kisah

Mahkamah sandiwara bagi mendiang Khashoggi

Saudi mulanya berbohong. Mereka membantah Khashoggi dibunuh. Setelah banyak bukti diungkap oleh Turki, Riyadh mengakui Khashoggi tewas karena berkelahi. Lalu mereka mengoreksi Khashoggi memang dibunuh secara keji dan terencana.

25 Desember 2019 14:30

Sedari mula banyak pihak meragukan pengadilan bagi para terdakwa pembunuh kolumnis surat kabar the Washington Post, Jamal Khashoggi, sandiwawra belaka. Kenyataan memang berkata demikian.

Arab Saudi mengklaim telah memeriksa 31 orang diduga terlibat atau mengetahui kasus pembunuhan itu. Sebanyak 21 akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan sepuluh sisanya dipulangkan. Dari 21 orang itu, akhirnya hanya sebelas diadili, namun nama-nama mereka tidak pernah diumumkan ke publik.

Hatice Cengiz, tunangan Khashoggi menjadi orang terakhir ditemui mendiang sebelum masuk ke dalam kantor Konsulat Saudi di Istanbul, mengecam vonis itu. "Siapa telah memberi perintah? Kenapa mereka (sebelas terdakwa itu) tidak boleh berbicara kepada publik? Tidak ada alasan kuat atau penjelasan logis mendasari vonis itu," katanya.

Namun empat anak Khashoggi - telah mendapat jatah rumah mewah dan uang kompensasi jutaan dolar Amerika Serikat - menerima putusan pengadilan itu.

Pengadilan di Ibu Kota Riyadh mengadili perkara kematian Khashoggi memang berlangsung sangat tertutup. Wartawan dilarang meliput. Hanya keluarga Khashoggi dan sedikit diplomat asing boleh datang. Itu pun mereka harus bersumpah tidak akan membocorkan detail sidang kepada media. Nama-nama terdakwa juga tidak disebutkan dalam dakwaan dan vonis.

Di sidang kesepuluh, menurut Wakil Jaksa Agung Arab Saudi Syalaan bin Rajih asy-Syalaan, Senin lalu mengumumkan pengadilan khusus di Ibu Kota Riyadh telah menjatuhkan vonis hukuman mati bagi lima terdakwa dan total hukuman penjara 24 tahun bagi tidak terdakwa lainnya. Sedangkan tiga orang lainnya bebas.

Mereka dianggap tidak bersalah adalah Saud al-Qahtani, mantan penasihat Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, bekas Wakil Kepala Badan Intelijen Jenderal Ahmad as-Sirri, dan eks Konsul Jenderal Saudi di Istanbul Muhammad al-Utaibi.

Hakim, kata Syalaan, juga menyatakan pembunuhan Khashoggi tidak direncanakan.

Padahal sebuah tim beranggotakan 15 warga Saudi, termasuk tujuh pengawal Bin Salman, diterbangkan dengat jet pribadi dari Riyadh ke Istanbul. Dokter forensik dalam tim pembunuh Khashoggi itu juga sudah membawa gergaji pemotong tulang.

Khashoggi akhirnya dihabisi di dalam ruang kerja Muhammad al-Utaibi di lantai dua gedung Konsulat Saudi pada 2 Oktober 2018. Mayatnya kemudian dipotong-potong, namun sampai sekarang Riyadh bungkam soal keberadaan potongan tubuh Khashoggi, warga Saudi pindah ke Amerika Serikat pada 2017 karena merasa nyawanya terancam oleh Bin Salman.

Saudi mulanya berbohong. Mereka membantah Khashoggi dibunuh. Setelah banyak bukti diungkap oleh Turki, Riyadh mengakui Khashoggi tewas karena berkelahi. Lalu mereka mengoreksi Khashoggi memang dibunuh secara keji dan terencana.

CIA (dinas rahasia luar negeri Amerika), Kongres Amerika, Turki, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa sudah menyimpulkan Khashoggi dibunuh atas perintah Bin Salman. Anak dari Raja Salman bin Abdul Aziz itu pun sudah mengakui bertanggung jawab atas kematian Khashoggi.

Namun hukum masih belum menyentuh Bin Salman. Alhasil, mahkamah bagi mendiang Khashoggi akala-akalan saja.

 

Saud al-Qahtani (Twitter)

Orang dekat Bin Salman bebas dari dakwaan terlibat pembunuhan Khashoggi

Ketiga orang dinyatakan tidak bersalah itu adalah Saud al-Qahtani merupakan mantan penasihat Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman, bekas Konsul Jenderal Saudi di Istanbul Muhammad al-Utaibi, dan eks wakil kepala badan intelijen Saudi Brigadir Jenderal Ahmad as-Siri.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Lima pembunuh Khashoggi dapat hukuman mati

Kongres Amerika Serikat, CIA, Turki, dan pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa menyimpulkan perintah buat membunuh Khashoggi berasal dari Bin Salman.

Saud al-Qahtani (Twitter)

Misteri Qahtani selepas Khashoggi

Bin Salman dikabarkan meracuni salah satu orang kepercayaannya, Saud al-Qahtani, hingga tewas.

Wartawan Jamal saat akan memasuki kantor Konsulat Arab Saudi di Kota Istanbul, Turki, 2 Oktober 2018. (Screengrab)

Ajal Khashoggi di Konsulat Saudi

Di bagian kesimpulan, Agnes mendesak Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan sebuah penyelidikan pidana.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Berkenalan dengan pemimpin baru ISIS

Muhammad al-Mauli bergelar sarjana syariah lulusan dari Universitas Mosul. Dia memiliki satu putra. Dia bertemu Baghdadi ketika pada 2004 mendekam dalam tahanan Amerika di Kamp Bucca, Irak.

22 Januari 2020

TERSOHOR