kisah

Suap proyek kereta dua kota suci

Eks Raja Spanyol Juan Carlos menerima uang suap US$ 100 juta dari mendiang Raja Abdullah terkait proyek kereta cepat Makkah-Madinah.

18 September 2020 21:36

Semua orang masih menerka-nerka di mana keberadaan mantan Raja Spanyol Juan Carlos setelah kabur dari negaranya awal bulan lalu. Ayah dari Raja Felipe ini meninggalkan negeri Matador itu saat dirinya tengah diselidiki atas dugaan menerima suap dalam proyek kereta cepat Makkah-Madinah di Arab Saudi.

Dalam suratnya kepada sang putra, Raja Felipe, Juan Carlos mengatakan dirinya terpaksa pergi lantaran tidak ingin menyulitkan posisi dan mencoreng citra anaknya itu sebagai penguasa Spanyol. "Saya memutuskan untuk pergi saat ini keluar dari Spanyol."

Mahkamah Agung Spanyol memutuskan untuk membuka investigasi terhadap skandal korupsi membelit Juan Carlos Januari tahun ini. Melalui keterangan tertulis Juni lalu, Kejaksaan Agung Spanyol menyebutkan pihaknya tengah menyelidiki dugaan Juan Carlos menerima fulus US$ 100 juta dari penguasa Saudi waktu itu, Raja Abdullah bin Abdul Aziz.

Investigasi terhadap berbagai dugaan skandal keuangan membekap Juan Carlos bisa dilakukan setelah dia menyatakan mundur enam tahun lalu. Sebab dia tidak lagi memiliki kekebalan hukum sebagai seorang raja.

Suap itu diberikan terkait proyek pembangunan kereta cepat Haramain, menghubungkan dua kota suci: Makkah dan Madinah. Juan Carlos menerima duit tidak halal ini pada 2008, tiga tahun sebelum konsorsium Spanyol menang tender dalam proyek Kereta Haramain.

Eks Raja Spanyol itu diduga mentransfer uang dalam jumlah sangat besar kepada mantan kekasihnya, Corinna Larsen, diyakini sebagai upaya menyembunyikan duit haram itu dari pihak penegak hukum.

Juan Carlos juga diduga menyembunyikan uang suap dari Saudi itu di sebuah perusahaan cangkang bernama the Lucum Foundation, dibentuk pada 2008 dan memiliki kantor di Panama City. The Lucum Foundation memiliki kaitan dengan sebuah rekening di bank swasta Mirabaud di Kota Jenewa, Swiss.

Dalam rekening di Bank Mirabaud terdapat uang sebesar 65 juta eruo (sekitar US$ 100 juta) dengan keterangan sumbangan raja Arab Saudi.

Kejaksaan Agung Swiss juga menduga Juan Carlos terkait dengan rekening atas nama the Fondation Zagatka. Dalam penyelidikannya, Kejaksaan Swiss menyebutkan Juan Carlos pada 2010 terbang ke Kota Jenewa membawa koper berisi fulus US$ 1,9 juta. Duit itu dia serahkan kepada akuntannya, Arturo Fasana, memang tinggal di sana.

Kepada tim penyidik dari Kejaksaan Agung Swiss, Fasana mengungkapkan uang itu merupakah]n hadiah dari Raja bahrain Syekh Hamad bin Isa al-Khalifah kepada Juan Carlos. Menurut surat kabar El Pais, Juan Carlos bareng tiga menteri dan 15 pengusaha pada 2014 keliling ke enam negara Arab Teluk, termasuk Bahrain,

Setelah beragam media melaporkan sangkaan Raja Felipe ikut menikmati uang suap dari mendiang Raja Abdullah itu, sang raja Maret lalu memutuskan tidak akan menerima warisan dari Juan Carlos menjadi haknya. Dia juga menghapus jatah tunjangan tahunan bagi ayahnya itu sebesar US$ 228 ribu.

Juru bicara istana mengaku tidak mengetahui lokasi persembunyian Juan Carlos saat ini. Pengacaranya juga masih bungkam.

Sebagian media menebak Juan Carlos mengasingkan diri di sebuah vila mewah di Republik Dominika. Muncul juga spekulasi dia kini dia menetap di Portugal, tempat dia menghabiskan masa mudanya. Namun para pejabat di kedua negara ini bikang tidak mengetahui soal kehadiran Juan Carlos di sana.

Surat kabar ABC terbitan Spanyol melaporkan Juan Carlos sekarang tinggal di Hotel Emirates Palace di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Dia terbang meninggalkan Spanyol dengan pesawat pribadi pada Senin di awal Agustus.

Jet pribadi itu, menurut koran ABC, kemudian terbang dari Paris menuju Abu Dhabi, namun sempat singgah di Vigo, kota di barat daya Spanyol, untuk menjemput Juan Carlos empat pengawal pribadinya, dan satu orang lainnya.

Setiba di Bandar Udara Al-Batin, Abu Dhabi, rombongan Juan Carlos diterbangkan menggunakan helikopter ke Hotel Emirates Palace.

Tapi laporan ABC itu diragukan. Juru bicara TAG Aviation Global, jet prbadi disewa Juan Carlos, bilang perusahaannya sudah menjual Gulfstream 6500 katanya dipakai Juan carlos untuk lari dari Spanyol. Penerbangan terakhir dari Spanyol juga terjadi sebelum keberangkatan Juan Carlos dan itu pun terbang dari Barcelona bukan Vigo.

Selama 39 tahun menjadi raja sejak 1975 menggantikan Jenderal Fransisco Franco, Juan Carlos menjadi pujaan rakyat karena mampu membawa Spanyol dari negara otoriter menjadi sistem demokrasi. Tapi sejumlah skandal dia lakukan, termasuk pelesiran sambil berburu gajah di Bostwana pada 2012 - di saat negaranya kesulitan anggaran akibat krisis 2008 - membikin panornya anjlok.

Hingga dia akhirnya memutuskan turun takhta dua tahun sepulang melancong dari Bostwana.

 

Shimon Peres menandatangani formulir pengajuan untuk menjadi warga negara Palestina pada 1937. (PIC)

Temu rahasia Gus Dur-Peres di Halim

Kalau mau menjadi penengah, Indonesia harus berdialog dengan kedua pihak. Indonesia juga harus dan pantas dilibatkan sebagai mediator dalam proses perdamaian Palestina-Israel.

Daftar produk Turki diserukan untuk diboikot di Arab Saudi. (Twitter)

Gila belanja istri Erdogan

Emine Erdogan memiliki bros seharga Rp 221 juta.

Pangeran Muhammad bin Salman diangkat menjadi wakil putera mahkota. (al-arabiya)

Temu rahasia Saudi-Israel

"Kalau bukan karena isu Palestina, hubungan dengan Israel akan sangat terbuka dan disambut karena kami membutuhkan peralatan dan teknologi militer mereka," kata seorang mantan diplomat UEA tahun lalu.

Jalan di sekitar Masjid Al-Haram, Kota Makkah, lengang dari kendaraan sejak Arab Saudi memberlakukan jam malam pada 23 Maret 2020. (Haramain Info)

Jejak Yahudi di negeri Dua Kota Suci

Orang-orang Yahudi di Al-Ahsa menduduki posisi-posisi penting di Al-Ahsa, khususnya menjadi bendahara, dikenal dengan sebutan sanduq amini.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Temu rahasia Gus Dur-Peres di Halim

Kalau mau menjadi penengah, Indonesia harus berdialog dengan kedua pihak. Indonesia juga harus dan pantas dilibatkan sebagai mediator dalam proses perdamaian Palestina-Israel.

30 Oktober 2020

TERSOHOR