kisah

Tangis Baghdadi di Barisya

"Kecemasan Baghdadi adalah: Siapa akan mengkhianati dia? Dia tidak percaya siapapun," ujar Jenderal Yahya Rasul, juru bicara Komando Operasi Gabungan Irak.

28 Oktober 2019 09:25

Pemimpin milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) Abu Bakar al-Baghdadi diketahui bakal mengunjungi rumah persembunyiannya di Barisya, desa berpenduduk sekitar tujuh ribu orang di Provinsi Idlib, barat daya Suriah, Kamis pekan lalu. Barisya hanya berjarak lima kilometer dari perbatasan Turki, dekat dengan Bab al-Hawa, salah satu perlintasan utama antara Suriah dan Turki.

Desa terletak di daerah pegunungan ini berada di bawah kontrol Hayat Tahrir asy-Syam (milisi sempalan Al-Qaidah). Meski begitu, sel-sel tidur ISIS juga ada di sini. Barisya, berjarak sekitar 25 kilometer dari Kota Idlib tidak pernah menjadi sasaran serangan udara Amerika Serikat pada 2014 dan serbuan daratnya setahun kemudian.

Namun Sabtu dini hari, dua hari setelah kehadiran Baghdadi di Barisya, sekitar seratus personel Pasukan Delta diangkut dengan delapan helikopter tempur Amerika - kebanyakan Chinook CH-47 - mulai bergerak dari sebuah pangkalan militer di Irbil, utara Irak. Helikopter itu terbang rendah dan sangat cepat untuk menghindari pantauan. Pasukan ini tiba di rumah persembunyian Baghdadi dalam 70 menit.

Butuh hampir satu dasawarsa bagi Amerika untuk mengetahui persis lokasi keberadaan Baghdadi dan akhirnya mampu menghabisi lelaki Irak berumur 48 tahun itu. Dia memang dikenal doyan menyendiri sehingga tidak begitu mempercayai orang lain. Inilah salah satu resep kenapa dia bisa lolos dari setidaknya enam kali penyergapan.

Husam Mahdi, anggota ISIS pertama kali bertemu Baghdadi di Kamp Bucca di perbatasan Irak-Kuwait dan sekarang ditahan di Baghdad, masih ingat bagaimana perilaku lelaki dibanderol Amerika seharga US$ 25 juta itu di sana. Dia senang berjalan maju dan mundur sendirian di sepanjang pagar penjara.

"Doa orang benar-benar sendiri, tidak suka bersosialisasi, hanya mengucapkan 'salaam alaikum,' kemudian melangkah lagi," katanya. "Dia orang suka menyendiri sehingga mengisolasi sangat mudah bagi dirinya."

Sadar sudah menjadi buronan nomor wahid Amerika, Baghdadi sangat memperketat pengamanan dirinya. Direktur badan intelijen Irak Abu Ali al-Basri meyakini pria kelahiran Samarra, Irak, ini sudah tidak menggunakan telepon seluler lebih dari sepuluh tahun. Dia mengandalkan pesan disampaikan langsung oleh kurir.

Bahkan pengamanan superketat juga dia lakukan ketika bertemu orang-orang kepercayaannya. "Mereka bahkan mencopot jam tangan saya," kenang Ismail al-Ithawi, salah satu orang kepercayaan Baghdadi ditangkap tahun lalu. Dia kini mendekam dalam sebuah penjara di Irak, menunggu eksekusi.

Sehabis semua peralatan elektronik dista, orang-orang kepercayaan Baghdadi itu ditutup kedua matanya, kemudian diangkut menggunakan bus berjam-jam menuju lokasi tidak diketahui. Saat mereka dibolehkan membuka penutup mata, mereka melihat Baghdadi sudah duduk di depan mereka.

Pertemuan dengan Baghdadi biasanya berlangsung 15 menit hingga setengah jam dan Baghdadi harus meninggalkan tempat pertemuan lebih dulu. Orang-orang menemui dia mesti menunggu lagi berjam-jam dengan kawalan ketat sebelum diizinkan pergi. Mereka kemudian ditutup kembali kedua matanya dan diangkut bus menuju tempat penjemputan sebelumnya.

"Kecemasan Baghdadi adalah: Siapa akan mengkhianati dia? Dia tidak percaya siapapun," ujar Jenderal Yahya Rasul, juru bicara Komando Operasi Gabungan Irak.

Hingga akhirnya, menurut dua pejabat Amerika, lokasi persembunyian Baghdadi terbongkar dari hasil interogasi terhadap salah satu istri dan seorang kurirnya, ditangkap musim panas lalu. CIA bekerjasama dengan intelijen Irak dan Kurdi mjulai mencari lokasi persis Baghdadi berada.

Pasukan Delta sejatinya sudah menyiapkan rencana penyerbuan musim panas lalu, namun paling tidak misi rahasia itu dua kali dibatalkan di menit-menit akhir. "Sampai akhirnya Kamis dan kemudian Jumat (pekan lalu) presiden menentukan pilihannya dan memberi kami lampu hijau untuk melaksanakan misi kemarin," tutur Menteri Pertahanan Amerika Mark T. Esper kepada ABC kemarin.

Dia mengaku tidak tahu apakah misi itu bakal sukses setelah semua pasukan Amerika ditarik dari Suriah, seperti perintah Presiden Donald Trump.

Dalam jumpa pers saat mengumumkan kematian Baghdadi semalam, Presiden Amerika Donald Trump ada banyak anggota ISIS menjaga lokasi itu. Delapan helikopter tempur ini langsung menembaki lokasi rumah persembunyian Baghdadi untuk mengamankan seratus personel Pasukan Delta dan anjing-anjing militer turun.

Setelah mereka berhasil dihabisi, seratus personel Pasukan Delta ini kemudian masuk melalui pintu pagar depan dan meledakkan tembok buat menghindari ada jebakan bom. Mereka langsung merangsek masuk ke dalam dan sempat baku tembak dengan anggota ISIS.

Baghdadi lari ketakutan dan masuk ke dalam bunker bersama ketiga anaknya. Pasukan Delta lantas mengirim satu anjing untuk melumpuhkan Baghdadi. Dia memilih jalan pintas. Meledakkan bom rompi sehingga tewas bareng ketiga anaknya. Dua istri Baghdadi juga ikut meledakkan diri.

Trump mengatakan tidak ada tentara Amerika luka tapi Wakil Presiden Mike Pence bilang dua serdadu Amerika cedera ringan. Sebelas anak berhasil diselamatkan dalam operasi bersandi Kayla Mueller itu. Misi ini berakhir empat jam.

Kayla Mueller adalah aktivis hak asasi manusi asal Amerika. Dia ditangkap ISIS pada 2013 dan dibunuh dua tahun kemudian.

Dari Ruang Pemantauan di Gedung Putih, Trump ditemani sejumlah pejabat Amerika menyaksikan penyerbuan ke tempat persembunyian Baghdadi secara langsung. "Dia meninggal setelah terpojok ke dalam sebuah terowongan. Dia merengek, menangis, dan berteriak sejadi-jadinya," kata Trump.

Itulah tangis terakhir Baghdadi di Barisya.

 

Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi saat berkhotbah Jumat awal Juli lalu di Masjid Agung di Kota Mosul, utara Irak. (www.aljazeera.com)

Abangnya Baghdadi bolak balik Suriah-Istanbul tanpa ketahuan

Yang mengherankan, menurut kedua pejabat intelijen Irak itu, Turki tidak pernah mengetahui pergerakan bebas Juma bolak balik Suriah-Istanbul.

Lokasi persembunyian pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi di Desa Barisya, Provinsi Idlib, Suriah, diserbu pasukan elite Amerika Serikat, Delta Force, pada 26 Oktober 2019. (France 24)

Lelaki pendiam pelindung Baghdadi

Salamah pindah ke Barisya pada 2016.

Pemimpin milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) Abu Bakar al-Baghdadi muncul dalam rekaman video dilansir pada 29 April 2019. (Twitter)

ISIS tunjuk pengganti Baghdadi

Pemimpin baru ISIS bernama Abu Ibrahim al-Hasyimi al-Quraisyi.

Pemimpin ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) Abu Bakar al-Baghdadi saat berpidato di Masjid Agung An-Nuri di Kota Mosul, Irak, Juni 2014. (Al-Arabiya)

Pengawal pribadi khianati Baghdadi

Informan ISIS berada dalam rumah Baghdadi ketika Delta Force datang menyerbu. "Dia di sana dan keluar bareng pasukan Amerika dengan selamat," ujarnya.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Lelaki pendiam pelindung Baghdadi

Salamah pindah ke Barisya pada 2016.

06 November 2019

TERSOHOR