kisah

Lelaki pendiam pelindung Baghdadi

Salamah pindah ke Barisya pada 2016.

06 November 2019 13:01

Penduduk setempat mengenal dia sebagai Abu Muhammad Salamah, pedagang grosir makanan hewan tinggal di pinggiran Desa Barisya, Provinsi Idlib, Suriah, berjarak sekitar lima kilometer dari perbatasan Turki. Dia cukup ramah tapi lebih banyak diam.

Alhasil, warga Barisya kaget saat mengetahui dia sebenarnya komandan sebuah milisi berafiliasi dengan Al-Qaidah. Bahkan lebih mengejutkan lagi, dia menyembunyikan Abu Bakar al-Baghdadi, pemimpin dari milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) merupakan musuh bebuyutannya.

"Siapa mau datang ke desa ini tanpa mengharapkan apa-apa?" kata Aiman Abdul Ghani, 33 tahun, aktivis medis bekerja dengan pemerintahan Desa Barisya. "Mari berpikir logis."

Baghdadi tewas bunuh diri bareng dua anaknya - berumur di bawah 12 tahun - Sabtu dua pekan lalu, ketika terjebak dalam sebuah terowongan di rumah Abu Muhammad, ketika pasukan elite Amerika Serikat, Delta Force. Militer Amerika mengklaim sudah mengubur jenazah Baghdadi di laut.

Masyarakat Barisya bilang Delta Force juga menghabisi Salamah, diyakini nama samaran dari Abu Muhammad Halabi, pemimpin milisi Para Pelindung Agama, dan mayatnya sudah dibawa Delta Force. Warga masih bingung bagaimana Baghdadi bisa sampai tinggal di kediaman Salamah, sudah menetap di Barisya bersama delapan anaknya selama tiga tahun.

Keheningan malam di Desa Barisya langsung dirobek desingan peluru dan ledakan pada Sabtu minggu lalu jam sebelas malam. "Tembakan ada di mana-mana. Kami mendengar seseorang menembak ke arah helikopter, kemudian mereka membalas," ujar Alaa, 33 tahun. "Kami mulai panik."

Meski begitu, Alaa - rumah nya berjarak sekitar 366 meter dari target serangan - memberanikan diri mengintip dari jendela. Satu peluru menembus kaca jendela rumahnya dan mengenai sebuah bingkai foto tergantung di tembok. Pecahan dinding mengguyur anak-anaknya.

"Kami tidak berani menyalakan lampu untuk melihat apa yang sedang terjadi," tutur Alaa.

Di sebelah rumah Salamah, tinggal seorang penggembala dalam sebuah tenda. Delta Force menyerahkan kedelapan anak Salamah, semua telah berumur lebih dari sepuluh tahun, kepada penggembala itu. Meski tinggal berdampingan, penggembala itu bilang dia tidak pernah mengobrol dengan Salamah, hanya bertukar salam.

Abdul Ghani mengungkapkan sebelum Perang Suriah meletup, banyak warga Desa Barisya pergi merantau mencari pekerjaan. Mereka memilih tinggal bekerja di perkebunan anggur dan gandum berada di antara reruntuhan bangunan kuno peninggalan Kekaisaran Romawi. Tapi setelah perang terjadi, penduduk asli pulang, sehingga Barisya dihuni 12 ribu orang. Padahal sebelumnya kurang dari seribu. Angka ini termasuk empat ribu warga Suriah mengungsi di Barisya.

Menurut Alaa, Salamah pindah ke Barisya pada 2016. "Dia membeli sebuah rumah masih dibangun, kemudian diselesaikan lalu dipagar tembok," katanya.

Dia menambahkan delapan anak Salamah juga disekolahkan. Dia juga jarang melihat tamu kecuali petugas layanan Internet dan orang mengisi tangki air di rumahnya.

Sebagian penduduk percaya Salamah bagian dari sel ISIS di Barisya. Namun Alaa memuji kemampuan Salamah menyembunyikan identitas aslinya, termasuk melindungi Baghdadi. "Dia tampak seperti pengungsi lainnya," ujar Alaa.

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

Kuasa Erdogan jaya ISIS

Ada kesepakatan antara ISIS dan intelijen Turki untuk membuka perbatasan bagi jihadis-jihadis ISIS cedera untuk dirawat di Turki.

Struktur ISIS diambil dari dokumen bikinan Haji Bakar. (derspiegel.de)

Ramadan dan kebangkitan ISIS

Kebangkitan ISIS bukan sekadar jumlah serangan mereka lakukan kian banyak. Namun serbuan mereka lakoni berakibat fatal dan serangan mereka bervariasi.

Daftar nama warga Indonesua terkait ISIS di kamp Ain Isa. (Rojava Information Center)

Menengok para pemuja ISIS asal Indonesia di Suriah

Terdapat 450 warga Indonesia di kamp Ain isa dan 300 orang lainnya di kamp Al-Haul.

Amir Muhamnad Abdurrahman al-Mauli as-Salbi, pemimpin baru ISIS. (Courtesy)

Berkenalan dengan pemimpin baru ISIS

Muhammad al-Mauli bergelar sarjana syariah lulusan dari Universitas Mosul. Dia memiliki satu putra. Dia bertemu Baghdadi ketika pada 2004 mendekam dalam tahanan Amerika di Kamp Bucca, Irak.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Denyut bisnis UEA-Israel

Para investor Israel bakal lebih mempertimbangkan untuk membeli properti di UEA ketimbang London atau New York, terutama karena faktor kedekatan wilayah.

21 September 2020

TERSOHOR