kisah

Pengawal pribadi khianati Baghdadi

Informan ISIS berada dalam rumah Baghdadi ketika Delta Force datang menyerbu. "Dia di sana dan keluar bareng pasukan Amerika dengan selamat," ujarnya.

01 November 2019 13:55

Dia berbulan-bulan menjadi informan bagi Komandan SDF (Pasukan Demokratik Suriah) Jenderal Mazlum Abdi. SDF adalah pasukan beranggotakan mayoritas orang Kurdi, salah satu musuh utama milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi.

Namun informan ini bukan orang Kurdi. Dia Arab dan memiliki dendam pribadi terhadap lelaki dibanderol oleh Amerika Serikat seharga US$ 25 juta itu. Dia mengikuti pergerakan Baghdadi, berpindah dari satu rumah persembunyian ke tempat aman lainnya hingga akhirnya terpojok dalam sebuah terowongan.

Mata-mata ini mempunyai banyak kerabat bergabung dengan ISIS. "Keluarganya menjadi sasaran perlakuan buruk oleh ISIS dan dia tidak lagi meyakini masa depan ISIS," kata Abdi dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi NBC News. "Dia ingin membalas sakit hati kepada ISIS dan Baghdadi."

Dia mengungkapkan informan ini benar-benar orang kepercayaan Baghdadi. Salah satu tugasnya adalah mencari lokasi aman bagi bosnya itu untuk bersembunyi. "Dia seperti pengawal pribadi bagi Baghdadi dan bertanggung jawab atas perpindahan tempat Baghdadi," ujar Abdi.

Mata-mata itu mencatat secara persis di mana saja lokasi persembunyian Baghdadi selama ini dan menggambarkan keadaan rumahnya seperti apa. Dia bahkan mencuri contoh darah dan pakaian dalam Baghdadi untuk diperiksa sampel DNA-nya.

Menurut informan itu, Baghdadi sangat peduli dengan pengamanan superketat. Dia mana saja dia tinggal, tidak boleh ada alat komunikasi, kecuali dipakai oleh orang-orang bertanggung jawab atas keamanannya. Itu pun jumlahnya sangat sedikit.

Bertahun-tahun buron, Baghdadi dikelilingi istri, anak-anak, kerabat, dan saudara-saudara kandungnya saja. Dia cuma mengizinkan sedikit orang luar untuk bertemu dirinya. "Salah satunya adalah infrman kami," tutur Abdi.

Dia menolak memberitahu kepan dan bagaimana bisa bertemu mata-mata ISIS itu. Tapi dia bilang dalam lima bulan terakhir komunikasi hubungan makin mendalam dan meningkat secara dramatis. Ini bertepatan dengan perpindahan Baghdadi dari lokasi persembunyiannya di timnur Suriah ke Provinsi Idlib, dekat dengan perbatasan Turki.

"Kami mendapat kepastian baghdadi pindah ke Idlib April tahun ini," kata Abdi.

Idlib sejatinya bukan lokasi cocok untuk pemimpin ISIS bersembunyi. Tempat ini dikuasai milisi-milis lain, termasuk hayat Tahrir asy-Syam, dulunya bernama Jabhat an-Nusrah dan merupakan sayap Al-Qaidah di Suriah. Kepindahan Baghdadi ke Idlin di luar dugaan dan mengejutkan semua pihak.

Abdi mengatakan pertemuan dengan informan itu di Idlib cukup sering tapi tidak rutin. Mata-mata ISIS ini juga tidak bisa semaunya bertemu Baghdadi, hanya ketika dihubungi baru bisa bersua lelaki Irak berumur 48 tahun tersebut. Perjumpaan tatap muka itu biasanya membahas mengenai keamanan, pergerakan Baghdadi, transportasi, dan mempersiapkan rumah persembunyian lainnya kalau keadaan darurat.

Kalau mau bertemu Baghdadi, informan ini dibawa menggunakan mobil atau kadang taksi oleh para pengawal Baghdadi. Biasanya tetamu baghdadi ditutup kedua matanya selama perjalanan menuju tempat persembunyian Baghdadi, tapi mata-mata ini dibiarkan saja. Pesanhya cuma satu: jangan pernah menengok ke arah jendela.

"Kalau sudah dekat ke lokasi, mereka akan meminta dia menurunkan joknya sehingga tidak bisa melihat ke sekeliling," kata Abdi. Meski begitu informan ini sangat cerdas. Dia bisa mengingat topografi daerah itu, apakah di kota atau desa.

Setiba di rumah Baghdadi, mata-mata ISIS ini bebas melihat ke mana saja walau tetap dikawal. Dia pun mulai mengingat keadaan di dalam rumah itu dan bahkan seperti apa oenampakan dari atas, termasuk ada sebuah tangki air berwarna merah di atap rumah.

Informan ini menyampaikan gambaran rinci rumah persembunyian Baghdadi kepada SDF, kemudian diteruskan ke badan-badan intelijen Amerika, sehingga pengintaian lewat udara bisa dilakukan untuk memastikan lokasi tepatnya.

"Dia memberika informasi mengenai rumah itu, bentuk rumah, dan segala hal berhubungan dengan rumah itu, gambaran rinci di dalamnya, termasuk sebuah terownga tempat baghdadi akhirnya meledakkan diri," ujar Abdi.

Alhasil, mereka mendapatkan informasi soal jumlah orang di dalam rumah persembunyian Baghdadi, berapa banyak pengawalnya, dan semua rincian keamanan di kediaman itu. Termasuk pos-pos pemeriksaan milisi Hayat Tahrir asy-Styam terdekat dengan rumah Baghdadi.

Sebelum mengirim pasukan elite Delta Force ke sana, intelijen Amerika ingin bukti konkret mata-mata ISIS itu memang memiliki akses ke Baghdadi. Ini untuk memastikan informasi dikasih bukan kabar bohong atau jebakan.

Akhirnya informan ini mencuri kaus dan celana dalam Baghdadi, kemudian contoh darahnya, untu dibandingkan dengan sampel DNA Baghdadi diambil ketika dia mendekam dalam penjara militer Amerika, kamp Bucca, di Irak pada 2004.

Mata-mata itu mencuri kaus dan celana dalam Baghdadi Juli tahun ini dari rumah persembunyian sebelumnya. Dia tidak menyebutkan bagaimana cara mengambil contoh darah Baghdadi, diserahkan kepada September lalu. Ternyata cocok dengan DNA Baghdadi.

Sejak itu, lanjut Abdi, CIA (dinas rahasia luar negeri Amerika) mulai serius menyusun rencana buat menyerbu rumah Baghdadi. Tapi rencana serangan tertunda gegara Presiden Amerika Donlad Trump memutuskan akan menarik semua pasukannya dari Suriah. Kurdi pun mesti bersiap menghadapi serbuan Turki.

Beruntung serbuan jadi dilakukan Sabtu dinihari pekan lalu. Kalau tidak, Baghdadi bisa lolos lagi.

Sebab Baghdadi berencana pindah ke tempat lain. Dia sudah memiliki rumah persembunyian di Dara al-Furat (Jarablus). "Rumah itu sudah siap untuk dihuni. Saya menduga dia akan pindah ke sana dalam 48 jam. Rumah baru itu benar-benar berbeda dan tidak diketahui," ujar Abdi.

Dia menambahkan informan ISIS berada dalam rumah Baghdadi ketika Delta Force datang menyerbu. "Dia di sana dan keluar bareng pasukan Amerika dengan selamat," ujarnya.

Apa yang dicemaskan Baghdadi selama ini menjadi kenyataan. Salah satu orang kepercayaannya berkhianat.

Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi saat berkhotbah Jumat awal Juli lalu di Masjid Agung di Kota Mosul, utara Irak. (www.aljazeera.com)

Abangnya Baghdadi bolak balik Suriah-Istanbul tanpa ketahuan

Yang mengherankan, menurut kedua pejabat intelijen Irak itu, Turki tidak pernah mengetahui pergerakan bebas Juma bolak balik Suriah-Istanbul.

Lokasi persembunyian pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi di Desa Barisya, Provinsi Idlib, Suriah, diserbu pasukan elite Amerika Serikat, Delta Force, pada 26 Oktober 2019. (France 24)

Lelaki pendiam pelindung Baghdadi

Salamah pindah ke Barisya pada 2016.

Pemimpin milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) Abu Bakar al-Baghdadi muncul dalam rekaman video dilansir pada 29 April 2019. (Twitter)

ISIS tunjuk pengganti Baghdadi

Pemimpin baru ISIS bernama Abu Ibrahim al-Hasyimi al-Quraisyi.

Pemimpin milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) Abu Bakar al-Baghdadi muncul dalam rekaman video dilansir pada 29 April 2019. (Twitter)

Baghdadi bunuh diri bareng dua anaknya berumur di bawah 12 tahun

Meski Baghdadi telah meninggal, McKenzie menegaskan ISIS belum kalah.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Lelaki pendiam pelindung Baghdadi

Salamah pindah ke Barisya pada 2016.

06 November 2019

TERSOHOR