kisah

Buru Jabri incar dokumen

"Dia memiliki semua dokumen mengenai segala hal dan menyangkut semua orang penting di Saudi," tutur seorang eks pejabat keamanan regional.

24 Juni 2020 01:46

Inilah motif Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman selama tiga tahun belakangan mengincar mantan pejabat badan intelijen Saad al-Jabri, sejak 2017 menetap di Kanada bareng keluarganya. Anak dari Raja Salman bin Abdul Aziz ini begitu ngoto lantaran ingin memiliki dokumen di tangan orang dekat Pangeran Muhammad bin Nayif, mantan Putera Mahkota sekaligus salah satu pesaing beratnya menuju singgasana.

Sejak awal Maret lalu Bin Salman telah menahan 20 pangeran dianggap bisa mengganjal kariernya menjadi raja, termasuk dua saingan beratnya: Bin Nayif dan Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz, adik dari Raja Salman. Bin Salman pun terpilih menjadi putera mahkota setelah menyingkirkan Bin Nayif pada 21 Juni 2017.

Beberapa hari setelah Bin Nayif ditangkap, menurut keluarga Saad al-Jabri, pasukan keamanan Saudi jelang subuh membekuk dua anaknya, Umar (21 tahun) dan Sarah (20 tahun) dari rumah keluarga mereka di Ibu Kota Riyadh. Disusul dengan penangkapan Abdurrahman al-Jabri, abang dari Saad al-Jabri, awal Mei lalu.

Menurut empat orang mengetahui hal ini, Bin Salman meyakini dokumen-dokumen rahasia dipegang Saad bisa menghancurkan para pesaingnya. Dia juga takut dokumen-dokumen penting ini bisa menjadi alat tawar terhadap dirinya dan ayahnya.

Dua warga Saudi mempunyai jaringan dalam istana dan mantan pejabat keamanan kawasan bilang dokumen-dokumen itu termasuk aset-aset milik Bin Nayif di luar negeri. Informasi ini dapat dipakai Bin Salman buat melemahkan posisi Bin Nayif.

Jabri juga mempunyai dokumen sensitif terkait transaksi bisnis para pangeran senior, mencakup Raja Salman dan Bin Salman, kata salah satu warga Saudi dengan jaringan kuat dalam istana, bekas pejabat keamanan regional, dan seorang diplomat.

Diplomat itu mengungkapkan beberapa informasi ini berkaitan dengan jual beli tanah terjadi selama Pangeran Salman menjadi gubernur Riyadh hampir empat dasawarsa, sebelum naik takhta menjadi raja pada Januari 2015 menggantikan abangnya, mendiang Raja Abdullah bin Abdul Aziz.

Seorang sumber mengatakan Bin Salman ingin mengenakan dakwaan terhadap Bin Nayif terlibat korupsi saat menjabat menteri dalam negeri. "Mereka sudah lama mengincar Jabri karena dia tangan kanan Bin Nayif," katanya.

Keluarga Jabri dan seorang sumber menjelaskan pihak berwenang telah menuding Jabri terlibat rasuah namun tidak menceritakan secara rinci dalam kasus apa. Pihak keluarga menyebut tuduhan itu palsu.

Seorang pejabat Amerika bilang Washington DC sudah menyampaikan keprihatinan soal penahanan dua anak Jabri kepada penguasa Saudi. Dia menambahkan banyak pejabat Amerika pernah bekerjasama dengan Jabri dalam menangani isu terorisme. Mereka menilai Jabri merupakan mitra sangat bisa diandalkan.

Satu pejabat Amerika lainnya mengungkapkan Amerika sudah berkomunikasi dengan keluarga Jabri di Kanada dan mencari cara untuk membantu membebaskan Umar dan Sarah dari dalam penjara. "Kami benar-benar prihatin dengan kabar penahanan dua anak Jabri dan akan mengecam keras persekusi tidak adil terhadap anggota keluarganya apapun yang akan didakwakan kepada Saad al-Jabri," ujarnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Kanada Syrine Khoury menyatakan pemerintahnya juga prihatin terhadap penangkapan dua anak Jabri. Namun dia tidak menjelaskan langkah-langkah diambil Kanada untuk membantu dalam perkara ini.

Selama hampir dua dekade Jabri bekerja buat Bin Nayif: membantu merombak operasi intelijen dan kontraterorisme Saudi, serta membangun hubungan baik dengan para pejabat Barat. "Dia memiliki semua dokumen mengenai segala hal dan menyangkut semua orang penting di Saudi," tutur seorang eks pejabat keamanan regional. Jabri mengkoordinir hubungan antara badan intelijen Saudi dengan CIA (dinas rahasia luar negeri Amerika).

Ketika Raja Salman naik takhta pada Januari 2015, Jabri ditunjuk untuk memegang posisi setingkat menteri. Tiga bulan kemudian, Bin Nayif menjadi putera mahkota.

Menurut Khalid al-Jabri, hubungan ayahnya dengan Bin Salman mulanya sangat baik sampai akhirnya musuh-musuh Jabri dekat dengan Bin Salman menuding dia anggota Al-Ikhwan al-Muslimun, organisasi terlarang di Arab Saudi lantaran dicap kelompok teroris.

Empat bulan berselang, yakni Agustus 2015, Jabri mengetahui dirinya diberhentikan dari jabatannya lewat pengumuman di televisi.

Saad al-Jabri telah menjadi penasihat pribadi Bin Nayif sampai pangeran itu terdepak dari posisinya sebagai putera mahkota sekaligus menteri dalam negeri pada Juni 2017. Dia kemudian pindah ke Kanada bersama keluarganya.

Pemerintah Saudi telah berusaha keras membujuk Jabri pulang. Bin Salman bahkan mengajukan tawaran, yakni Umar dan Sarah dibolehkan meninggalkan negara Kabah itu asal Jabri mau kembali.

Pihak keluarga mengaku tidak mengetahui di mana Umar dan Sarah ditahan. "Tiap kali kami bertanya, kami cuma diberitahu Bin Salman sendiri menahan keduanya. Jangan mengganggu dengan bertanya lebih jauh," kata Khalid al-Jabri.

Keluarga Jabri sedang melobi anggota Kongres Amerika untuk mendapat pertolongan. Senator Marco Rubio dan Patrick Leahy sudah berbicara dengan mereka. "Kelihatannya mereka (Umar dan Sarah) digunakan sebagai sandera untuk memaksa ayah mereka kembali ke Arab Saudi," ujar Tim Rieser, penasihat senior bidang kebijakan luar negeri buat Senator Patrick Leahy.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Al-Arabiya)

Tiga isyarat Biden agar Bin Salman lakukan kudeta

Kalau mau dianggap selevel dengan Biden, dia mesti buru-buru naik takhta dan tentu harus menyingkirkan ayahnya dari singgasana.

Syekh Salman al-Audah, ulama tersohor Arab Saudi ditahan sejak 10 September 2017 tanpa proses hukum jelas. (Twitter/Prisoners of Conscience)

Kuasa Bin Salman nestapa Syekh Salman

Selama lima bulan pertama dalam penjara, Syekh Salman tidak diizinkan menghubungi keluarganya.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman tangkap lagi anggota keluarga Saad al-Jabri

Sehingga sudah empat kerabat Al-Jabri ditahan, yakni dua anaknya, abangnya, dan kini mantunya.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Pengadilan Amerika panggil Bin Salman untuk dimintai keterangan soal tuduhan ingin bunuh pengkritiknya

Bin Salman mesti memberikan keterangan soal tuduhan ingin membunuh Al-Jabri dan melakukan kegiatan mata-mata di Amerika buat mencari lokasi tempat tinggal Al-Jabri di Kanada.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Ben & Jerry's dan Anti-Zionis

Ben dan Jerry menegaskan mereka menyokong Israel tapi menentang penjajahan di Tepi Barat.

30 Juli 2021

TERSOHOR