kisah

Bersua Julia Roberts asal Hama

Almar dan ketiga saudara kandungnya juga tidak sungkan berdekatan dengan salah satu keluarga paling tajir di Indonesia itu.

02 Oktober 2019 23:55

Dato Tahir begitu mengagumi kecantikan anak-anak pengungsi Suriah saat mengunjungi mereka di Kamp Azraq, Yordania. 

Kekaguman itu dia sampaikan lagi ketika mendatangi tempat tinggal Mahmud bersama istri dan keempat anaknya - Syukran (13 tahun), Almar (8 tahun), Riad (4,5  tahun), dan Khalid (2,5 tahun).

"Wajahmu cantik mirip bintang film Julia Roberts," kata UNHCR Eminent Advocate sekaligus bos Mayapada Group itu seraya menunjuk ke arah Almar, seperti dilaporkan wartawan Albalad.co Faisal Assegaf dari kamp Azraq. Julia Roberts adalah aktris Hollywood tersohor dengan film Pretty Woman. 

Dato Tahir tanpa segan bercengkerama dengan keempat anak pengungsi asal Hama itu. Tertawa, memeluk, dan berseloroh. 

Istri, anak, menantu, dan cucu perempuannya juga terlihat akrab bersama Syukran, Almar, Riad, dan Khalid. Ini kali pertama mereka ikut dalam misi kemanusiaan untuk pengungsi Suriah. 

Seraya bercanda, Dato Tahir mengajak Julia Roberts asal Hama ini ke Indonesia. "Saya mau tapi orang tua harus ikut juga," ujar Almar menanggapi ajakan itu. 

Almar dan ketiga saudara kandungnya juga tidak sungkan berdekatan dengan salah satu keluarga paling tajir di Indonesia itu. Kegembiraan mereka kian bertambah saat Dato Tahir membagikan masing-masing amplop berisi fulus US$ 100 kepada Syukran, Almar, Riad, Khalid, dan kedua saudara sepupunya.  

Bagi-bagi duit juga dilakoni Dato Tahir kepada ibu-ibu Suriah belajar menjahit. Namun terjadi sebuah insiden. Gegara ingin mengetahui isi amplop dia terima dari Dato Tahir, secara tidak sengaja seorang ibu merobek sedikit uang US$ 100 dalam amplop jatahnya. "Masih bisa ditempel dan dipakai," ujar Hani, staf Care. 

Tiap program belajar menjahit berlangsung enam pekan dan diikuti lusinan peserta. Hasil jahitan mereka dijual di dalam dan luar kamp Azraq. 

Dato Tahir bareng anak lelaki dan cucu perempuannya juga bertanding futsal menghadapi anak-anak pengungsi Suriah dan kalah 0-1.

Kepada keluarga Mahmud, DatoTahir bercerita dirinya sudah mengangkat lima anak keluarga pengungsi Suriah menjadi cucunya. Mereka telah kembali ke Suriah dan dibangunkan sebuah rumah di Ibu Kota Damaskus. 

Hingga bulan lalu, Kamp Azraq seluas 14,7 kilometer persegi dihuni 35.767 pengungsi Suriah, termasuk sekitar delapan ribu anak berumur di bawah lima tahun. Padahal dua tahun lalu masih ada 60 ribu pengungsi Suriah tinggal di Azraq. 

Perang telah berakhir di Suriah membuat pengungsi dari negara Syam itu pulang, termasuk lima cucu angkat Dato Tahir. 

Di akhir lawatannya ke kamp beroperasi sejak 30 April 2014 itu, Dato Tahir berdoa supaya keberuntungan keluarganya bisa pula dirasakan keluarga Mahmud dan pengungsi Suriah lainnya. 

Setidaknya kehadiran Dato Tahir sekeluarga telah membikin girang Julia Roberts asal Hama. Senyumnya kian lebar.

 

 

 

Dato Tahir bareng istri, anak, menantu, dan cucu bercengkerama dengan satu keluarga pengungsi Suriah di kamp Azraq, Yordania, 2 Oktober 2019. (Faisal Assegaf, Albalad.co)

Merendah di hadapan pengungsi Suriah

"Sesuai ajaran orang tua, ajaran agama, kita mesti merasa bersyukur dengan datang ke sini membantu mereka," ujarnya. "Saya menjalani hal sebetulnya harus dijalani setiap orang."

Dato Tahir bareng istri, anak, menantu, dan cucu bercengkerama dengan satu keluarga pengungsi Suriah di kamp Azraq, Yordania, 2 Oktober 2019. (Faisal Assegaf, Albalad.co)

Dato Tahir: Membantu pengungsi membuat saya makin bersyukur

"Sesuai ajaran orang tua, ajaran agama, kita mesti merasa bersyukur dengan datang ke sini membantu mereka," ujar Dato Tahir. "Saya menjalani hal sebetulnya harus dijalani setiap orang."

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir saat berbincang dengan keluarga pengungsi asal Suriah di kamp Azraq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Tiru Dato Tahir, para taipan Indonesia diajak bantu pengungsi Palestina

Dato Tahir juga menjadi konglomerat Indonesia pertama membantu sekaligus mengunjungi kamp pengungsi Suriah, dilakoni sejak 2016.

Dato Tahir berpose dengan Duta Besar Indonesia untuk Yordania dan Palestina Andy Rachmianto, Direktur Perencanaan UNRWA Abdi Aynte, dan Sekretaris Pertama Kedutaan Besar Palestina di Jakarta Muammar Milhim setelah penyerahan sumbangan sebesar Rp 20 miliar bagi pengungsi Palestina, 15 Oktober 2018. (Albalad.co)

Dato Tahir sumbang Rp 20 miliar buat pengungsi Palestina

Dato Tahir menjadi konglomerat Indonesia pertama membantu sekaligus mengunjungi kamp pengungsi Suriah, dilakoni sejak 2016. Sejauh ini belum ada orang terkaya di Indonesia mengikuti jejaknya.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Merendah di hadapan pengungsi Suriah

"Sesuai ajaran orang tua, ajaran agama, kita mesti merasa bersyukur dengan datang ke sini membantu mereka," ujarnya. "Saya menjalani hal sebetulnya harus dijalani setiap orang."

11 Oktober 2019

TERSOHOR