kisah

Skuad Macan binaan Bin Salman

Kewajiban 50 anggota Skuad Macan cuma satu: menaati perintah Bin Salman buat menculik atau menghabisi para pembangkang.

07 Agustus 2020 14:12

Selain Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman, dalam gugatan diajukan tim kuasa hukumnya di Pengadilan Distrik Columbia, Amerika Serikat, mantan pejabat intelijen Saudi, Saad al-Jabri, juga memasukkan nama-nama anggota tim dikirim Bin Salman untuk menghabisi dirinya di Kanada dua tahun lalu.

Dalam salinan surat gugatan setebal 107 halaman diperoleh Albalad.co hari ini, juga terdapat tiga nama orang kepercayaan Bin Salman juga terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis surat kabar the Washington Post, dalam kantor Konsulat Saudi di Kota Istanbul, Turki. Ketiga loyalis Bin Salman ini adalah penasihat Saud al-Qahtani, Badr al-Asakir (kepala kantor Bin Salman), dan bekas wakil kepala badan intelijen Saudi Brigadir Jenderal Ahmad al-Assiri.

Saud al-Qahtani mengawasi proses pembunuhan Khashoggi melalui Skype. Al-Asakir mepat kali menerima telepon dari ketua tim saat eksekusi sudah dilakukan. Sedangkan Al-Assiri memerintahkan tim terbang ke Istanbul buat melaksanakan misi menghabisi warga Saudi menetap di Amerika sejak 2017 itu.

Seperti tim beranggotakan 15 warga Saudi bertugas menghabisi Khashoggi pada 2 Oktober 2018, tim serupa dikirim ke Kanada buat melenyapkan Al-Jabri juga anggota dari Skuad Macan.

Dalam surat gugatannya, Al-Jabri menceritakan Skuad Macan adalah pasukan elite beranggotakan personel berpengalaman di bidang intelijen, militer, dan forensik. Mereka diambil dari beragam lembaga pemerintah Saudi. Kewajiban mereka hanya satu: menaati segala perintah Bin Salman buat menculik, menyiksa, atau membunuh para pembangkang terhadap dirinya, baik tinggal di Saudi atau menetap di luar negeri.

Dalam tiap misinya, Skuad Macan bisa diperintah langsung oleh Bin Salman atau lewat Saud al-Qahtani, Ahmad al-Assiri, dan disokong oleh Badr al-Asakir. Ketiga orang dekat ini akan mengawasi pelaksanaan tiap misi dijalankan Skuad Macan dan dilaporkan langsung kepada Bin Salman.

Skuad Macan ini dibentuk pada September 2015, setelah Al-Jabri diberhentikan dari Kementerian Dalam Negeri. Skuad Macan dibikin setelah Al-Jabri menolak permintaan Bin Salman untuk menurunkan personel Mabahith (polisi rahasia di bawah kendali Al-Jabri) untuk menculik seorang pangeran Saudi tinggal di Eropa dan getol mengkritik Bin Salman melalui media sosial.

"Dr. Saad (Saad al-Jabri) menolak karena menilai tindakan itu tidak bermoral, melanggar hukum, serta akan merusak kepentingan Arab Saudi di Eropa dan negara-negara Barat lainnya," seperti tertulis dalam surat gugatan Al-Jabri kepada Bin Salman.

Bin Salman berkukuh dengan rencananya. Dia mengirim sejumlah anggota Skuad Macan dan berhasil membawa pulang pangeran pembangkang menggunakan jet pribadi. Dia ditahan dan disiksa dengan pantauan Saud al-Qahtani.

Skuad Macan ini mirip kelompok gangster. Mereka bekerja demi kepentingan pribadi Bin Salman dan tanpa dukungan dari institusi pemerintah Saudi.

Sejak dibentuk, Skuad Macan - beranggotakan 50 orang dan semuanya warga Saudi -dipakai buat membungkam atau melenyapkan orang-orang dianggap dapat menghalangi jalan Bin Salman menuju singgasana. Skuad Macan pula telah menculik beberapa pangeran, meracuni seorang hakim menentang Visi 2030 bikinan Bin Salman, menyisa dan menyodomi seorang ulama, serta membunuh dan memutilasi Jamal Khashoggi.

Semua 50 personel Skuad Macan ahli dan berpengalaman di bidang masing-masing. Jadi mereka tahu apa yang mesti dipersiapkan untuk menghabisi seseorang tanpa meninggalkan bekas.

Dalam misi buat menghabisi Al-Jabri, Bin Salman mengirim 15 anggota Suad Macan ke Kanada, 13 hari setelah melenyapkan Jamal Khashoggi. Mereka juga membawa dua tas berisi peralatan forensik.

Tim pembunuh ini terdiri dari Letnan Kolonel Misyaal Fahad as-Sayid, bekerja sebagai tenaga frensik senior di Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi. Dia mengajar mata kuliah indetifikasi korban bencana alam di sebuah kampus di Ibu Kota Riyadh. Dia pernah jadi narasumber diskusi bareng Dr. Muhammad Saleh Tubaigi, ahli forensik memutilasi Jamal Khashoggi.

Kemudian ada Khalid Ibrahim Abdul Aziz al-Gasim (anggota tim forensik DNA di Kementerian Dalam Negeri), Saud badul Aziz as-Saleh (perwira intelijen militer senior bekerja di Kementerian Pertahanan), Bandar Said al-Haqbani (bekerja di Kementerian Dalam Negeri), Ibrahim Hamad Abdurrahman al-Hamid (bekerja di Kementerian Luar Negeri), serta sepuluh orang lainnya.

Namun kali ini mereka gagal melaksanakan misi setelah ketahuan di bagian imigrasi.

 

 

 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Dua pilihan Bin Salman dalam suksesi Saudi

Konflik internal dalam keluarga kerajaan serta kian rentanya umur memburuknya kesehatan Raja Salman membikin Bin Salman berpacu dengan waktu.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Buru Jabri incar dokumen

"Dia memiliki semua dokumen mengenai segala hal dan menyangkut semua orang penting di Saudi," tutur seorang eks pejabat keamanan regional.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Beli Newcastle topeng darah Bin Salman

"Sampai Bin Salman diadili secara jujur atas perannya dalam pembunuhan brutal Khashoggi, semua organisasi atau perusahaan harus tidak berhubungan bisnis dengan dia," ujar Hatice Cengiz.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Tipuan Bin Salman di malam Ramadan

Proses pemilihan Bin Salman menjadi putera mahkota Arab Saudi tidak sah.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Denyut bisnis UEA-Israel

Para investor Israel bakal lebih mempertimbangkan untuk membeli properti di UEA ketimbang London atau New York, terutama karena faktor kedekatan wilayah.

21 September 2020

TERSOHOR