kisah

Antre berdamai dengan Israel

Turki menjadi negara muslim pertama mengakui Israel tapi puncak keberhasilan diplomasi Netanyahu kalau mampu menggaet Arab Saudi.

14 Agustus 2020 21:13

Dunia kemarin dihebohkan dengan perjanjian damai tercapai antara Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) dengan Amerika Serikat sebagai mediator. Kesepakatan bersejarah ini terbentuk dalam pembicara telepon triparti: Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan, dan Presiden Donald Trump.

Keberhasilan Netanyahu sekaligus prestasi diplomasi Trump - pamor keduanya jeblok di dalam negeri - kemungkinan masih akan berlanjut. Setidaknya masih ada lima negara dalam antrean ingin berdamai dengan negara Zionis itu, yakni Arab Saudi, Bahrain, Oman, Sudan, dan Chad.

Keputusan berani itu menjadikan UEA negara Arab ketiga menjalin hubungan resmi dengan Israel setelah Mesir pada 1979 dan Yordania di 1994. Kalau di kalangan negara berpenduduk mayoritas muslim, keempat setelah Turki sebagai perintis berhubungan diplomatik dengan Israel sejak 1949.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pernah melawat ke Israel pada 2005. Hubungan kedua negara memburuk sejak Perang Gaza Desember 2008-Januari 2009 dan Insiden Kapal Mavi Marmara pada Mei 2010.

Pada Desember 2015, Turki dan Israel mengadakan sebuah pertemuan rahasia untuk menormalisasi hubungan diplomatik dan kesepakatan terwujud pada 27 Juni 2016. Pada Desember 2017, Erdogan mengancam memutus hubungan diplomatik dengan Israel setelah Trump mengakui Yerusalem ibu kota negara Bintang Daud itu, namun ancamannya tidak menjadi kenyataan.

Keempat negara anggota Organisasi Konferensi islam (OKI) itu - Turki, Mesir, Yordania, dan UEA - tentu menjadi preseden bagi kelima negara sedang antre untuk membina hubungan diplomatik dengan Israel. Keempat negara itu tidak dimusuhi. Mereka masih menjadi anggota Liga Arab dan OKI.

Direktur Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) Yossi Cohen adalah orang secara khusus ditugaskan oleh Netanyahu buat mendekati negara-negara Arab dan muslim. Cohen sepanjang tahun lalu beberapa kali berkunjung ke UEA secara rahasia. Mossad pula mengatur pengiriman alat medis dari Israel ke UEA untuk mengatasi pandemi virus corona Covid-19 di negara Arab Teluk itu, seperti dilansir the New York Times.

Maret lalu, seratus ribu alat tes Covid-19 dikirim dari UEA ke Israel lewat bantuan Mossad, seperti dilaporkan Yediot Ahronot.

Cohen kerap bertemu dengan utusan dari UEA, Arab Saudi, Qatar, Yordania, dan Mesir selama beberapa tahun upaya membangun hubungan dengan negara-negara Arab Teluk.

Semalam, Netanyahu menelepon Cohen. Dia berterima kasih atas usaha bertahun-tahun Cohen menjalin komunikasi dengan negara-negara Arab teluk hingga mencapai puncaknya: terjalin perjanjian untuk membina hubungan diplomatik.

Jared Kushner, menantu sekaligus penasihat senior Presiden Trump untuk Timur Tengah, menegaskan akan ada lagi negara Arab menyusul untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. Para pejabat Gedung Putih bilang Oman dan Bahrain giliran selanjutnya.

Netanyahu pada Oktober tahun lalu melawat ke Oman dan bertemu Sultan Qabus bin Said, kini telah wafat. Itu menjadi lawatan pertama perdana menteri Israel ke negara Arab Teluk.

Dua tahun lalu, Bahrain dan Israel menggelar sejumlah pertemuan rahasia untuk membahas pembukaan hubungan diplomatik antara kedua negara. Pada Juli 2019, Israel Katz, Menteri Luar Negeri Israel, dan Menteri Luar Negeri Bahrain Khalid bin Ahmad al-Khalifah bertemu dan membahas soal Iran di Washington DC, di sela acara mengenai kebebasan beragama digelar oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.

Kemudian pada Mei 2020, muncul kabar delegasi dari tiga negara Arab Teluk mengunjungi Israel untuk belajar mengenai cara mengatasi wabah virus corona Covid-19.

Delegasi dari Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), dan satu negara Arab Teluk tidak disebut namanya melawat ke Sheba Medical Center di Tal Hashomer. Mereka bilang sangat tertarik terhadap metode dijalankan rumah sakit itu dalam menangani Covid-19.

Seorang pejabat senior Israel mengatakan kepada radio Kan, Bahrain akan menjadi negara berikutnya menyusul jejak Turki, Mesir, Yordania, dan UEA.

Sudan juga masuk antrean. Di awal Februari tahun ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemarin bertemu Ketua Dewan Transisi Sudan Abdil Fattah al-Burhan. Pertemuan rahasia itu berlangsung di kediaman Presiden Uganda Yoweri Museveni di Ibu Kota Entebbe.

Netanyahu membocorkan pertemuan ini ke publik melalui akun Twitternya. Kedua pemimpin sepakat untuk mulai menormalisasi hubungan.

"Saya bertemu dengan Ketua Dewan Transisi Sudan Abdil Fattah al-Burhan di Entebbe," tulis Netanyahu. "Kami bersepakat memulai kerjasama akan menormalkan hubungan kedua negara."

Pertemuan itu berlangsung di sela kunjungan resmi Netanyahu selama sehari di Uganda. Kabar ini muncul di tengah penolakan Liga Arab dan Organisasi Konferensi Islam (OKI) terhadap proposal damai Presiden Amerika Serikat untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel.

Pada Januari 2019, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Chad Idris Deby hari ini mengumukan pembukaan kembali hubungan diplomatik antara kedua negara.

Langkah ini terjadi dalam kunjungan balasan Netanyahu ke Ibu N'Djamena, Chad, setelah November tahun lalu Deby melawat ke Tel Aviv.

Hubungan diplomatik Israel-Chad putus pada 1972 atas desakan pemimpin Libya Muammar al-Qaddafi.

"Presiden Chad Idris Deby dan saya telah mengumumkan pembukaan kembali hubungan diplomatik antara Chad dan Israel," kata Netanyahu melalui Twitter. "Ini sebuah peristiwa bersejarah."

Usaha gigih Netanyahu ini akan mencapai puncak kalau berhasil menggaet Arab Saudi. Di bawah kepemimpin Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, peluang itu terbuka lebar. Anak dari Raja Salman ini sudah menganggap Palestina bukan lagi isu prioritas bagi negara Kabah itu dan dunia Arab serta muslim.

Sejak dua tahun lalu Arab Saudi getol menangkapi anggota dan para aktivis Hamas sudah lama menetap di sana, termasuk kepaa perwakilan Hamas di Saudi, Muhammad al-Khoudari. Sedari Maret tahun ini, pengadilan rahasia dilaksanakan untuk menghukum para anggota dan simpatisan Hamas.

Negeri Dua Kota Suci itu juga sudah menyatakan kelompok Al-Ikhwan al-Muslimun, termasuk Hamas, sebagai organisasi teroris dan dilarang di sana.

Buat mengalihkan perhatian dunia dari pembunuhan keji terhadap kolumnis surat kabwar the Washington Post, Jamal Khashoggi, sejumlah sumber membocorkaan kepada Middle East Eye, Bin Salman membujuk Netanyahu buat membombardir Jalur Gaza.

Setahun sebelumnya, menurut sumber Albalad.co dalam lingkungan istana, mengungkapkan Bin Salman memimpin sebuah delegasi resmi mengunjungi Israel dan bertemu Netanyahu.

Mike Evans, pendiri Museum Friends of Zions sekaligus penasihat Evangelis buat Presiden Trump mengklaim Bin Salman lebih pro-Israel ketimbang banyak orang Yahudi. "Tidak ada keraguan dalam pikiran saya, dia (Bin Salman) memiliki keberanian untuk melakukan hal seperti UEA lakoni. Perjanjian damai Saudi-Israel akan terlaksana dan itu tinggal menunggu waktu," ujarnya.

Prediksi Netanyahu benar: akan ada negara Arab dan muslim rela berdamai dengan Israel. Pemimpin dari Partai Likud ini bukan sekadar berkhayal tapi dia mengusahakan mimpi itu bisa terwujud sejak 2009.

 

 

Kereta cepat Haramain menghubungkan Makkah dan Madinah di Arab Saudi beroperasi mulai 24 September 2018. (Saudi Gazette)

Suap proyek kereta dua kota suci

Eks Raja Spanyol Juan Carlos menerima uang suap US$ 100 juta dari mendiang Raja Abdullah terkait proyek kereta cepat Makkah-Madinah.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz tiba di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, 1 Maret 2017. Dia bersama rombongan berjumlah 1.500 orang akan berada di Indonesia selama 1-12 Maret. (Dokumentasi Albalad.co)

Tawa Israel air mata Palestina

Usai penandatanganan kesepakatan normalisasi hubungan antara Israel dengan UEA dan Bahrain, Trump bilang ada 7-9 negara lagi siap berdamai. Arab Saudi, Oman, dan Sudan masuk dalam antrean.

Presiden Chad Idris deby mengadakan pertemuan dengan tamunya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, di Ibu Kota N'Djamena, 20 Januari 2019. (Twitter/@netanyahu)

Chad akan buka kantor perwakilan diplomatik di Yerusalem

Dua Chad awal pekan ini mengunjungi Israel.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bintang Daud dalam dekapan Bin Salman

Bin Salman sudah dua kali bertemu Netanyahu.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Suap proyek kereta dua kota suci

Eks Raja Spanyol Juan Carlos menerima uang suap US$ 100 juta dari mendiang Raja Abdullah terkait proyek kereta cepat Makkah-Madinah.

18 September 2020

TERSOHOR