kisah

Cara Mossad habisi Fakhrizadeh

Misi ini dilaksanakan oleh 62 orang, termasuk 12 eksekutor di lapangan. Tim ini sangat terlatih, mirip pasukan elite.

30 November 2020 20:19

Nama lengkap lelaki 62 tahun itu adalah Muhsin Fakhrizadeh Mahabadi. Brigadir jenderal merupakan pangkat terakhirnya di IRGC (Korps Garda Revolusi Islam Iran). Dia juga mengajar fisika di Universitas Imam Husain, Ibu Kota Teheran, Iran.

Dia hidup seperti bayangan. Hanya segelintir elite mengetahui siapa sejatinya Fakhrizadeh dalam program nuklir Iran dan mengenal parasnya. Baru setelah Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) membunuh dirinya, rakyat Iran dan seluruh dunia melihat wajah Fakhrizadeh dan menjadi tahu betapa pentingnya perannya dalam program nuklir negara Mullah itu.

Mossad sudah memperoleh nama Fakhrizadeh melalui dokumen tulisan tangan dan ditandatangani sendiri oleh Fakhrizadeh pada 2002. Mossad dan CIA (dinas rahasia luar negeri Amerika Serikat) mulai melacak jejak pria kelahiran Qom, kota suci bagi kaum Syiah di Iran, sedari 2006. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut namanya ketika menjelaskan tentang program nuklir Iran, diyakini untuk membuat senjata pemusnah massal dua tahun lalu. "Ingat nama itu, Fakhrizadeh," katanya.

Meski sudah masuk daftar sasaran harus dilenyapkan versi Mossad, tidak mudah buat mendekati Fakhrizadeh. Dia termasuk sedikit orang harus merahasiakan dirinya, keluarganya, kegiatannya, dan tempat tinggalnya dari masyarakat. Dia mesti pula selalu dalam pengawalan.

Sebab itu, menurut wartawan kondang Iran Muhammad Ahwazi, Mossad dberhasil menyusupkan agennya ke dalam jaringan pengamanan Fakhrizadeh. "Tim pembunuh mengetahui jadwal dan pergerakan konvoi pengawalan Fakhrizadeh hingga detail paling kecil," katanya.

Berdasarkan bocoran dari sumber dalam pemerintahan Iran dan IRGC, Ahwazi mengungkapkan tim pelenyap Fakhrizadeh terdiri dari 62 orang. Sebanyak 50 orang menyiapkan logstik dan segala yang dibutuhkan demi keberhasilan misi menghabisi mantan wakil menteri Pertahanan Iran itu. Sedangkan 12 orang lagi sebagai eksekutor di lapangan.

Dia menekankan tim ini sangat terlatih, mirip pasukan elite.

Tim Mossad sudah mengetahui jadwal Fakhrizadeh selepas salat Jumat pekan lalu adalah pelesiran ke vilanya di Absard, kota wisata di tepi Teluk Persia. Setengah jam sebelum rombongan target melewati jalan dituju, 12 anggota tim pembunuh sudah berada di lokasi. Mereka memadamkan listrik di wilayah sekitar agar sulit untuk korban dan saksi menelepon pihak berwenang ketika pembunuhan dilakukan. Juga untuk memperlambat beredarnya kabar Fakhrizadeh terbunuh.

Sesuai prosedur pengamanan bagi Fakhrizadeh, dia menumpang mobil antipeluru dan dikawal dua mobil serupa: satu di depan mobil Fakhrizadeh, sebuah lagi di belakang.

Sebanyak 12 anggota tim eksekutor datang ke lokasi untuk menghabisi Fakhrizadeh dengan satu mobil Hyundai Santa Fe, sebuah truk Nissan berwarna biru berisi bahan peledak, dan empat sepeda motor.

Hampir jam dua siang, konvoi Fakhrizadeh tiba di tempat sudah ditunggu Mossad. Mobil pengawalan pertama dan sedang Nissan Teana mengangkut target dan pengawalnya lewat. Sebelum mobil pengawalan di belakang mendekat, tim Mossad meledakkan bom di truk Nissan biru sehingga mencegah mobil pengawalan kedua ini mendekat.

Menurut sejumlah saksi, ada lima sampai enam orang menembaki mobil membawa Fakhrizadeh, termasuk dari arah kaca depan. "Pemimpin tim kemudian mengeluarkan Fakhrizadeh dari dalam mobil dan menembak dia dari jarak dekat untuk memastikan sasaran tewas di tempat," ujar Ahwazi.

Misi berhasil. Tim pembunuh beranggotakan 12 orang itu lolos tanpa luka dalam baku tembak dengan pengawal Fakhrizadeh.

Dari rekaman video dilihat Albalad.co, aparat keamanan mengangkut Fakhrizadeh ke rumah sakit menggunakan helikopter Bell tapi sudah terlambat.

Kabar kematiannya menyebar hari itu juga. Iran gempar. Dunia heboh. Fakhrizadeh menambah daftar ilmuwan nuklir Iran tewas di tangan Mossad menjadi enam orang dalam satu dasawarsa terakhir.

 

Dua pendiri perusahaan es krim Ben & Jerry's, Jerry Greenfield (kiri) dan Ben Cohen, tampil bareng pada 2010. (Wikimedia Commons)

Ben & Jerry's dan Anti-Zionis

Ben dan Jerry menegaskan mereka menyokong Israel tapi menentang penjajahan di Tepi Barat.

Demonstrasi antirezim di Provinsi Khuzestan, Iran. (Video screencapture)

Revolusi Air di negeri Mullah

Ahwaz sebelum Perang Dunia Kedua meletup adalah negara merdeka dan berdaulat bernama Ka'abi. Penguasa terakhirnya adalah Pangeran Khazal al-Kaabi.

Eyal Hulata, mantan pejabat Mossad akan menjabat penasihat keamanan nasional Israel mulai 15 Agustus 2021. (Courtesy)

Kabinet Israel setujui penunjukan Eyal Hulata sebagai penasihat keamanan nasional

Hulata termasuk dari sedikit pejabat Israel mendukung kesepakatan soal nuklir Iran. 

Gudang tempat penyimpanan dokumen rahasia program nuklir Iran di kawasan Shorabad, selatan Ibu Kota Teheran, Iran, dicuri oleh sekitar 20 agen Mossad pada 31 Januari 2018. (Peime Minister's Office)

Mossad dan pengkhianatan di negara Mullah

Mantan Direktur Mossad Yossi Cohen untuk pertama kali bercerita bagaimana para agennya berhasil mencuri berton-ton dokumen nuklir Iran dari gudang penyimpanan di Teheran.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Ben & Jerry's dan Anti-Zionis

Ben dan Jerry menegaskan mereka menyokong Israel tapi menentang penjajahan di Tepi Barat.

30 Juli 2021

TERSOHOR