kisah

Kuasa Erdogan jaya ISIS

Ada kesepakatan antara ISIS dan intelijen Turki untuk membuka perbatasan bagi jihadis-jihadis ISIS cedera untuk dirawat di Turki.

05 Agustus 2020 21:51

Bukan di Raqqah atau di Mosul. Dua kota ini pernah menjadi simbol kejayaan milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). Raqqah, terletak di Suriah adalah ibu kota ISIS, sedangkan Mosul menjadi tempat Abu Bakar al-Baghdadi pada Juni 2014 mengumumkan berdirinya khilafah islamiyah sekaligus dirinya sebagai khaliffah. Tapi paling mengejutkan, perempuan Yazidi itu disekap oleh seorang anggota ISIS dalam sebuah apartemen di Ibu Kota Ankara, Turki.

Gadis nahas berumur 24 tahun itu bernama Zozan K. Keluarganya asal Sinjar, kawasan permukiman etnis minoritas Yazidi di utara Irak, menemukan Zozan pekan lalu, seperi dilansir situs berita Duvar.

Keadaannya mengenaskan. Sekujur tubuhnya dipenuhi luka bakar akibat sundutan rokok, parut sayatan silet, bekas-bekas kekerasan seksual, dan kekurangan gizi.

Seorang anggota ISIS membeli Zozan dari situs perdagangan gelap, beberapa tahun setelah dia diculik dari Sinjar pada 2014, ketika ISIS menyerbu kampung halaman etnis Yazidi.

Pencaplokan wilayah pegunungan Sinjar oleh ISIS pada 3 Agustus 2014 menjadi awal pembantaian kaum Yazidi. Ribuan lelakinya dibunuh dan para perempuan mereka, terutama yang muda, diculik dan dijadikan budak seks.

Zozan waktu itu berusia 16 tahun. Dia menghabiskan empat tahun dalam penyanderaan anggota ISIS sebelum keluarganya - selamat dari pembantaian ISIS pada 2014 dan mendapat suaka di Australia, berhasil melacak keberadaannya di pasar budak seks virtual. Fotonya terpampang cuma sejam sebelum dia dibeli anggota ISIS.

Pria membeli Zozan adalah warga Irak keturunan Turkmen. Dia kemudian membawa Zozan ke Mosul. Sekitar sepuluh bulan lalu, dia memindahkan Zozan ke apartemennya di Ankara. Di sana, Zozan tinggal bareng dua istri lain dari anggota ISIS itu bersama empat anak mereka.

Anggota ISIS penyekap Zozan ini kerap bolak balik Turki-Irak. Hingga dalam salah satu kunjungannya ke Irak, sang mediator menyampaikan pihak keluarga inginmembawa kembali Zozan. Lelaki itu bersedia menjual Zozan. Setelah harga diminta dibayar oleh kerabatnya di Irak, Zozan langsung dibebaskan dan segera meninggalkan Turki.

Tidak ada laporan disampaikan pihak keluarga kepada aparat keamanan Turki: ada anggota ISIS bersembunyi di Ankara bareng dua istrinya dan menyekap perempuan Yazidi dalam apartemennya.

Alhasil, wajar saja muncul tudingan Presiden Turki sedari awal membiarkan ISIS menjadi besar dan kini bangkit lagi. Ketika ISIS pertama kali muncul dengan jargon khilafah islamiyah, Erdogan membiarkan puluhan ribu jihadis dari lusinan negara menyeberang ke Suriah dan Irak melalui negaranya.

Bahkan, menurut Direktur the International Center for the Study of Violent Extremism (ICSVE) Anne Speckhard, ada seorang pentolan ISIS bertindak sebagai duta besar kelompok bersenjata itu untuk Turki. Namanya Abu Mansur al-Maghribi.

"Tugas saya di Raqqah adalah berkaitan dengan kasus-kasus internasional," kata Abu Mansur mengenang tiga tahun masanya bergabung bareng ISIS. "Pekerjaan saya adalah memastikan hubungan kami (ISIS) dengan intelijen Turki berjalan baik."

Abu Mansur adalah insinyur elektrik dari Maroko. Dia datang ke Suriah pada 2013. Seperti jihadis ISIS asing lainnya, dia berharap dapat menumbangkan rezim Presiden Suriah Basyar al-Assad untuk mendirikan khilafah islamiyah.

Dari Kota Kasablanka, Maroko, Abu Mansur terbang ke Isanbul, Turki. Kemudian melanjutkan perjalanan ke wilayah perbtasan dengan Suriah di selatan Turki. Pemberhentian pertamanya di Idlib, Suriah, bertepatan dengan baru meleutpnya pertempuran antara ISIS dengan Jabhat an-Nusrah (sayap Al-Qaidah di Suriah).

Abu Mansur lalu dikasih wewenang untuk mengamankan perbatasan Turki-Suriah agar lalu lintas jihadis asing keluar masuk kedua negara itu berjalan lancar. "Saya mengarahkan orang-orang kami untuk menerima kedatangan jihadis asing di Turki," ujarnya.

Dari Istanbul, para ihadis asing itu kemudian diajak masuk ke Suriah melalui kota-kota perbatasan di Turki, seperti Gaziantep, Antakya, dan Sanliurfa. "Kebanyakan para agen kami di Turki dibayar oleh ISIS."

Mereka bukan anggota ISIS. Ideologi mereka hanya fulus bukan khilafah.

Abu Mansur mengungkapkan soal jaringan ISIS di Turki. Banyak yang sudah berbaiat. Mereka tinggal sendiri atau berkelompok di Turki. Tapi tidak ada kelompok ISIS bersenjata di negara itu.

Abu mansur bilang kebanyakan jihadis asing bergabung dengan ISIS berasal dari Afrika Utara, terutama Tunisia (13 ribu orang) dan maroko (4 ribu orang). Dari Eropa, dia memperkirakan juga empat ribu orang. Sedangkan asalLibya kurang dari seribu jihadis.

Abu Mansur akan memastikan para jihadis asing ingin bergabung dengan ISIS bisa tiba selamat di tempat penerimaan atau pendataan, yakni Tal Abyad, Aleppo, dan Idlib.

Para perempuan asing, baik masih lajang atau sudah menikah juga banyak datang ke Suriah melalui Turki. Yang lajang langsung dibawa ke Raqqah. Sedangkan yang sudah menikah dipertemukan dengan suami mereka. Mereka diberikan tempat tinggal sampai suami mereka merampungkan pelatihan militer dan idelogi.

Menurut Abu Mansur, sebelum Abu Bakar al-Baghdadi mengumumkan berdirinya khilafah dan mengangkat dirnya sebagai khalifah, 50 persen jihadis asing datang ingin menjadi pengebom bunuh diri. Tapi setelah khilafah terbentuk di Raqqah, jumlah ingin menjadi syuhada turun menjadi 20 persen.

"Selama 2014-2015, kami kedatangan sekitar 35 ribu jihadis asing ingin bergabung dengan ISIS," ujar Abu Mansur. "Setelah itu, jumlahnya menurun saban tahun."

Abu Mansur menjelaskan Turki membebaskan perbatasan mereka bagi jihadis asing masuk ke Suriah asal mereka diberitahu: siapa, di mana mereka masuk, dan berapa jumlah mereka. kadang Turki mengarahakan pintu-pintu perbatasan mana yang boleh dimasuki jihadis asing ingin ke Suriah. Atau memberitahu Abu Mansur agar jangan masuk ke Suriah secara berkelompok.

Turki juga kadang memberitahu Abu Mansur supaya jihadis asing masuk ke Suriah tanpa membawa senjata atau jangan berpenampilan dengan brewk lebat dan panjang. "Pada 2014, mereka (Turki) membuka beberapa perlintasan resmi di bawah pengawasan intelijen mereka sehingga jihadis ISIS bisa bebas keluar masuk Suriah," tutur Abu Mansur.

Abu Mansur mengungkapkan ada kesepakatan antara ISIS dan intelijen Turki untuk membuka perbatasan bagi jihadis-jihadis ISIS cedera untuk dirawat di Turki. "Saya sudah sering bertemu dengan para pejabat MIT (badan intelijen Turki)," tuturnya.

Menurut dia, pertemuan itu dihadiri beberapa tim dari Turki, sebagian mewakili intelijen dan yang lain dari angkatan darat. Ada 3-5 tim dari lembaga berbeda-beda. Kebanyakan Abu mansur bertemu para pejabat Turki itu di markas militer. Kadang pertemuan berlangsung tiap pekan, tergantung isu dibahas. Kebanyakan lokasi pertemuan di Ankara dan Gaziantep.

Abu Mansur bahkan pernah dijanjikan untuk bertemu langsung dengan Erdogan. "Salah satu pejabat intelijen Turki mengatakan Erdogan ingin bertemu ssaya secara tertutup tapi tidak pernah terwujud."

Untuk menjalankan tugas diplomasinya dengan Turki, Abu Mansur mendapat perintah dari orang Irak bernama Muhammad Hudud, anggota Majelis Syura ISIS.

Abu Mansur mengungkapkan Erdogan ingin menguasai semua wilayah utara Suriah karena dia bermimpi mengembalikan kekuasaan Kekhalifahan Usmaniyah. "Ini adalah ideologi islamis Erdogan. Sebelum Perjanjian Sykes Picot dibuat sehabis Perang Dunia Kedua, Aleppo dan Mosul bagian dari Kekhalifahan Usmaniyah," katanya. "Mereka ingin menghancurkan bangsa Kurdi, jadi mereka memanfaatkan ISIS untuk melawan Kurdi."

Erdogan membuktikan ambisinya itu dengan menginvasi wilayah utara Suriah dihuni mayoritas etnis Kurdi sejak Oktober tahun lalu. Hal ini memberi peluang untuk ISIS bangkit lagi. Menurut Rojava Information Center, serangan-serangan sel tidur ISIS meningkat sejak invasi Turki. Bahkan kamp Ain Isa menampung keluarga jihadi asing, perempuan dan ana-anak, ditutup setelah serangan Turki menyebabkan semua penghuninya kabur, termasuk 300 orang asal Indonesia.

Menurut sejumlah sumber Albalad.co dalam kamp Al-Haul, banyak perempuan dan anak-anak keluarga jihadis asing, lari ke daerah-daerah telah dikuasai Turki di utara Suriah atau bahkan ke Turki.

ISIS pun diuntungkan dengan kesepakatan itu. Daerah perbatasan Turki-Suriah merupakan pintu masuknya obat-obatan dan makanan. Semua logistik buat ISIS masuk ke Suriah lewat Turki atas nama bantuan kemanusiaan.

Abu Mansur menambahkan penghasilan dari penjualan minyak oleh ISIS tiap bulannya mencapai US$ 14 juta. Setengah dari angka itu cukup untuk membeli banyak persenjataan dibutuhkan ISIS buat berperang. Dia menyebut Turki kadang memfasilitasi pembelian senjata oleh ISIS seharga US$ 10 juta dan dikirim ke Suriah lewat Turki.

"Kami juga merundingkan agar bisa membawa para pejuang kami luka untuk dirawat di rumah sakit di Turki," ujar Abu Mansur. Untuk tujuan ini, tentara perbatasan Turki tidak pernah meminta paspor anggota ISIS ingin dirawat di Turki. Ambulans ISIS pun bebas keluar masuk Turki Suriah tanpa diinterogasi atau diperiksa.

"kami dapat enyebrang ke Turki dari banyak tempat. Mereka tidak menanyakan identitas resmi kami," tutur Abu Mansur. "Kami hanya perlu memberitahu mereka saja."

Badan intelijen Turki juga akan mengirim ambulans ke perbatasan untuk membawa jihadis-jihadis ISIS luka akibat bertempur ke rumah sakit mana saja di Turki sesuai perawatan dibutuhkan. Biaya perawatan ditanggung oleh ISIS dan bahkan ada rumah sakit di Turki yang menggratiskan ongos rawat bagi para jihadis ISIS.

Abu Mansur tidak mengetahui sudah berapa banyak jihadis ISIS cedera dirawat di Turki tapi dia bilang hal itu rutin terjadi. "Sesuai perjanjian, Turki membuka perbatasan untuk jihadis-jihadis ISIS luka dan menyediakan ambulans untuk membawa mereka ke rumah sakit di Turki. Ini seperti kesepakatan antara kedua negara."

Abu Mansur juga berunding dengan Turki mengenai pasokan air buat ISIS, terutama dari dari Sungai Furat.

Sejatinya pemerintah Suriah sudah memiliki perjanjian dengan Turki untuk mengalirkan 400 meter kubik per detik air ke negara Syam itu. Namun setelah revolusi meletup pada 2011, jumlah debit air boleh dialirkan ke Suriah diturunkan menjadi 150 meter kubik tiap detik. "Setelah kami berunding (ISIS dan Turki), j]angkanya kembali ke 400 meter kubik saban detik," kata Abu Mansur.

Abu mansur menegaskan ISIS sangat membutuhkan pasokan air untuk pertanian dan pembangkit tenaga listrik. Dari perjanjian itu, ISIS menjamin tidak akan ada anggta atau simpatisan ISIS menyerang Turki. "Kami kerap bilang, 'Kalian bukan musuh kami dan bukan teman kami.'"

Abu Mansur mengakui ISIS menjual minyak dari ladang-ladang minyak Suriah mereka kuasai kepada Turki dan itu terjadi spontan tanpa lewat perjanjian. "Turki satu-satunya pasar bagi kami untuk menjual minyak. Minyak dikirim oleh ISIS ke Turki melalui para pedagang mereka datang untuk mengambil minyak atas izin kami," katanya.

Departemen Keuangan Amerika Serikat bulan lalu mengumumkan telah menerapkan sanksi terhadap seorang pendana utama ISIS tinggal di Turki. Tahun lalu, sanksi serupa diberikan kepada dua kementerian dan tiga pejabat senior Turki karena dituding menghalangi operasi militer anti-ISIS dilakoni pasukan Amerika dan sekutunya di Suriah.

"Tindakan pemerintah Turki membahayakan warga sipil dan membuat kawasan tidak stabil, termasuk melemahkan kampanye militer untuk melenyapkan ISIS," kata Departemen Keuangan Amerika waktu itu.

Alhasil, makin terlihat jelas selama Erdogan berkuasa, ISIS pernah berjaya dan kini mampu bangkit lagi.

Museum Hagia Sophia di Kota istanbul, Turki, saat musim dingin. (Maurice Flesier via Wikimedia Commons)

Makan malam pengubah status Hagia Sophia

Erdogan pada 10 Juli lalu seperti mengobati luka itu. Menjadikan Hagia Sophia masjid lagi bak sebuah kemenangan untuk kaum muslim.

Museum Hagia Sophia di Kota istanbul, Turki, saat musim dingin. (Maurice Flesier via Wikimedia Commons)

Gonta ganti Tuhan di Hagia Sophia

Di waktu subuh pada 1 Juli, untuk pertama kali dalam 85 tahun, azan dikumandangkan dari dalam Hagia Sophia.

Struktur ISIS diambil dari dokumen bikinan Haji Bakar. (derspiegel.de)

Ramadan dan kebangkitan ISIS

Kebangkitan ISIS bukan sekadar jumlah serangan mereka lakukan kian banyak. Namun serbuan mereka lakoni berakibat fatal dan serangan mereka bervariasi.

Daftar nama warga Indonesua terkait ISIS di kamp Ain Isa. (Rojava Information Center)

Menengok para pemuja ISIS asal Indonesia di Suriah

Terdapat 450 warga Indonesia di kamp Ain isa dan 300 orang lainnya di kamp Al-Haul.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Denyut bisnis UEA-Israel

Para investor Israel bakal lebih mempertimbangkan untuk membeli properti di UEA ketimbang London atau New York, terutama karena faktor kedekatan wilayah.

21 September 2020

TERSOHOR