtani bertanggung jawab mengontrol citra Arab Saudi sebagai negara prgresif, liebral, dan sejahtera. Untuk itu, dia merekrut sejumlah perusahaan Barat bergerak di bidang hubungan kemasyarakatan. Badan intelijen Amerika menyebut Qahtani sebagai pemimpin dari tim pembunuh Khashoggi.

Qahtani kerap bilang semua dia lakoni adalah untuk melayani kepentingan majikannya, Raja Salman bin Abdul Aziz dan anaknya, Pangeran Muhammad bin Salman. Dia rutin mengingatkan para pengikutnya di Twitter, dirinya selalu menerima perintah dari Bin Salman.

Kepemimpinan gaya preman diberlakukan Bin Salman selalu menuduh para pengkritik penguasa berhubungan dengan agen atau pemerintah asing sebagai pengkhianat. Berbicara kepada media asing tanpa izin adalah kejahatan bisa membawa pelakunya ke dalam penjara.

Kalau terbukti Bin Salman meracuni Qahtani hingga tewas, akan makin membikin banyak pihak percaya putera mahkota Saudi itu terlibat dalam pembunuhan Khashoggi, seperti dinyatakan oleh CIA, Kongres Amerika, dan Turki. Buat Bin Salman, meracuni orang kepercayaan seperti Qahtani entengnya dengan menghilangkan mayat Khashoggi setelah dihabisi.

 

 

Pangeran Khalid bin Farhan dari Arab Saudi, mendapat suaka politik di Jerman sejak 2013. (Middle East Eye)

Pangeran Saudi serukan penggulingan Raja Salman dan putera mahkota

Upaya kudeta pernah terjadi April tahun lalu, ketika istana Raja Salman di Ibu Kota Riyadh diserang.

Pangeran Turki bin Abdullah bin Abdul Aziz. (Flickr)

Pangeran Arab Saudi berusaha bunuh diri dalam penjara

Putra dari mendiang Raja Abdullah bin Abdul Aziz itu termasuk dalam lusinan pangeran, konglomerat, dan pejabat ditangkap atas tuduhan korupsi sejak dua tahun lalu.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Menakar kestabilan Arab Saudi

Para pembangkang Saudi makin berani tampil terbuka setelah Khashoggi dihabisi

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz dari Arab Saudi. (huseofsaud.com)

Berpadu buat kudeta putera mahkota

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz pulang dengan misi menggulingkan Pangeran Muhammad bin Salman. Dia mendapat jaminan keamanan dari Amerika dan Inggris.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Makan belalang Yaman kenyang

Jutaan warga Yaman sedang kelaparan mengandalkan belalang untuk bertahan hidup.

09 September 2019

TERSOHOR