kisah

Pangeran kebanyakan rumah

Karena kebanyakan rumah, Emir Abu Dhabi sekaligus Presiden UEA Syekh Khalifah bin Zayid an-Nahyan tidak pernah mengunjungi vilanya di Spanyol sejak dibeli pada 2003.

06 Juli 2020 20:34

Untuk kebutuhan air di Ascot Place, rumah supermewah dan luas miliknya di Winkfiled, di pinggir Taman Agung Windsor, Inggris, Evian menjadi pilihan. Air segar dari mata air di pegunungan Alpen ini khusus dialirkan untuk mandi, mencuci, dan minum.

Dia juga mempunyai sebuah tempat peristirahatan supernyaman di Spanyol namun tidak pernah dia kunjungi. Dia bahkan tidak tahu persis di mana letak propertinya itu.

Hingga agen propertinya Andrew Lax menemukan vila di atas puncak bukit ini terletak di utara Madrid. Berjarak sekitar 64 kilometer dari ibu kota Spanyol itu. Bangunan ini juga kepunyaan Emir Abu Dhabi sekaligus Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Syekh Khalifah bin Zayid an-Nahyan. Dia adalah abang tiri dari Syekh Mansur bin Zayid an-Nahyan pemilik klub Liga Primer Inggris, Manchester City.

Vila superluks itu mempekerjakan 15 staf permanen siap menyambut kapan saja pangeran berumur 71 tahun itu mau datang tapi itu belum pernah terwujud. Baru satu orang pernah mengunjungi properti diberi nama Az-Zhafrah itu sejak dibeli Syekh Khalifah pada 2003, yakni putranya sendiri. Itu pun dia tidak menginap lantaran merasa suasananya kelewat sepi.

Az-Zhafrah merujuk pada nama daerah di Abu Dhabi, merupakan wilayah dengan jumlah penduduk dan kepadatan terkecil di Abu Dhabi. Namun 90 persen cadangan minyak Abu Dhabi tersembunyi di bawah perut Az-Zhafrah.

Menengok ke dalam bangunan Az-Zhafrah, lebih mengagetkan lagi. Dapurnya tidak pernah dipakai untuk memasak. Perabotan dapur bermerek Cellophane masih terbungkus rapih.

Meski Az-Zhafrah tidak pernah ditinggali, seprei ranjang di sebelas kamar tidur diganti sekali sepekan. Begitu pula dengan handuk-handuk bermotif monogram kesukaan Syekh Khalifah.

Biaya buat pemeliharaan, kebersihan, dan patroli 24 jam sehari tiap tahunnya sebesar 450 ribu pound sterling (kini setara Rp 8,1 miliar). Semua kaca jendela di Az-Zhafra tahan peluru.

Tentu pengeluaran tahunan sebanyak itu bukan masalah bagi raja paling tajir keempat di dunia setelah Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei Darussalam, dan Raja Arab saudi Salman bin Abdul Aziz ini. Syekh Khalifah berharta 18 miliar pound sterling (Rp 324,6 triliun).

Berapa jumlah rumah dan properti lainnya dimiliki Syekh Khalifah terungkap ke publik setelah bulan lalu, lantaran dia bersengketa di Pengadilan Tinggi London dengan para mantan manajer mengurusi properti-propertinya di London senilai 5,5 miliar pound sterling. Properti kepunyaan Syekh Khalifah itu termasuk Berkeley Square estate di Mayfair, disewa oleh Hermes, toko busana milik perancang Alice Temperley, dan klub malam eksklusif Annabel.

Di London saja, menurut dokumen pengadilan tinggi, Syekh Khalifah mempunyai 140 prooperti tersebar di kawasan elite Mayfair, Marylebone, Knightsbridge, dan Kensington.

Di antara bangunan tersohor kepunyaan Syekh Khalifah di London adalah ruang pamer mobil the Jack Barclay di Berkeley Square, pub the Footman di Charles Street, Guinea Grill di Bruton Place, dan bekas gedung BHS di Oxford Street.

Rumahnya Syekh Khalifah, Ascot Place, bertetanggaan dengan istana kepunyaan Ratu Elizabeth II. Bangunan dari abad ke-18 ini menempati lahan seluas hampir 162 hektar itu. Selain halaman dan taman sangat lebar, tempat tinggal Syekh Khalifah itu dilengkapi sebuah danau, gua, dan gubuk-gubuk indah.

Syekh Khalifah membeli Ascot Place senilai 18 juta pound sterling (Rp 324,6 miliar) pada 1989 dari Mick Flick, pewaris perusahaan mobil Mercedes Benz asal Jerman. Hal ini menjadikan Ascot Place rumah termahal di Inggris waktu itu.

Flick meraup laba tiga juta pound sterling dari penjualan Ascot Place, dia beli pada 1988 dari Jack Heinz, cucunya konglomerat kue HJ Heinz, sudah menetap di sana diam-diam selama 28 tahun.

Syekh Khalifah sejatinya ingin membangun pagar keliling Ascot Place sepanjang 6,4 kilometer setinggi nyaris dua meter. Proyek ambisius ini diperkirakan menghabiskan fulus dua juta pound sterling (Rp 36 miliar). Batu bata akan digunakan untuk membangun pagar ini cukup untuk mendirikan rumah lima kamar tidur. Namun pihak berwenang menolak memberi izin.

Syekh Khalifah akhirnya memutuskan membangun tangki air raksasa bawah tanah diisi dengan air mineral diangkut menggunakan kapal dari Evian le Bains, kota peristirahatan di pegunungan Alpen, Prancis. Di negara mode ini pun, Syekh Khalifah mempunyai beberapa rumah.

"Tangki raksasa itu mirip lahan parkir mobil multilantai," kata seseorang pernah mengunjungi Ascot Place. "Dia tidak menyukai air di sana, jadi dia mengangkut air mineral dari Evian dan dialirkan melalui pipa-pipa."

Tapi tetap saja, menurut seorang sumber, Ascot Palce tidak pernah bisa menadi istana bagi Syekh Khalifah. Sebab saban kali bepergian dengan jet pribadi Boeing 747 kepunyaannya, dia membawa rombongan seratus staf, termasuk seorang perapih jenggotnya - diterbangkan terpisah memakai satu Boeing 737.

Satu rumah supermewah milik Syekh Khalifah adalah Ham Gate, terletak di Richmond Park, barat daya London. Dia membeli properti ini pada 1980 seharga lima juta pound sterling (Rp 90,2 miliar). Namun tetap saja kekecilan untuk menampung semua staf dan pengawal pribadinya.

Sampai akhirnya dia memerintahkan para agen prpertinya untuk membeli rumah di sebelahnya dengan harga jauh di atas harga pasar setelah pemiliknya menolak menjual.

Pada 2013, sebuah pesta mewah dirancang di kediaman Syekh Khalifah di Ham Gate, Richmond Park, di sela lawatan resmi emir Abu Dhabi itu ke Inggris. Butuh empat bulan buat persiapan pesta. Para stafnya juga diminta membeli rumah-rumah sekitar buat menamung para tamu untuk pesta malam itu dan menginap semalam lagi.

Syekh Khalifah juga memiliki sejumlah tempat tinggal seharga kurang lebih 30 juta pound sterling (Rp 540,7 miliar) di Cannes, Prancis. Salah satunya memiliki rel kereta menghubungkan rumahnya dengan resor tepi pantai.

Masih di sepanjang kawasan Riviera, Prancis, Syekh Khalifah mempunyai rumah di Antibes dan tenpat tinggal utamanya kalau berlibur di Prancis adalah di Maxilly sur Leman, dekat Evian.

Syekh Khalifah itu orangnya ekssentrik. Di mana saja dia tinggal di rumahnya di luar negeri, segala kebutuhan dipasok dari negaranya sendiri saban hari, termasuk air minum dalam botol kemasan.

Rumah-rumah Syekh Khalifah tersebar di senatero Eropa. Di Seychelles, dia membangun istana tujuh lantai di atas gunung. Penduduk setempat memprotes pembanguna rumahnya itu karena menyebabkan polusi terhadap sungai-sungai dan sistem pengairan. Buat meredakan kemarahan warga, Syekh Khalifah berjanji menyumbangkan dana seratus juta pound sterling (Rp 1,8 triliun).

Tidak ketinggalan, Syekh Khalifah memiliki rumah di atas air diberi nama Azzam, merupakan kapal pesiar terbesar sejagat. Azzam dilengkapi kolam renang dalam dan luar ruangan, tempat pendaratan helikopter, 36 kamar tidur buat tamu. Pembuatan Azzam selama empat tahun ini menghabiskan dana 490 juta pound sterling (Rp 8,8 triliun).

Syekh Khalifah juga telah menyuruh agen prpertinya, Andrew Lax, membeli sebuah rumah di Washington DC, rencanya bakal ditinggali Syekh khalifah selama lawatan resmi di Amerika Serikat. Sebab dia tidak suka menetap di hotel.

Syekh Khalifah mengalokasikan fulus 20 juta pound sterling (Rp 360,6 miliar). Dia cuma minta rumah akan dibeli di washington DC itu mempunyai tempat parkir bawah tanah, sehingga dia bisa keluar dari mobil antipelurunya dan masuk ke dalam rumah tanpa ketahuan siapa saja.

Tadinya yang diincar termasuk rumah bekas kepunyaan pendiri AOL dan Hickory Hill, pernha menjadi kediaman keluarga John F. Kennedy.

Tapi lawatan ke Amerika tidak terwujud, sehingga rencana pembelian rumah di Washington DC batal.

Semua properti milik Syekh Khalifah dan eluarga di luar negeri diurus oleh the Lancer Property and Berkeley Square Holdings, perusahaan cangkang beralamat di the British Virgins Islands kepunyaan Syekh Khalifah.

Pada 2017, para direktur the Lancer Property, termasuk Andrew Lax, dipecat karena diduga mennggelapkan dana 32 juta pound sterling saat mengelola aset milik Syekh Khalifah.

Lax membantah sangkaan itu dan menekankan semua pembayaran berdasarkan persetujuan Syekh Khalifah. Mantan direksi the Lancer Property menggugat balik Syekh Khalifah atas biaya sebelas juta pound sterling belum dibayarkan.

Mereka berencana menggunakan dokumen dibubuhi tanda tangan tidak mirip dengan keounyaan Syekh Khalifah tapi tanda tangan adiknya, Syekh Muhammad bin Zayid, Putera Mahkota Abu Dhabi.

Setelah terkena stroke pada 2014, Syekh Khalifah memang jarang tampil di muka umum. Urusan kenegaraan saban hari dilakukan oleh Syekh Muhammad bin Zayid.

Tim kuasa hukum Syekh Khalifah membantah tuduhan kleinnya menderita kelemahan mental dan bersikap cabul. Syekh Khalifah menjadi Emir Abu Dhabi sekaligus Presiden UEA setelah ayahnya, Syekh Zayid bin Sultan an-Nahyan, meninggal pada 2004.

Syekh Zayid juga mempunyai banyak rumah. Pada 1988, dia membeli tempat tinggal di ittinghurst Park, bekas rumah penyanyi grup musik the beatles John Lennon sebelum dijual kepada koleganya Ringo Starr.

Syekh Khalifah seperti hidup di dunia lain. Ketika jutaan orang di Suriah lari meninggalkan rumah-rumah mereka gegara perang dan tidak tahu kapan bisa kembali, Syekh Khalifah lantaran kebanyakan rumah malah tidak pernah mengunjungi vilanya di Spanyol sejak dibeli 17 tahun lalu.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Skuad Macan binaan Bin Salman

Kewajiban 50 anggota Skuad Macan cuma satu: menaati perintah Bin Salman buat menculik atau menghabisi para pembangkang.

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

Kuasa Erdogan jaya ISIS

Ada kesepakatan antara ISIS dan intelijen Turki untuk membuka perbatasan bagi jihadis-jihadis ISIS cedera untuk dirawat di Turki.

Museum Hagia Sophia di Kota istanbul, Turki, saat musim dingin. (Maurice Flesier via Wikimedia Commons)

Makan malam pengubah status Hagia Sophia

Erdogan pada 10 Juli lalu seperti mengobati luka itu. Menjadikan Hagia Sophia masjid lagi bak sebuah kemenangan untuk kaum muslim.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Dua pilihan Bin Salman dalam suksesi Saudi

Konflik internal dalam keluarga kerajaan serta kian rentanya umur memburuknya kesehatan Raja Salman membikin Bin Salman berpacu dengan waktu.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Skuad Macan binaan Bin Salman

Kewajiban 50 anggota Skuad Macan cuma satu: menaati perintah Bin Salman buat menculik atau menghabisi para pembangkang.

07 Agustus 2020
Kuasa Erdogan jaya ISIS
05 Agustus 2020
Haji karut marut
20 Juli 2020

TERSOHOR